Rabu, 16 April 2014 - 15 Jumadil Akhir 1435 H 15:01:17 WIB
BERITA DAERAH

Kota Bukittinggi

22 Pejabat Dimutasi Mendadak

Padang Ekspres • Berita Pemerintahan • Kamis, 16/02/2012 12:14 WIB • (rul) • 489 klik

Bukittinggi, Padek—Terkesan mendadak, Wali Kota Bukittinggi H Ismet Amzis, Rabu (15/2) sore sekitar pukul 16.30 WIB, melantik 22 pejabat eselon II, III dan IV di lingkungan Pemko Bukittinggi. Pelantikan yang berlangsung di aula balaikota Bukit Gulai Bancah itu, dihadiri Ketua DPRD H. Rahmat Aris, Wakil Walikota Harma Zaldi, Muspida, Sekda Yuen Karnova serta pimpinan SKPD.


Dari 22 pejabat yang dilantik itu, 7 orang dari eselon II, 14 eselon III dan satu eselon IV. Khusus pejabat eselon III yang dilantik, dua di antaranya promosi dari eselon IV. Sedangkan salah seorang pejabat eselon III dinonjobkan. Pelantikan tersebut menurut Ismet Amzis, semata-mata memenuhi tuntutan kebutuhan organisasi.


Para pejabat yang dilantikpun sudah mempertimbangkan faktor-faktor obyektif melalui Baperjakat. “Semua pejabat yang kita lantik merupakan pilihan tepat dan sesuai potensi dan kemampuan yang bersangkutan untuk menduduki jabatan,” kata Ismet Amzis. Kepada pejabat baru, ia minta segera menyesuaikan diri dan koordinasi, sehingga tugas-tugas di tempat yang baru segera pula dapat dilaksanakan. 


Sebagai pimpinan, pejabat eselon II, III dan IV dituntut meningkatkan mutu pengawasan. Karena selain atasan, bawahan dan masyarakat juga melakukan pengawasan. Semua pejabat diisyaratkan untuk dapat memiliki sikap ilmiah dan kepedulian yang begitu mendalam, sehingga tercipta aneka kreatifitas dalam menjamin tercapainya sasaran kerja. “Sebagai Pejabat, saudara merupakan figur sekaligus patron bagi bawahan,”ujarnya.


Tujuh pejabat eselon II yang dilantik, masing-masing Hasnil Syarkawi sebagai Asisten administrasi umum, Melwizardi sebagai Kadis Pertanian, Yunizar sebagai Kepala Bappeda, Hermansyah sebagai Kadis Pengelolaan Pasar, Supadria Kadis Kebrsihan dan Pertamanan, Melfi Abra sebagai Inspektur dan Herry Rusli sebagai Kadis Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah.


Sementara dua pejabat eselon III yang promosi dari eselon IV adalah Asri sebagai Sekretaris Disbudpar dan Yetti Asra sebagai Kabid Pertanian, Perkebunan dan Kehutanan Dinas Pertanian. Sedangkan Nasril, mendapat amanah sebagai Kepala Bagian Humas menggantikan Alizar. Pejabat baru sebelumnya Sekretaris Bappeda, sedangkan Kabag Humas yang lama menempati posisi baru sebagai Kabid Penelitian, Pengembangan dan Kerjasama pada Bappeda.


Bahkan dalam arahannya Wali Kota Bukittinggi, bahwa mutasi pejabat merupakan sebuah keharusan dalam tubuh pemko Bukittinggi untuk penyegaran sekaligus merupakan ajang evaluasi kinerja para pejabat.


”Mutasi bukan hukuman, tetapi mutasi adalah pengukuran kinerja aparatur dalam mengemban amanah. Jadi saya minta kepada saudara yang dilantik agar menjalankan amanah sesuai dengan tugas dan fungsi pekerjaan masing-masing,” harap Ismet Amzis. (rul)

[ Red/Redaksi_ILS ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Presiden Baru, Pesawat Baru

AKHIRNYA Indonesia memiliki pesawat kepresidenan. Pesawat jenis Boeing Business Jet 2 (BBJ2) 737-800 kebiru-biruan itu kini sudah parkir di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta. Momentum datangnya pesawat kepresidenan itu juga tepat, yakni saat Indonesia menghadapi suksesi kepemimpinan. Pesawat yang memiliki rentang sayap 35,79 meter, tinggi 12,50 meter, dan panjang 38 meter tersebut akan dinikmati presiden ketujuh Republik Indonesia.

TNKB Belum Tersedia

Direktorat Lalulintas Polda Sumbar minta maaf atas belum tersedianya Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB). Kalau nanti TNKB sudah dikirim dari Korlantas Mabes Polri, pemilik kendaraan bermotor tidak perlu lagi membeli, sehubungan sewaktu membayar pajak perpanjangan STNK dan kendaraan baru sudah dibayar. Sekaitan dengan hal tersebut seluruh anggota Polantas di Polda Sumbar tidak perlu mempermasalahkan ada TNKB yang mati.

Selasa, 15 April 2014

Caleg Cemas Dicurangi

Indak usah dicamehan lai, Pak.......................!

 

Apoteker masih Terabaikan

Jan lo sampai tebang pilih, Pak.......................................!

 

UN Dipantau CCTV

Tapi baa kok bisa juo siswa caliak kunci jawaban tu, Pak.....................!