Minggu, 20 April 2014 - 19 Jumadil Akhir 1435 H 22:51:35 WIB
BERITA DAERAH

Kota Bukittinggi

Pertahankan Pola Pertanian Organik

Kelompok Tani Lurah Sepakat, Nagari Simarasok

Padang Ekspres • Berita Ekonomi • Sabtu, 25/02/2012 10:55 WIB • Arfidel Ilham—Simarosok • 445 klik

sapi: Ternak sapi milik Kelompok Tani Sepakat yang kotorannya dijadikan pupuk or

Apapun jenis pekerjaan jika ditekuni dengan sepenuh hati dan bersungguh-sungguh, tentu akan mendapatkan hasil yang sempurna kemudian hari. Kiranya itulah yang menjadi motivasi petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Lurah Sepakat, Nagari Simarasok, Kecamatan Baso, Agam. Mereka tetap bertahan dengan pola pertanian organik meski berbagai tantangan harus dihadapinya.


Awal berdirinya kelompok tani yang telah mendapatkan cukup perhatian dari berbagai pihak itu, sudah memfokuskan diri sebagai kelompok tani organik dengan 43 orang anggotannya. Menurunnya hasil panen pada masa peralihan mengolah pertanian dari non organik menjadi organik pernah dirasakan.


Namun dengan semangat yang tinggi dan keinginan yang kuat untuk menjadikan produksi pertanian mereka sebagai produk organik, kelompok tani yang kini memiliki anggota 36 orang itu mampu tetap bertahan dan secara bertahap kembali mampu meningkatkan produksi pertanian. Bahkan saat ini produksi pertanian organik telah mampu melebihi produksi sebelum beralih ke cara pengolahan organik.


“Awalnya dulu memang ada kendala produksi pertanian yang menurun, ketika tidak lagi menggunakan pupuk pabrikan. Namun kami tetap teguhkan hati untuk terus menjadi petani organik, akhirnya alhamdulillah sekarang sudah cukup baik,” ungkap Ketua Kelompok Tani Lurah Sepakat, Mayurnis Pakiah Putiah, kepada Padang Ekspres, usai menerima sejumlah batuan dari Bank Indonesia, Kamis(23/2).


Sejak berdiri tahun 2009 lalu, Kelompok Tani yang bergerak di bidang pertanian organik memadukan peternakan sapi dan tanaman padi. Kotoran yang dihasilkan sapi-sapi peliharaan kelompok tersebut di komposkan secara manual untuk menghasilkan pupuk organik.


Tidak itu saja, melihat geliat petani-petani yang gigih menjadi petani organik dengan anggota yang didominasi kaum ibu-ibu itu, Perusahan Listrik Negara (PLN) yang bekerja sama dengan Fakultas Pertanian Universitas Andalas pada tahun 2010 lalu mendampingi kelompok tani mengolah kotoran sapi menjadi energi biogas.


Terkesan tidak ada putus-putusnya bantuan yang berhasil didapatkan dari berbagai pihak. Karena prestasi dan kesungguhan petani-petani ini mengolah pertanian secara terpadu. Selain memiliki 6 ekor Sapi, Kelompok Tani Lurah Sepakat telah memiliki 62 ekor kambing sebagai tambahan bahan baku kompos yang akan di olah dengan menggunakan mesin baru pengolah pupuk organik yang di berikan oleh Bank Indonesia.


Namun jumlah ternak dan lahan seluas 8 hektar milik anggota kelompok, menurut Ketua kelompok tani, mesin akan kekurangan bahan baku. Namun mereka bertekad akan melakukan pengolahan organik semaksimal mungkin.


“Kita akan mengupayakan pengolahan pupuk semaksimal mungkin. Meski bahan baku untuk kapasitas mesin cukup besar,” ungkap Mayurnis.  
Meski telah memulai banyak hal dalam kelompok tani yang kini berumur tiga tahun itu, Mayurnis menilai masih ada terdapat sejumlah kendala yang dihadapi, terutama dalam hal pemasaran, produksi,”kita berharap kepada pemerintah dan pihak mana saja, agar bisa membantu pemasaran,” ungkapnya.


Selain itu sekarang yang menjadi kendala bagi Kelompok Tani Lurah Sepakat setelah mendapatkan bantuan LCD dan Televisi serta DVD Player dari BI adalah listrik untuk mengoperasikan bantuan yang telah diberikan pihak bank. Sebab listrik biogas yang telah eksis dulu ditempat ini terkendala kerusakan alat. Sehingga tidak bisa difungsikan.


“Ya, saat ini ada kebocoran pada plastik menyimpan biogas. Sehingga saat ini terkendala untuk mengalirkan gas ke mesin Genset untuk menghidupkan listrik,” jawab Mayurnis kepada Padang Ekspres, ketika ditanya soal kerusakan penampung biogas.


Selain kegigihan dan kesungguhan dalam bekerja, ternyata kekompakan yang dipupuk dengan kekeluargaan dan keterbukaan menjadikan kelompok tani ini terus menjadi kelompok tani yang mampu terus mengukir prestasinya. (***)

[ Red/Redaksi_ILS ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Presiden Baru, Pesawat Baru

AKHIRNYA Indonesia memiliki pesawat kepresidenan. Pesawat jenis Boeing Business Jet 2 (BBJ2) 737-800 kebiru-biruan itu kini sudah parkir di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta. Momentum datangnya pesawat kepresidenan itu juga tepat, yakni saat Indonesia menghadapi suksesi kepemimpinan. Pesawat yang memiliki rentang sayap 35,79 meter, tinggi 12,50 meter, dan panjang 38 meter tersebut akan dinikmati presiden ketujuh Republik Indonesia.

TNKB Belum Tersedia

Direktorat Lalulintas Polda Sumbar minta maaf atas belum tersedianya Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB). Kalau nanti TNKB sudah dikirim dari Korlantas Mabes Polri, pemilik kendaraan bermotor tidak perlu lagi membeli, sehubungan sewaktu membayar pajak perpanjangan STNK dan kendaraan baru sudah dibayar. Sekaitan dengan hal tersebut seluruh anggota Polantas di Polda Sumbar tidak perlu mempermasalahkan ada TNKB yang mati.

Selasa, 15 April 2014

Caleg Cemas Dicurangi

Indak usah dicamehan lai, Pak.......................!

 

Apoteker masih Terabaikan

Jan lo sampai tebang pilih, Pak.......................................!

 

UN Dipantau CCTV

Tapi baa kok bisa juo siswa caliak kunci jawaban tu, Pak.....................!