Senin, 21 April 2014 - 20 Jumadil Akhir 1435 H 21:41:44 WIB
METROPOLIS

Cerita di Balik Bunuh Diri Pekerja Kafe

Galau Dibelit Utang, Sempat Gagal Bunuh Diri

Padang Ekspres • Senin, 20/02/2012 12:13 WIB • Riki Suardi—Padang • 609 klik

Bunuh Diri Pekerja Kafe

 “Saya ingin pulang kampung, dan tidak akan kembali lagi ke Padang untuk selama-lamanya.” Itulah kata-kata terakhir yang diucapkan Natalia Sangaimang, 21, korban bunuh diri di kamar mandi tempat kosnya di Jalan Samudera RT 03/RW 01, Ololadang, Purus, Padang Barat, akhir pekan lalu.


Kata-kata yang diutarakan korban kepada beberapa temannya itu, masih terngiang di telinga teman-teman kosnya. Tak seorang pun menyangka kalimat itu pertanda dari Natalia untuk berpulang ke kampung akhirat.


Seminggu sebelum kejadian, teman-teman kosnya melihat tidak ada perubahan sikap dari Natalia. Hanya saja, Natalia pernah bercerita sedang galau. Dia terbelit utang, bermasalah dengan pacar dan tempat kerja di salah satu kafe di Padang.


“Hanya itu masalah yang diceritakan korban kepada kami. Kalau masalah lain, kami rasa tidak ada,” ungkap Rita Srisuriani 21, teman kos korban, kepada wartawan, kemarin (19/2).


Masalah ini,  kata Rita, disampaikan Natalia tiga hari lalu. “Saat itu, Natalia cerita sambil menangis dan bilang tidak sanggup lagi tinggal di Padang dan ingin pulang saja ke Mentawai ketemu bapak dan ibu,” ungkap Rita.


Sebelumnya, ternyata Natalia pernah hendak bunuh diri sebulan lalu. Mujur, aksi nekat itu cepat digagalkan. “Karena cepat diketahui, akhirnya kami berhasil menggagalkannya,” ujar Rita.


Natalia tinggal di Padang baru setahun. Dia ditemukan gantung diri di kamar mandi tempat kosnya sekitar pukul 19.30 WIB, akhir pekan lalu. Ketika Rita hendak memasak di dapur, dia melihat ada tali nilon dari pintu kamar mandi yang terkunci dari dalam.


Rita lalu mendobrak pintu kamar mandi itu. Begitu  pintu terbuka, dia terkejut melihat Natalia tergantung tali nilon. Karena masih mendengar desahan napas Natalia, dia langsung membopong temannya itu keluar kamar mandi.


“Saya langsung teriak, dan warga berhamburan ke kos. Warga pun membawa Natalia yang diperkirakan masih hidup ke RS Yos Sudarso,” tutur Rita.


Kanit Reskrim Polsek Padang Barat, Ipda Khalidin mengatakan, masih menyelidiki penyebab korban bunuh diri. Saat polisi datang ke TKP (tempat kejadian peristiwa), korban sudah berada di lantai depan kamar mandi. (di)

[ Red/Redaksi_ILS ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Selesaikan Pemilu, Jangan Terlena Koalisi

LUPAKAN sejenak hiruk pikuk isu koalisi partai politik. Proses pemilihan umum legislatif 2014 masih berlangsung. Komisi Pemilihan Umum (KPU) belum menyelesaikan rekapitulasi suara. Rencananya, KPU menetapkan hasil rekapitulasi suara pada 7 Mei 2014. Proses tersebut pun harus terus dikawal. Sebab, itulah yang nanti menjadi pijakan untuk proses berikutnya, yakni pengisian pejabat DPR dan pemilihan umum presiden (pilpres). Hasil penghitungan cepat memang bisa menjadi pedoman awal. Namun, bukan itu yang berlaku secara nasional.

Perbaiki Layanan RS Ahmad Muchtar

YTH bapak pimpinan Rumah Sakit Ahmad Muchtar Bukittinggi. Apa begitu pelayanannya, adik saya masuk rumah sakit pagi jam 9 dan pulang jam 4 sore tapi siangnya tidak dikasih makan. Padahal kami bayar cash. Tolong dijelaskan.

Senin, 21 April 2014

Jadilah Konsumen Cerdas

Parhatian bana kalau ka mambali-bali tuh. Jan sampai takicuah pulo........................................................!

 

Kadis dan Kabid DKP jadi Tersangka

Itulah Pak, jan buang sampah jo sambarangan.......................................!

 

Caleg Nasdem Dilaporkan Money Politic

 Lah ka salasai pemilu ko, banyak nan saliang malapor mah..........................!