Minggu, 20 April 2014 - 19 Jumadil Akhir 1435 H 12:43:25 WIB
NASIONAL

Mesuji Rusuh Lagi

BSMI Hangus Terbakar

Padang Ekspres • Minggu, 26/02/2012 10:37 WIB • (wdi) • 698 klik

Kembali Memanas: Kompleks perkantoran Divisi I PT BSMI hangus terbakar, kemarin

Brabasan, Padek—Suasana tegang menyelimuti kompleks perkantoran PT Barat Selatan Makmur Investindo Kampung Fajar Baru, Kecamatan Panca Jaya, Mesuji, kemarin (25/2).

Ratusan orang tak dikenal sekitar pukul 10.30 WIB menyerbu kompleks perkantoran Divisi I PT BSMI. Tak hanya menyerbu kompleks kantor, massa diduga melakukan pembakaran terhadap gedung-gedung yang ada di kompleks perkantoran tersebut.
Aksi pembakaran itu berlangsung dengan cepat.


Tak ayal sejumlah bangunan mess, perkantoran dan gudang ludes terbakar. Puas melihat bangunan-bangunan tersebut terbakar, massa lalu membubarkan diri sekitar pukul 11.30 WIB. Beruntung, tak ada korban jiwa dalam peristiwa pembakaran tersebut.
 Pihak Kepolisian Resor Tulangbawang juga langsung membuat police line di areal tempat kejadian perkara.


Diduga, massa yang belum teridentifikasi tersebut berjumlah sebanyak  300 orang lebih dan berasal dari Kampung Sri Tanjung, Keagungan dalam dan Nipah Kuning. Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait hal tersebut.


Kapolres Tuba, AKBP Shobarmen menyatakan, pihaknya masih mendalami peristiwa tersebut dan mengumpulkan data-data awal. Shobarmen juga masih belum bisa memastikan massa berasal dari wilayah kampung mana saja. Pasalnya, beredar kabar, aksi itu juga melibatkan warga dari luar Provinsi Lampung.


Diduga, aksi pembakaran PT BSMI tersebut merupakan pelampiasan  kekesalan warga akibat adanya konflik sengketa lahan yang berlarut-larut antara masyarakat dengan BSMI. Sengketa lahan warga dengan BSMI dipicu oleh saling klaim kepemilikan lahan. Hingga saat ini, masih belum ada titik temu terkait hal tersebut. Namun menurut Shobarmen, polisi sudah menguasai keadaan.


“Situasi saat ini memang sudah kembali kondusif tidak ada lagi pergerakan massa,” kata Shobarmen. Menurut Shobarmen, satu kompi pasukan polisi dipersiapkan di tempat kejadian perkara.


 Tak hanya itu, pihak Polda Lampung juga sudah menggerakkan pasukan Brimob untuk mengamankan lokasi. “Untuk sementara, kerugian masih kita  hitung. Dan massa yang menyerang itu masih diidentifikasi dari kampung  mana saja,” jelasnya.


Konflik warga dengan perusahaan perkebunan asal Malaysia tersebut semakin memanas sejak tahun lalu. Di samping telah menimbulkan korban
 jiwa, konflik warga versus perusahaan di wilayah Mesuji juga sudah menarik perhatian dunia internasional. Beberapa waktu lalu, sekelompok orang mengatasnamakan perwakilan warga bahkan ramai-ramai mendatangi DPR RI dengan membawa rekaman yang diyakini terjadi di daerah Mesuji.


Belakangan, muncul dugaan video tersebut hanyalah rekayasa belaka dan tidak sepenuhnya benar. Pemerintah pusat sendiri telah menurunkan tim untuk mengidentifikasi rangkaian peristiwa kekerasan akibat konflik lahan yang terjadi di Mesuji.


DPRD Lampung sendiri menyatakan prihatin dengan adanya konflik yang kembali terjadi di Mesuji. Menurut Ahmad Bastari, anggota Komisi I DPRD Lampung, adanya konflik tersebut semakin mempengaruhi iklim investasi di Lampung. Para pengusaha, tentu akan berfikir ulang untuk menanamkan investasinya di Lampung.


Kondisi tersebut pada akhirnya lanjut Bastari, akan membuat  perekonomian di Lampung terpengaruh. “Iklim investasi jadi terpengaruh, orang dari luar memandang Lampung ini sudah nggak aman lagi,” keluhnya.


Ditambahkan legislator asal PAN itu, komisi I DPRD Lampung tentu nantinya akan mencermati perkembangan peristiwa pembakaran BSMI tersebut. “Pertama tentu saja kita prihatin. Dan komisi I mungkin akan merapatkan langkah apa yang kira-kira perlu diambil komisi. Kalau perlu turun ke lokasi,” pungkasnya. (wdi)

[ Red/Redaksi_ILS ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Presiden Baru, Pesawat Baru

AKHIRNYA Indonesia memiliki pesawat kepresidenan. Pesawat jenis Boeing Business Jet 2 (BBJ2) 737-800 kebiru-biruan itu kini sudah parkir di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta. Momentum datangnya pesawat kepresidenan itu juga tepat, yakni saat Indonesia menghadapi suksesi kepemimpinan. Pesawat yang memiliki rentang sayap 35,79 meter, tinggi 12,50 meter, dan panjang 38 meter tersebut akan dinikmati presiden ketujuh Republik Indonesia.

TNKB Belum Tersedia

Direktorat Lalulintas Polda Sumbar minta maaf atas belum tersedianya Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB). Kalau nanti TNKB sudah dikirim dari Korlantas Mabes Polri, pemilik kendaraan bermotor tidak perlu lagi membeli, sehubungan sewaktu membayar pajak perpanjangan STNK dan kendaraan baru sudah dibayar. Sekaitan dengan hal tersebut seluruh anggota Polantas di Polda Sumbar tidak perlu mempermasalahkan ada TNKB yang mati.

Selasa, 15 April 2014

Caleg Cemas Dicurangi

Indak usah dicamehan lai, Pak.......................!

 

Apoteker masih Terabaikan

Jan lo sampai tebang pilih, Pak.......................................!

 

UN Dipantau CCTV

Tapi baa kok bisa juo siswa caliak kunci jawaban tu, Pak.....................!