Jum'at, 18 April 2014 - 17 Jumadil Akhir 1435 H 20:06:42 WIB
METROPOLIS

Munarman: Pembubaran FPI Pengalihan Isu

Padang Ekspres • Kamis, 16/02/2012 11:31 WIB • (bis) • 502 klik

Padang, Padek—Desakan sejumlah kalangan membubarkan Front Pembela Islam (FPI), membuat pentolan FPI gerah. Panglima perang FPI Munarman menilai, wacana itu hanyalah pengalihan isu seiring banyaknya kasus besar menerpa partai penguasa di negeri ini.


”Mengapa di Jakarta isu ini (pembubaran FPI, red) sedemikian besar? Sebab, dihembuskan orang-orang partai penguasa. Untuk mengalihkan isu, FPI-lah sasaran paling gampang. Sederhana kok politiknya. Celakanya lagi, pemerintah kita terdiri dari orang-orang yang suka menutup isu dengan isu yang lain,” kata Munarman kepada Padang Ekspres saat jeda sidang korupsi STAIN Bukittinggi, di Pengadilan Tipikor Padang, kemarin (15/2) malam. Munarman sendiri tergabung dalam tim pengacara terdakwa Ismail, Ketua STAIN Bukittinggi.


Sebenarnya, kata mantan Ketua YLBHI ini, wacana pembubaran FPI bukanlah keinginan  masyarakat Indonesia. Tapi, lebih pada keinginan segelintir pihak terutama pihak-pihak selama ini merasa terusik dengan perjuangan FPI memberantas maksiat.


”Seluruh yang menolak FPI, yakni 60 orang yang mengatasnamakan mewakili masyarakat Indonesia di Bundaran Hotel Indonesia, terdiri dari bencong, perempuan yang suka mabuk dan dugem, homo seks, lesbian dan orang berselingkuh. Makanya, mereka menolak FPI,” tegas Munarman.
”Begitu juga di Kalimantan Tengah, yang menolak itu preman yang mengatasnamakan masyarakat adat. Koruptor dan bandar narkoba.

Kita punya data yang kuat,” tambahnya serta merinci siapa-siapa saja orang yang menggelar aksi penolakan FPI di bundaran HI Jakarta dan Kalimantan Tengah. Dia juga mengklaim masih banyak masyarakat Indonesia mendukung perjuangan FPI memerangi maksiat. ”Coba tanya ke orang pesantren, pasti mendukung FPI,” cetusnya.


FPI itu ada, katanya, karena keinginan masyarakat termasuk di Sumbar. FPI Sumbar berdiri sejak musibah gempa 2009 lalu. ”Saat itu, kita menurunkan relawan di sini (Sumbar, red).Tapi, kepengurusannya belum kita kukuhkan,” ujarnya.
Soal respons Kemendagri terkait adanya upaya pengetatan aturan ormas, Munarman memilih tak menanggapinya. ”Saya nggak mau nanggapi,” tuturnya.  (bis)

[ Red/Redaksi_ILS ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Presiden Baru, Pesawat Baru

AKHIRNYA Indonesia memiliki pesawat kepresidenan. Pesawat jenis Boeing Business Jet 2 (BBJ2) 737-800 kebiru-biruan itu kini sudah parkir di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta. Momentum datangnya pesawat kepresidenan itu juga tepat, yakni saat Indonesia menghadapi suksesi kepemimpinan. Pesawat yang memiliki rentang sayap 35,79 meter, tinggi 12,50 meter, dan panjang 38 meter tersebut akan dinikmati presiden ketujuh Republik Indonesia.

TNKB Belum Tersedia

Direktorat Lalulintas Polda Sumbar minta maaf atas belum tersedianya Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB). Kalau nanti TNKB sudah dikirim dari Korlantas Mabes Polri, pemilik kendaraan bermotor tidak perlu lagi membeli, sehubungan sewaktu membayar pajak perpanjangan STNK dan kendaraan baru sudah dibayar. Sekaitan dengan hal tersebut seluruh anggota Polantas di Polda Sumbar tidak perlu mempermasalahkan ada TNKB yang mati.

Selasa, 15 April 2014

Caleg Cemas Dicurangi

Indak usah dicamehan lai, Pak.......................!

 

Apoteker masih Terabaikan

Jan lo sampai tebang pilih, Pak.......................................!

 

UN Dipantau CCTV

Tapi baa kok bisa juo siswa caliak kunci jawaban tu, Pak.....................!