Jum'at, 25 April 2014 - 24 Jumadil Akhir 1435 H 00:31:11 WIB
PRO SUMBAR

Beprestasi di Bidang Koperasi

Padang Ekspres • Jumat, 24/02/2012 12:01 WIB • Herry • 464 klik

Di bidang perkoperasian, Sawahlunto bisa dikatakan pakarnya di Sumbar. Hal ini dibuktikan berbagai prestasi bidang koperasi berhasil diraih Kota Arang. Baik tingkat regional hingga nasional. Di 2007 lalu, kota yang kini berjulukkan kota wisata itu, berhasil menoreh prestasi emas.


Menteri Negara Koperasi Usaha Kecil Menengah (UKM) RI Surya Dharma Ali menyatakan Sawahlunto sebagai kota koperasi dengan peringkat A atau sangat berhasil. Ketika itu Presiden RI SBY tidak hanya menyerahkan tanda penghargaan kepada Wali Kota Sawahlunto Amran Nur sebagai tokoh dan penggerak koperasi di daerah, tapi juga pada Ketua koperasi Kopinkra Silungkang Fidar Kasim juga menerima penghargaan sebagai koperasi berprestasi tingkat nasional.


Koperasi Kopinkra Silungkang didirikan pada 1996 itu bergerak tidak hanya memenuhi kebutuhan anggotanya dalam simpan pinjam akan tetapi juga mensuplai bahan baku kebutuhan perajin tenunan Silungkang. Jika bicara Nagari Silungkang pasti orang akan teringat tentang khas tenunannya. Namanya tenunan songket Silungkang. Istri Presiden RI Ny Ani Yudhoyono pun sangat tertarik dengan keterampilan anak nagari Silungkang itu.


Kopinkra mempunyai akses ke negara tetangga Malaysia-Singapura malahan sampai ke daratan China untuk pengadaan bahan baku tenunan songket Silungkang seperti bahan benang dan sutera alam. Kantornya di Pasar Inpres Silungkang Blok D 3-4 Silungkang.


Kemajuan koperasi Kopinkra Silungkang tidak hanya membuat hati Kepala Dinas Perindagkopker Sawahlunto, Syafriwal berbunga-bunga. Bahkan Kepala dinas koperasi dan UKM Propinsi Sumbar Ahmad Kharisma terkagum-kagum menyaksikan sepak terjang koperasi yang berbadan hukum  bernomor 854/BH/XVII/1996 27 Agustus 1996 ini.


 Menurut Ketua koperasi Kopinkra Silungkang, Fidar kepada Padang Ekspres kemarin (23/2), Kadinas koperasi/UKM Provinsi Sumbar hadir menyaksikan rapat anggota tahunan (RAT) koperasi Kopinkra Silungkang pada 18 Febuari lalu.
Koperasi Kopinkra Silungkang mempunyai anggota sebanyak 198 orang. Pada 2011 mempunyai aset sebesar Rp 1,7 miliar. Meningkat dibanding aset 2010 lalu yang berjumlah Rp 1,4 miliar.


Aset kopinkra meningkat secara signifikan. “Tahun 2001 lalu, kami tidak punya asset,” kenang Fidar.
Walau sekarang cukup banyak, tapi Fidar menilai masih kurang. Kebutuhan anggota meningkat  menjadi alasan. “Yang butuh bahan baku tidak hanya sebatas anggota koperasi. Pemesan datang dari Bengkalis, Pekanbaru, Payakumbuh, Solok, dan Sumpur Kudus (Sijunjung),” ulasnya.
Peningkatan volume usaha koperasi juga terjadi pada Sisa Hasil Usaha (SHU).  Pada  tahun buku 2011 tercatat SHU sebesar  Rp 94.279.652. Meningkat dari SHU tahun lalu sebesar 13 persen.


Dikemukannya, kredit macet pada Kopinkra berhasil diatasi. Selama tiga  tahun ini, hampir tidak ada lagi yang macet. Kesadaran anggota untuk melunasi pantas mendapat pujian.


Perlu Studi Banding ke Thailand
Diakui, songket Silungkang memang sudah dikenal orang  sampai ke negara tetangga, Maslaysia dan Singapura. Namun, perkembangan motif masih stagnan dan belum berkembang seperti halnya songket Thailand.


“Agar songket Silungkang lebih baik lagi mutu dan kualitas produknya  seperti songket Thailand, Kopinkra perlu mengadakan studi banding ke negeri Gajah putih tersebut,” ujar Fidar Kasim.


Juga Diproduksi di Unggan
Keterampilan bertenun Songket Silungkang tidak hanya diminati oleh anak nagari Silungkang. Ternyata di nagari Unggan Sijunjung juga berkembang pesat.


Renni Nengwati, perajin tenunan Songket berasal dari Nagari Unggan mengakui songket Silungkang saat ini cukup banyak peminatnya. “Di kalangan PNS Sijunjung, memakai songket sudah jadi tren,” ujar Nengwati.

Diakui Neng, meskipun produksinya masih relatif kecil, tapi peminatnya dari Sijunjung cukup banyak. Bahkan tidak terlayani lagi, kami hanya sanggup memproduksi sekitar 20 helai (1 kodi/minggu. “Sementara, permintaan cukup banyak. Berpuluh-puluh kodi,” imbuhnya. (*)

[ Red/Redaksi_ILS ]

Komentar Berita
Dari : hendri
Jumat, 24/02/2012 - Jam 14:26 WIB
baguuusssss......
bangkit minang...


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Kacamata Kuda KPK

KRITIK dan pujian selalu datang bersamaan setiap kali Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuat ”kejutan” baru. Termasuk ketika menetapkan mantan Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Hadi Poernomo sebagai ter­sangka dalam kasus pajak yang terjadi pada 2004.

Belum Terima Elpiji

YTH bapak Wali Kota Padang yang baru. Kami warga RW 6, Guo Kuranji sampai sekarang belum menerima paket gas elpiji 3 Kg. Tolong di percepat karena minyak tanah harganya sudah naik.

Kamis ,24 April 2014

Tunggu SK Mendagri

Lai ndak ka ta undur lo tu Pak, dek KPK lah manyasar Mendagri lo..........!

 

14 Warga Digigit Anjing Gila

Iah gawat mah pak,lai aman Pak..................................................?

 

UN SLTP, Padang Target Jawara

semoga lah pak, asa ndak pakai jimat se.....................................!