- 12:38 WIB
- 12:38 WIB
- 11:58 WIB
- 11:04 WIB
- 12:37 WIB
- 12:24 WIB
- 12:23 WIB
- 12:22 WIB
- 12:11 WIB
- 12:11 WIB
Gaji PNS Naik, Rapelan Cair
Terendah Rp1,2 Juta, Tertinggi Rp4,6 Juta
Padang Ekspres • Jumat, 17/02/2012 10:00 WIB • (sof/nw/jpnn) • 1617 klik

Jakarta, Padek—Kabar baik bagi pegawai negeri sipil (PNS) dan prajurit TNI/Polri. Kenaikan rata-rata 10 persen gaji mereka bakal dibayarkan Maret mendatang. Karena kenaikan seharusnya sudah dimulai sejak Januari lalu, seperti biasa, pemerintah juga bakal merapelnya untuk tiga bulan sekaligus pada bulan depan.
Pembayaran rapel kenaikan gaji PNS segera dilakukan setelah presiden menandatangani tiga Peraturan Pemerintah tentang Peraturan Gaji PNS dan TNI/Polri. Presiden juga menandatangani tiga PP lainnya untuk para pensiunan. ”Nanti kita bayar secepatnya. Jadi, kalau sempat Maret akan dibayarkan. Lalu dua bulan kemarin akan diberikan rapel,” kata Sekjen Kemenkeu Kiagus Ahmad Badaruddin di kantornya kemarin.
Setelah PP ditandatangani kepala negara, Kemenkeu akan menerbitkan surat edaran ke kantor-kantor pelayanan perbendaharaan. ”Itu sudah biasa kan. Kenaikan tiap tahun oleh presiden, PP-nya keluar,” kata Kiagus.
Dia mengatakan, biasanya akan ada jeda antara pembayaran gaji dan rapel. ”Setelah pembayaran gaji bulanan, baru dibayarkan rapelnya. Ada time lag sedikitlah. Biasa itu,” katanya.
Dengan peraturan terbaru, gaji pokok terendah PNS dengan golongan 1a dengan masa kerja nol tahun adalah Rp 1.260.000. Sedangkan gaji pokok tertinggi untuk golongan IVe dengan masa kerja 32 tahun adalah Rp 4.603.700.
Gaji tersebut belum termasuk tunjangan keluarga sebesar 10 persen gaji pokok untuk istri/suami, serta 2 persen untuk anak. PNS masih menerima tunjangan pangan senilai beras 10 kilogram per orang. Untuk pejabat struktural dan fungsional akan diberikan tunjangan jabatan. Juga ada tunjangan umum untuk yang tak memegang jabatan struktural dan fungsional. Bagi kementrian/lembaga yang telah menerapkan reformasi birokrasi, juga diberikan tunjangan remunerasi.
Wakil Menkeu Mahendra Siregar mengatakan, seluruh kenaikan gaji PNS sudah melalui kesepakatan di APBN. ”Itu sudah masuk dalam perhitungan dan itu bagian dari reformasi birokrasi,” kata Mahendra.
Dalam APBN 2012, komponen belanja pegawai meningkat menjadi Rp 215,7 triliun atau sekitar 2,7 persen terhadap Produk Domestik Bruto. Hal ini sejalan dengan upaya Pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan PNS, TNI, Polri, dan Pensiunan melalui pemberian gaji ke-13 dan kenaikan gaji pokok sebesar 10 persen. Juga, untuk pemberian remunerasi untuk kementerian/lembaga yang telah siap melaksanakan reformasi birokrasi.
Terpisah, Wakil Ketua Komisi XI Harry Azhar Azis menegaskan, kenaikan gaji PNS 2012 itu sudah menjadi kewajiban pemerintah untuk mencairkannya. Sebab, hal tersebut sudah masuk dalam satuan anggaran untuk APBN 2012 yang disepakati pemerintah dan DPR.
Hanya saja, dia mengingatkan, kalau besarnya anggaran untuk belanja pegawai negara tersebut harus dibarengi dengan formula peningkatan kinerja. ”Itu yang belum tergambar, yaitu tentang besaran unit pelayan negara dengan tingkat produktivitas,” kata Harry Azhar, saat dihubungi.
Menurut dia, ketidakjelasan efektivitas peningkatan gaji PNS kali ini sama seperti kebijakan moratorium PNS yang telah ditelorkan pemerintah. ”Serba tidak jelas, hanya sekadar menaikkan gaji saja,” imbuh politisi Partai Golkar tersebut.
Dia lantas membeber bahwa anggaran untuk belanja pegawai tahun anggaran 2012, cukup besar. Dari total belanja pegawai sebesar Rp 1.439 triliun, Rp 215,7 triliun untuk belanja pegawai. Atau, mencapai sekitar 22,3 persen.
”Boleh-boleh saja menaikkan gaji, tapi basisnya produktivitas, tidak boleh hanya asal memberi seperti memberi santunan,” pungkas Harry Azhar. (sof/nw/jpnn)
[ Red/Redaksi_ILS ]
SAAT meluncurkan Twitter pada 2006, Jack Dorsey tentu tak menginginkan media tersebut digunakan untuk memfitnah, menjatuhkan, atau membunuh karakter seseorang. Namun, Twitter memang memberikan ruang yang bebas kepada siapa pun untuk menyampaikan pendapat, informasi, atau apa pun tanpa sensor.
![]()
Kepada Yth Manager Pertamina unit pemasaran gas Sumbar, kami masyarakat sebagai pemakai gas elpiji untuk rumah tangga, café, retoran, hotel dan industri rumah tangga mengusulkan kepada PT Pertamina unit pemasaran gas Sumbar untuk membuat DPG di Kota Padang (seperti DPO BBM yang telah ada di Bungus Teluk Kabung. Dimana selama ini para distributor gas elpiji mengisi gas di Pekanbaru/Dumai Riau yang membutuhkan cost yang mahal dan tinggi.
Polda Geledah Tempat Hiburan
Lai sobok nan dicari Ndan..........................................?
Komitmen Kapolda Dipertanyakan
Tancap gas lah Pak...............!
Warga Ancam Tuntut PT AMP
Pajuangan taruih sampai dapek...........!