Senin, 21 April 2014 - 20 Jumadil Akhir 1435 H 14:07:15 WIB
RAKYAT SUMBAR

Piaman Kekurangan Air Bersih

Pemprov Ajak MoU PT Siskem Aneka Indonesia

Padang Ekspres • Selasa, 28/02/2012 11:59 WIB • Hijrah Adi Sukrial • 514 klik

Padang, Padek—Kebutuhan air bersih di Kabupaten Padangpariaman dan Kota Pariaman belum terpenuhi secara maksimal. Di Padangpariaman yang sudah memiliki sumber air dan PDAM, terkendala dengan luasnya daerah. Sedangkan di Kota Pariaman, belum memiliki PDAM dan sumber air bersih.


Hal itu terungkap dalam rapat koordinasi antara Pemprov Sumbar dengan Pemkab Padangpariaman, Pemko Pariaman, dan Pemko Padang, dan pihak PT Siskem Aneka Indonesia, yaitu perusahaan yang bergerak di bidang pengelolaan dan penyediaan air minum, di Gubernuran, kemarin (27/2).


“Di Pariaman belum ada PDAM. Untuk pengelolaan dan penyediaan air bersih, masih dikelola UPTD di bawah Dinas PU Pariaman. Ini tentu berdampak belum terpenuhinya kebutuhan air bersih masyarakat,” ungkap Wali Kota Pariaman Mukhlis Rahman.


Mukhlis menambahkan, UPTD pengelolaan air minum telah mampu membangun jaringan pipa air secara bertahap. Persoalannya, jelas Mukhlis, pipa air belum optimal menyalurkan air, karena sumber airnya belum ada.


Selama ini, untuk memenuhi kebutuhan penyediaan air bersih bagi masyarakat, Pemko Pariaman menyuplai air dari PDAM Padangpariaman dan melalui program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas).


“Suplai air baru mampu memenuhi kebutuhan sekitar 30 liter/detik. Dampaknya, ya suplai air ke rumah-rumah jauh dari yang diharapkan. Untuk memenuhi kebutuhan air, bahkan masyarakat lebih memanfaatkan sumber air tanah,” keluhnya.


Untuk itu, Mukhlis menilai sistem yang dipakai PT Siskem Aneka Indonesia akan mampu untuk mengatasi kurangnya pasokan air bersih di Pariaman. “Tentu saja akan kita kaji dulu dan kita bicarakan dengan semua pihak terkait di Pariaman,” bebernya.


Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Padangpariaman Mawardi Samah mengatakan, semakin tumbuh berkembangnya developer di Padangpariaman, berdampak semakin tingginya kebutuhan air bersih. Meski telah memiliki PDAM, kapasitasnya belum memadai.


Selama ini, developer hanya menggunakan air tanah untuk pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat. “Ini tentu mempengaruhi kualitas, kuantitas dan kontinuitas terhadap kebutuhan air bersih masyarakat,” terangnya.


Direktur PDAM Padangpariaman Rasyid menambahkan, meski Padangpariaman memiliki potensi air bersih yang berlimpah,  tapi baru 23 persen dari jumlah penduduk yang terlayani air bersih PDAM. “Persoalan yang dihadapi karena faktor kesulitan pendistribusian,” terangnya.


Sementara itu, President / CEO PT Siskem Aneka Indonesia Syauki mengatakan, kerja sama yang ditawarkan perusahaannya mencakup sistem penyediaan air minum dan energi terbarukan dari limbah sawit.


Direktur PDAM Padang Azhar Latief lebih melihat peluang kerja sama berupa pembentukan holding. PDAM Padang memiliki kapasitas air bersih yang berlimpah, mencapai 1.770 liter/detik. Padahal, pemakaian air bersih warga Padang baru 600 liter/detik.


Asisten II Bidang Ekonomi, Pembangunan dan Kesra Setprov Sumbar, Syafrial mengatakan, penyediaan air bersih merupakan kebutuhan mendasar yang harus disikapi pemerintah kabupaten/kota, demi pencapaian tujuan Millenium Developmet Goals (MDGs) tahun 2014 mendatang.


Untuk itu, Syafrial mengimbau dua kabupaten/kota tersebut, agar segera menindaklanjuti kerja sama dengan perusahaan tersebut melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) secepatnya, agar anggarannya dapat dialokasikan pada APBD-P 2012, Mei mendatang.


Wakil Gubernur Muslim Kasim mengatakan, hal mendasar yang perlu disikapi dari tawaran PT Siskem Aneka Indonesia adalah, terkait kecukupan penyediaan air bersih bagi rumah tangga. (*)

[ Red/Redaksi_ILS ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Selesaikan Pemilu, Jangan Terlena Koalisi

LUPAKAN sejenak hiruk pikuk isu koalisi partai politik. Proses pemilihan umum legislatif 2014 masih berlangsung. Komisi Pemilihan Umum (KPU) belum menyelesaikan rekapitulasi suara. Rencananya, KPU menetapkan hasil rekapitulasi suara pada 7 Mei 2014. Proses tersebut pun harus terus dikawal. Sebab, itulah yang nanti menjadi pijakan untuk proses berikutnya, yakni pengisian pejabat DPR dan pemilihan umum presiden (pilpres). Hasil penghitungan cepat memang bisa menjadi pedoman awal. Namun, bukan itu yang berlaku secara nasional.

Perbaiki Layanan RS Ahmad Muchtar

YTH bapak pimpinan Rumah Sakit Ahmad Muchtar Bukittinggi. Apa begitu pelayanannya, adik saya masuk rumah sakit pagi jam 9 dan pulang jam 4 sore tapi siangnya tidak dikasih makan. Padahal kami bayar cash. Tolong dijelaskan.

Senin, 21 April 2014

Jadilah Konsumen Cerdas

Parhatian bana kalau ka mambali-bali tuh. Jan sampai takicuah pulo........................................................!

 

Kadis dan Kabid DKP jadi Tersangka

Itulah Pak, jan buang sampah jo sambarangan.......................................!

 

Caleg Nasdem Dilaporkan Money Politic

 Lah ka salasai pemilu ko, banyak nan saliang malapor mah..........................!