Minggu, 19 Mei 2013 - 9 Rajab 1434 H 17:34:01 WIB
METROPOLIS

Alkudri: Alhamdulillah, Bunga KPR Rumah Murah Turun

Padang Ekspres • Rabu, 22/02/2012 10:19 WIB • (adv/esg) • 4270 klik

Alkudri

Penyaluran Kredit Perumahan Rakyat (KPR) dengan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) bagi masyarakat berpenghasilan rendah, kembali berjalan setelah terhenti sejak Januari 2012 lalu. Penjualan rumah subsidi yang dibangun pengembang bisa terealisasi.


Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) dan Persatuan Perusahaan Real Estat Indonesia (REI), telah berhasil meminta bank penyalur menurunkan suku bunga FLPP untuk rumah bersubsidi itu, dari sebelumnya 8,25 persen menjadi 7,25 persen. Suku bunga itu sudah termasuk jaminan asuransi jiwa dan kebakaran.


KPR FLPP disalurkan melalui empat bank yakni Bank Mandiri, Bank Negara Indonesia (BNI), Bank Rakyat Indonesia (BRI), dan Bank Tabungan Negara (BTN). Informasi yang diterima Ketua DPD REI Sumbar Alkudri, Kemenpera dengan bank penyalur sudah menandatangani perjanjian kerja sama operasional (PKO) untuk program FLPP 2012.


Menurut Alkudri, keempat bank itu diberikan jatah penyaluran KPR FLPP 2012. Untuk BRI diberikan jatah pembiayaan FLPP sebanyak 60 ribu unit, BNI 40 ribu unit, Mandiri 30 ribu unit dan BTN 16 ribu unit. ”Alhamdulillah, perjuangan REI bersama Kemenpera untuk menurunkan suku bunga FLPP tercapai. Semoga keputusan penurunan bunga dari 8,25 persen menjadi 7,25 persen ini, bisa meringankan angsuran masyarakat berpenghasilan rendah yang ingin memiliki rumah,” ungkap Alkudri kepada Padang Ekspres, kemarin.


Dengan keluarnya PKO baru itu, menurut Alkudri, pengembang dan masyarakat berpenghasilan rendah yang resah karena tertunda KPR FLPP untuk memiliki rumah, kini sudah bisa bernapas lega dan bisa kembali mengurusnya. Program FLPP itu bisa diperoleh masyarakat yang membeli rumah dengan harga jual maksimum Rp 70 juta. Dari harga tersebut, uang muka minimal yang mesti dibayarkan pembeli adalah 10 persen dan KPR di empat bank penyalur Rp 63 juta plus asuransi jiwa dan kebakaran.


Syarat lainnya, kata Alkudri, rumah yang dibeli dengan harga sebesar itu minimal harus tipe 36 yang dibangun pengembang berbadan hukum. Jangka waktu kredit maksimal 15 tahun. Dari informasi yang diterimanya dari Kemenpera, untuk mendapatkan KPR FLPP, konsumen diminta menyerahkan surat pernyataan penghasilan dari perusahaan tempatnya bekerja. ”Informasi yang kami (REI) peroleh dari Kemenpera, saat ini bank tengah menyiapkan selengkapnya SOP teknis pelaksanaan FLPP itu di cabang-cabang bank penyalur,” kata pengusaha properti nasional asal Pauh, Kota Padang itu.


Alkudri mengatakan bagi masyarakat yang membutuhkan informasi pengembang yang menyediakan rumah masuk program KPR FLPP, bisa datang langsung ke kantor REI Sumbar Jalan Cimandiri Nomor 84 Padang Baru, Kota Padang.


Sementara itu, Menteri Perumahan Rakyat Djan Faridz mengatakan PKO FLPP 2012 telah ditandatangani dengan Bank Mandiri, BNI, dan BRI dua pekan lalu, sedangkan dengan BTN baru dilakukan pekan lalu. Suku bunga disepakati 7,25 persen, dengan porsi pendanaan pemerintah dan bank 50:50. Dengan begitu, maka diharapkannya KPR subsidi ini bisa dijalankan pekan ini.


Perjuangan Panjang
Sebagaimana diketahui, awal Januari lalu Kemenpera menghentikan program FLPP yang telah digulirkan sejak tahun 2010. Hal itu dilakukan, karena Kemenpera bersama REI meminta bank penyalur menurunkan suku bunga FLPP dari sebelumnya 8,25 hingga 9,95 persen menjadi hingga 6 persen. Akhirnya disepakati 7,25 persen.


Upaya itu tidak mudah dan diperjuangkan Alkudri penuh kegigihan. Bahkan pada Januari lalu, Alkudri sampai bertemu Menpera Djan di kantor Kemenpera Jakarta, menyampaikan keluhan pengembang dan masyarakat yang belum bisa merealisasikan KPR FLPP, akibat belum adanya kesepakatan suku bunga dari bank penyalur dengan Kemenpera. Suku bunga ketika itu dinilai Alkudri masih tinggi, meski suku bunga acuan (BI rate) telah turun. Menpera merespons Alkudri dan menargetkan PKO FLPP tuntas Februari ini.


Tak sampai di situ. Awal bulan lalu, Alkudri pun mendatangi DPR RI bersama DPP REI. Dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi XI DPR ketika itu, bos Almara Group itu pun menyampaikan keluhan pengembang dan masyarakat yang tertunda memiliki rumah, karena belum ada kesepakatan suku bunga.


Alkudri juga memperjuangkan pemberian KPR bagi masyarakat berpenghasilan tidak tetap. Masyarakat berpenghasilan tidak tetap seperti buruh, petani, pedagang kaki lima, tukang bangunan, pegawai honorer, sopir angkot, tukang ojek dan lainnya, saat ini belum bisa mendapatkan fasilitas KPR dari bank tanpa adanya syarat berupa slip gaji, SIUP, SPT dan rekening koran di bank.


Akibatnya, banyak dari mereka yang tidak bisa memiliki rumah. Dari 13,6 juta backlog atau masyarakat yang belum memiliki rumah secara nasional, kata Alkudri sebanyak 129 ribu unit ada di Sumbar. Dari 129 ribu itu, sebanyak 80 persen adalah masyarakat berpenghasilan tidak tetap. Padahal, kata Alkudri, jika dihitung penghasilan dari masyarakat berpenghasilan tidak tetap itu setiap bulannya mampu untuk mengangsur kredit rumah. Dicontohkannya tukang bangunan yang setiap hari digaji rata-rata Rp100 ribu, dengan perkiraan pendapatan per bulan Rp2,5 juta. Jika membayar kredit rumah sekitar Rp600 ribu sampai Rp800 ribu dengan program FLPP, mereka punya kemampuan bayar.


”Mereka juga punya hak yang sama dengan masyarakat berpenghasilan tetap, untuk memiliki rumah. Ini perlu dibuatkan regulasinya oleh DPR, agar masyarakat berpenghasilan tidak tetap tadi terbantukan,” kata Alkudri. (adv/esg)

[ Red/Redaksi_ILS ]

Komentar Berita
Dari : Aditia
Senin, 05/03/2012 - Jam 18:33 WIB
Mohon bantuan info prosedur pengajuan FLPP.
Apabila disetujui KPR tsb (kira2 untuk harga rmh 60jt, brp yg hrs saya siapkan untuk uang muka?
Terima kasih sebelumnya.
Dari : budiono
Senin, 05/03/2012 - Jam 14:31 WIB
SECARA LOGIKA NDAK MUNGKIN,, DAN HANYA PEPESAN KOSONG!! MANA ADA RUMAH TIPE 36 HARGA 63 JT DIJAWA INI??? KALAU MEMANG MENPERA MEMPERJUANGKAN KEPENTINGAN RAKYAT KECIL, HARUSNYA KEPUTUSAN FLPP TAHUN LALU YG DIPAKAI,, DAN LEBIH BAIK LAGI KALAU BUNGA BISA TURUN. TAHUN LALU YG BERHAK MENDAPAT FLPP ADALAH TIPE 36 KEBAWAH,, YG MEMANG JELAS2X RAKYAT KECIL DAN RUMAH DIBAWAH 80 JT. MENPERA,, CEPAT RUBAH KEPUTUSAN SEBELUM MASALAH BERTAMBAH KERUH DAN KORBAN BERTUMBANGAN. KASIHAN RAKYAT KECIL !!!
Kamis, 01/03/2012 - Jam 23:45 WIB
emang suku bunga KPR subsidi turun, tapi harga rumah tipe 36 di kalbar tidak ada dibawah 70 jt pak.
kayaknya politik pemerintah aja mau menghilangkan subsidi suku bunga. ditambah lagi orang yang mau di subsidi berpenghasilan 3,5 juta. benar-benar kebijakan politik banget tuh!!!! evaluasi pemberhentian subsidi pada tahun 2013 kedepan dengan semakin berkurang realisasi penggunaan subsidi perumahan, itulah alasan yang akan kita dengar nantinya diawal tahun 2013.
Senin, 27/02/2012 - Jam 19:06 WIB
kami sangat mendukung perjuangan anda terhadap pemberian kpr bagi masyarakat berpenghasilan tidak tetap. ini sangat membantu dan sangat diharapkan realisasinya. dengan begitu diharapkan kesejahteraan masayarakat bisa terwujud. terimakasih yang sebesar-besarnya untuk anda...kami tunggu berita baiknya...
Senin, 27/02/2012 - Jam 18:50 WIB
diusahakanlah kpr bagi masyarakat yg tidak mempunyai penghasilan tetap. banyak sekali yg membutuhkan..


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Unas bukan Segalanya

HIRUK pikuk ujian nasional (unas) seolah tidak ada habisnya.

Ketika publik menanti sikap tegas pemerintah seiring dengan amburadulnya pelaksanaan Unas 2013, muncul keputusan lain yang tak kalah mengejutkan. Yakni, sikap tegas pemerintah menghapus unas untuk level sekolah dasar (SD) dan sederajat. Ya, mulai tahun depan tidak ada lagi unas bagi siswa SD!

Bikin Depo Gas di Padang

Karikatur: Ferdie

Kepada Yth Manager Pertamina unit pema­saran gas Sumbar, kami masyarakat sebagai pemakai gas elpiji untuk rumah tangga, café, retoran, hotel dan industri rumah tangga  mengusulkan kepada PT Pertamina unit pemasaran gas Sumbar untuk membuat DPG di Kota Padang (seperti DPO BBM yang telah ada di Bungus Teluk Kabung. Dimana selama ini para distributor gas elpiji mengisi gas di Pekanbaru/Dumai Riau yang membutuhkan cost yang mahal dan tinggi.

Sabtu, 18 Mei 2013

Wako: Tertibkan Baliho

Mada bana, sapu habih se lai  ..........!

 

Polda Diminta Usut Temuan BPK

Lai ndak adoh main mato ......................?

 

Kapolres Bantah Pembunuh 2 Gadis Kabur

Bisa lo nyo luluih di lubang mancik tu........?