Minggu, 20 April 2014 - 19 Jumadil Akhir 1435 H 18:35:50 WIB
RAKYAT SUMBAR

Kepala KUA Ditangkap Mesum

Ismail: Pelaku Sudah Diberhentikan dari Jabatan

Padang Ekspres • Kamis, 23/02/2012 09:31 WIB • TIM PADEK • 10195 klik

Polisi menyita barang bukti kondom dan dua kartu pers.

Padang, Padek—Tungkek mambaok rabah. Peribahasa ini kiranya pantas dialamatkan kepada Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kayutanam, Kabupaten Padangpariaman, Afzan. Buya diringkus dekat Mapolsekta Kototangah, Padang, Selasa (21/2), sekitar pukul 23.45 WIB.


Afzan tertangkap basah sedang mesum dalam mobil dengan anak di bawah umur dalam keadaan tak berbusana. Kini, Afzan ditahan di kantor Mapolresta Pariaman.


Aksi bejat Kepala KUA ini, diketahui saat jajaran Polresta Padang menggelar razia motor di kawasan Kototangah, Selasa (21/2) malam. Polisi curiga terhadap mobil Starlet merah yang tidak mau berhenti ketika distop. Ketika didekati, sopir tidak mau menurunkan kaca mobil dan tancap gas hingga menabrak angkot di depannya.


Ketika itulah polisi memaksa pengendara membuka pintu mobil. Begitu pintu terbuka, tampak dua insan berlainan jenis dalam keadaan sertengah bugil. Sementara wanita cantik berkulit putih berada di samping sopir, dalam keadaan bertelanjang dada.


“Saat itu, kami juga melihat wanita tersebut berusaha mengenakan pakaiannya,” kata Kapolsek Kototangah, Kompol Junaldi Taher.
Melihat kejadian itu, mobil beserta orangnya langsung diamankan dan dimintai keterangan. “Saat itu, pengemudi mobil mengaku bekerja di kantor Kementerian Agama,” tambah Kapolresta Padang, Kombes Pol Seno Putro kepada Padang Ekspres, kemarin (22/1).


Salah seorang saksi mata, Hariolis, 25, mengatakan, saat itu ia melihat mobil tidak berhenti ketika  disuruh berhenti oleh polisi yang menggelar razia. “Ketika polisi membuka pintu mobil tersebut, terlihat si sopir belum menggunakan baju,” ujarnya.


Saat diperiksa di Mapolsek Kototangah, tiba-tiba petugas Mapolresta Padang mendapat kontak dari jajaran Mapolresta Pariaman. Saat itu, jajaran Mapolresta Pariaman mengaku tengah mencari seseorang bernama, Afzan.


“Mengetahui hal tersebut, setelah keduanya dimintai keterangan, mereka langsung dibawa ke Mapolresta Pariaman, sekitar pukul 03.00 dini hari (22/2),” tutur Kapolresta.


Dari keterangan teman wanita Afzan, LF, mengaku masih sekolah di salah satu MAN di Kota Pariaman, kelas II. Polisi juga menemukan delapan keping VCD porno dan sembilan bungkus kondom merek Sutra dan dua kartu pers KPK News dan Forum News atas nama Afzan.


Kepada penyidik, Afzan mengaku tinggal di Kototinggi, Kecamatan 2x11 Enam Lingkung, Padangpariaman. Sementara LF tinggal di Padusunan, Kota Pariaman. Dari pengakuan keduanya, mereka mengaku sudah lama kenal. Keduanya ke Padang sekadar jalan-jalan. Bahkan korban termasuk dalam kafilah MTQ yang berangkat ke Dharmasraya, beberapa waktu lalu.


Dihubungi terpisah, Wakapolresta Pariaman Kompol Ponimin, membenarkan Kepala KUA Kayutanam, Afzan diserahkan ke Mapolresta Padang. Sebelumnya, orangtua korban mengadu ke Mapolresta Pariaman, anaknya dilarikan seorang laki-laki.


Orangtua LF baru mengetahui anaknya tidak ada di rumah, setelah melihat kamar anaknya kosong. “Setelah mendapat laporan tersebut, kami langsung menghubungi sejumlah Mapolresta untuk melakukan koordinasi.

Saat itu, jajaran Mapolresta Pariaman mengaku telah mengamankan seorang pria dan wanita tanpa busana di dalam mobil. Mendapat informasi tersebut, Kasat Reskrim Polresta Pariaman langsung meluncur ke Padang dan menjemput keduanya,” ungkap Ponimin.


Kepala KUA Kayutanam ini dijerat Pasal 332 KUHP, karena melarikan anak di bawah umur. Dari hasil visum, didapatkan kemaluan korban sudah robek. “Diduga, keduanya telah sering melakukan hubungan suami istri,” tukasnya.


Dihubungi terpisah, Kepala Kantor Kemenag Sumbar, Ismail Usman mengaku terpukul atas kejadian itu. “Ini telah mencoreng instansi kami. Kami tidak akan membelanya. Kami akan tindak sesuai PP No 53/2010 dengan sanksi seberat-beratnya diberhentikan dari jabatan dan bisa diberhentikan dari PNS,” ujar mantan Kabid Penamas Kemenag Sumbar ini.  


Dia menjelaskan, saat ini pihaknya sudah berangkat ke Pariaman dan berkoordinasi dengan Kemenag Pariaman untuk menindaklanjuti kasus ini. “Dia sudah kita berhentikan dari jabatannya dan suratnya akan kita kirim segera ke pusat,” tegas Ismail Usman.


Terpisah, Ketua MUI Padangpariaman, Chairuddin mengaku prihatin dengan kasus tersebut. "Ini kasus, baru pertama kali terjadi. Iko alah tungkek bana yang mambaok rabah. Ini lebih ke pribadi saja, meskipun ia kepala KUA.

Kami berharap, ini menjadi pelajaran berharga bagi kepala KUA lainnya. Pikir dulu dengan akal sehat sebelum berbuat, jangan ikuti hawa nafsu," ulasnya.(ztl/a/kd)

[ Red/Redaksi_ILS ]

Komentar Berita
Dari : linda
Kamis, 08/03/2012 - Jam 10:29 WIB
ang salekan se unggeh ang tu ka batung babalah buliah maleleh jaga tu mah
Dari : rahmi
Selasa, 06/03/2012 - Jam 09:15 WIB
astaghfirullah ya Allah,,,,sadar pak, sadar. Banyak banyak istighfar ya pak. Kedudukan memang sering melenakan orang-orang sehingga sudah lupa mana yang halal dan haram. Kasian keluarga di rumah pak...
Semoga peristiwa ini bisa jadi pelajaran buat yang lain, khususnya para pemegang kekuasaan.
Dari : afrizal
Sabtu, 03/03/2012 - Jam 23:31 WIB
ko lah kapalo KUA setan lo nan menggoda mah?
Dari : oben
Sabtu, 03/03/2012 - Jam 13:39 WIB
Pak Afzan pakak... alah punyo bini masih mesum sama anak yang seumur dengannya... tua tua keladi makin tua makin menjadi... dasar mencoreng nama lembaga aja...
Rabu, 29/02/2012 - Jam 17:58 WIB
Saya tersinggung dengan penggunaan kartu Persnya, kenapa oknum pejabat jahiliah ini bisa pakai kartu pers pulak, dia jelas2 PNS. Apa kawan-kawan wartawan tak tersinggung?. Dewan Pers, tolong tinjau masalah ini. Saya rasa wartawan tidak seperti ini kalilah. Bukan sok munafik, kalau wartawan mau seperti ini, tinggal telp pejabat, banyak hotel gratis. Tapi wartawan bukannya tak mampu, tapi tak mau jadi maleset seperti ini.


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Presiden Baru, Pesawat Baru

AKHIRNYA Indonesia memiliki pesawat kepresidenan. Pesawat jenis Boeing Business Jet 2 (BBJ2) 737-800 kebiru-biruan itu kini sudah parkir di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta. Momentum datangnya pesawat kepresidenan itu juga tepat, yakni saat Indonesia menghadapi suksesi kepemimpinan. Pesawat yang memiliki rentang sayap 35,79 meter, tinggi 12,50 meter, dan panjang 38 meter tersebut akan dinikmati presiden ketujuh Republik Indonesia.

TNKB Belum Tersedia

Direktorat Lalulintas Polda Sumbar minta maaf atas belum tersedianya Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB). Kalau nanti TNKB sudah dikirim dari Korlantas Mabes Polri, pemilik kendaraan bermotor tidak perlu lagi membeli, sehubungan sewaktu membayar pajak perpanjangan STNK dan kendaraan baru sudah dibayar. Sekaitan dengan hal tersebut seluruh anggota Polantas di Polda Sumbar tidak perlu mempermasalahkan ada TNKB yang mati.

Selasa, 15 April 2014

Caleg Cemas Dicurangi

Indak usah dicamehan lai, Pak.......................!

 

Apoteker masih Terabaikan

Jan lo sampai tebang pilih, Pak.......................................!

 

UN Dipantau CCTV

Tapi baa kok bisa juo siswa caliak kunci jawaban tu, Pak.....................!