Sabtu, 19 April 2014 - 18 Jumadil Akhir 1435 H 14:02:27 WIB
BERITA DAERAH

Kota Payakumbuh

Pisah Sambut Kapolres Payakumbuh

Tiga Bulan, Tiga pula Kapolres

Padang Ekspres • Berita Peristiwa • Sabtu, 18/02/2012 12:50 WIB • (fajar rillah vesky) • 1358 klik

PISAH-SAMBUT: AKBP Ano Munarto bersama istri (kiri) foto bareng Kapolres Payakum

 

”Disana rumahku, dalam kabut biruHatiku sedih di hari minggu
Disana kasihku berdiri menunggu
Dibatas waktu yang telah tertentu Ke Jakarta aku kan kembali Walaupun apa yang kan terjadi”


Lirik lagu “Kembali ke Jakarta” milik Koes Plus bersaudara itu, terdengar merdu saat dinyanyikan Ajun Komisaris Besar Polisi Ano Munarto di ruang pertemuan utama Polres Payakumbuh, Jumat (17/2) sebelum siang. Tidak lama, tepuk tangan pun membahana di ruangan ruangan yang dipadati ratusan polisi dan Bhayangkari tersebut.


Hari itu, hari terakhir Ano Munarto bertugas di Payakumbuh. Mantan Kapolres Sawahlunto Sijunjung ini mendapat job baru sebagai perwira bagian pengadaan di Mabes Polri. ”Walau hanya sebentar tugas di kota ini, saya berterimakasih atas bantuan anggota dan masyarakat,” ujarnya.


Ano Munarto memang mencatatkan rekor baru sepanjang sejarah kepolisian di Payakumbuh.  Mengikuti acara pisah sambut dengan AKBP S Erlangga penghujung Desember 2011 lalu, Ano harus mengulang hal yang sama pada Februari 2012. Ano menyerahkan jabatan kepada wajah baru bernama AKBP Rubintoro Suhada.


Dengan demikian, selama 3 bulan terakhir, tiga pula Kapolres di Payakumbuh. Dalam buku “40 Tahun Payakumbuh, Dari Soetan Oesman Hingga Josrizal Zain” yang saya tulis tahun 2010 lalu, setidaknya dapat diketahui, sejak Payakumbuh berdiri Desember 1970, sudah 25 Kapolres bertugas di kota ini.


Diantaranya, AKBP Ahmad Atmajarawita, Letkol Pol Pratomo, Letkol Pol Masyuri Sutejo, Letkol Pol PR Siagian, Letkol Pol Ketut Keslin Usatama, Letkol Pol Sudadi, Letkol Pol Soewardi, AKBP Zahirman Marza, AKBP Hindra Susfitri, AKBP Djoko Erwanto, AKBP Ermi Widyatno, AKBP Mahavira Zein, AKBP S Erlangga, AKBP Ano Munarto dan kini AKBP Rubintoro Suhada.


Rubintoro sebelumnya menjabat sebagai Kasubdit IV Intel Polda Sumbar yang membidangi tindak pidana tertentu. Layaknya seorang intel, Rubintoro cepat akrab dengan siapa saja. “Ini nomor handphone saya.  Kita komunikasi dua arah saja. Kalau ada taruna menonjol, saya kasih tahu teman-teman. Sebaliknya, kalau ada informasi lapangan, kabari pula saya,” ucapnya kepada wartawan.


Sebelumnya, Rubintoro juga menegaskan kepada anggota Polres Payakumbuh yang tersebar pada seluruh kecamatan di Kota Payakumbuh dan 5 kecamatan di Limapuluh Kota (meliputi Payakumbuh, Akabiluru, Situjuah Limo Nagari, Luak dan Lareh Sago Halaban), bahwa ia menanggap mereka sebagai keluarga.


”Ibarat keluarga, kalau satu sakit yang lain merasa sakit. Kalau ada kejelekan, tidak saling menjelek-jelekkan. Kalau ada masalah, tidak bicara keluar. Saya sendiri, juga menganggap jajaran Polres Payakumbuh sebagai sebuah keluarga,” ujar perwira asal Jawa Timur itu dengan nada merendah.


Dalam kesempatan yang sama, jajaran Polres Payakumbuh juga melepas secara resmi, Kabag Sumda Kompol Machruzar yang mendapat job baru di Mapolres Padangpanjang. “Walaupun pindah Padangpanjang, Payakumbuh dan Limapuluh Kota akan tetap ada di hati saya,” ujar perwira senior yang pernah bertugas di sejumlah Polsek ini.


Acara pisah sambut AKBP Ano Munarto dengan AKBP Rubintoro Suhada dan pelepasan Kompol Machruzar, juga dimeriahkan kelompok paduan suara Bhayangkari Polres Payakumbuh. Ibu-ibu istri polisi itu, melantunkan dua lagu sekaligus, yakni lagu
”Do’a untuk Ibu” ciptaan Wali Band dan “Mau Dibawa Kemana” milik Armada Band.


Wakapolres Payakumbuh Kompol H Asmar Yunus WSD juga tidak mau ketinggalan. Perwira yang akrab dipanggil Ayahku itu, tampil atraktif dan humoris saat melantukan lagu “Demi Kau dan Sibuah Hati” serta “Tungga Babaleng”. Seperti tidak mau kalah, Ny Asmar Yunus juga ikut melagu yang lebih kocak lagi. Hadirin tiap sebentar ger-geran.


 Di penghujung acara yang dipandu Plt Kasubag Humas Polres Payakumbuh Maimon itu, Kasat Lantas AKP Zulfa Renaldo juga melantunkan lagu “Bapisah Bukannyo Bacarai” ciptaan Syahrul Tarun Yusuf . “Ondeeeh, Gunuang Marapi, Gunuang Singgalang.


Hei, tolong caliakkan kasiah hati den.  Nan den tinggakan, antaro pintu nan jo halaman,” ucap AKP Zulfa dihadapan Kompol Irlon, Kompol Yoserizal, AKP Rumzi Piliang, AKP Jefrizal Jarun, AKP Zulham Efendi, Kasat Narkoba Iptu Teguh Setiawan, Kanit Laka Iptu Dadang Heryadi, Kanit Patroli Aiptu Aprimal Sural dan sejumlah perwira. (fajar rillah vesky)

[ Red/Redaksi_ILS ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Presiden Baru, Pesawat Baru

AKHIRNYA Indonesia memiliki pesawat kepresidenan. Pesawat jenis Boeing Business Jet 2 (BBJ2) 737-800 kebiru-biruan itu kini sudah parkir di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta. Momentum datangnya pesawat kepresidenan itu juga tepat, yakni saat Indonesia menghadapi suksesi kepemimpinan. Pesawat yang memiliki rentang sayap 35,79 meter, tinggi 12,50 meter, dan panjang 38 meter tersebut akan dinikmati presiden ketujuh Republik Indonesia.

TNKB Belum Tersedia

Direktorat Lalulintas Polda Sumbar minta maaf atas belum tersedianya Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB). Kalau nanti TNKB sudah dikirim dari Korlantas Mabes Polri, pemilik kendaraan bermotor tidak perlu lagi membeli, sehubungan sewaktu membayar pajak perpanjangan STNK dan kendaraan baru sudah dibayar. Sekaitan dengan hal tersebut seluruh anggota Polantas di Polda Sumbar tidak perlu mempermasalahkan ada TNKB yang mati.

Selasa, 15 April 2014

Caleg Cemas Dicurangi

Indak usah dicamehan lai, Pak.......................!

 

Apoteker masih Terabaikan

Jan lo sampai tebang pilih, Pak.......................................!

 

UN Dipantau CCTV

Tapi baa kok bisa juo siswa caliak kunci jawaban tu, Pak.....................!