Minggu, 26 Mei 2013 - 16 Rajab 1434 H 08:17:13 WIB
BERITA DAERAH

Kota Bukittinggi

Kasus HIV-AIDS Terus Ditekan

Padang Ekspres • Berita Kesehatan • Sabtu, 25/02/2012 10:57 WIB • (rul) • 571 klik

Bukittinggi, Padek— Sepanjang tahun 2010 tercatat 171 warga Bukittinggi positif mengidap virus HIV/AIDS, sementara tahun 2011 jumlah penderita turun menjadi 144 orang sampai awal tahun 2012 ini. Namun sejauh ini, tidak menemukan adanya korban jiwa disebabkan penyakit HIV/AIDS selama tahun 2010 dan 2011 tersebut.


“Kasus jatuhnya korban jiwa disebabkan penyakit HIV/AIDS hanya terjadi di tahun 2009. Sedangkan sejak dua tahun terakahir tidak ditemukan adanya korban jiwa akibat penyakit berbahaya tersebut. Karena para penderita HIV/AIDS dinilai masih rutin meminum obat antiretroviral,”kata Kelapa Dinas Kesehatan (Dinkes) Bukittinggi, Syofia Dasmauli, Jumat (24/2).


Kepada penderita, Syofia Dasmauli meminta agar memanfaatkan pos pelayanan dan rujukan yang terdapat di Rumah Sakit Achmad Mochtar (RSAM) untuk mendapatkan obat antiretroviral. Krena obat antiretroviral disediakan di rumah sakit rujukan bagi penderita HIV/AIDS dan diberikan secara cuma-cuma karena telah dibiayai oleh bank dunia.


Syofia Dasmauli pun bertekad untuk terus menekan kasus HIV/AIDS dengan memaksimalkan pos pelayanan dan rujukan bagi penderita HIV/AIDS yang tedapat di Rumah Sakit Achmad Mochtar tersebut. Sementara untuk menekan pertambahan jumlah penderita HIV/AIDS juga telah dilakukan kerja sama dengan Komisi Peduli HIV/AIDS (KPA) yang menjangkau Kota Payakumbuh dan Kabupaten Agam.


Untuk menjangkau komunitas penderita HIV/AIDS, Syofia mengaku sulit, karena mereka biasanya tertutup dengan penyakitnya. Karena itu dilakukan kerja sama dengan KPA agar mampu menjangkau penderita. “KPA memiliki cara khusus dengan teknik pendekatan tertentu, sehingga secara sadar penderita mau diajak dan diperiksa,”jelasnya.


Syofia berharap, agar kerja sama ini dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Sementara mereka yang positif mengidap virus HIV/AIDS rata-rata berusia di bawah 30 tahun atau usia produktif. (rul)

[ Red/Redaksi_ILS ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Tak Lulus UN, bukan Berarti Kiamat

Kabar gembira bagi Sumbar. Tingkat kelulusan ujian nasional (UN) SMA sederajat tahun ini, meningkat dibanding tahun lalu. Hanya 230 dari 68.045 peserta yang dinyatakan gagal. Secara nasional, tercatat 8.851 siswa dinyatakan tidak lulus atau persentase kelulusan UN menurun 0,02 persen dibandingkan tahun lalu. Beruntung, persentase kelulusan siswa SLTA di Sumbar mengalami peningkatan 0,32 persen dibanding tahun lalu. Jika tahun lalu kelulusan 99,40 persen, kini menembus angka 99,72 persen.

Bikin Depo Gas di Padang

Karikatur: Ferdie

Kepada Yth Manager Pertamina unit pema­saran gas Sumbar, kami masyarakat sebagai pemakai gas elpiji untuk rumah tangga, café, retoran, hotel dan industri rumah tangga  mengusulkan kepada PT Pertamina unit pemasaran gas Sumbar untuk membuat DPG di Kota Padang (seperti DPO BBM yang telah ada di Bungus Teluk Kabung. Dimana selama ini para distributor gas elpiji mengisi gas di Pekanbaru/Dumai Riau yang membutuhkan cost yang mahal dan tinggi.

Sabtu, 25 Mei 2013

Konvoi-Coret Baju Sulit Dibendung

Anak didik kini mada-mada..................!

 

Lagi, Bukittinggi Terbaik Sumbar

Lai ndak adoh nan coret baju..................?

 

Nilai UN masih Meragukan

Baa baitu, caliak kunci  tu.............................?