Sabtu, 19 April 2014 - 18 Jumadil Akhir 1435 H 14:02:57 WIB
BERITA DAERAH

Kota Bukittinggi

Tawuran Pelajar Dapat Diredam

Padang Ekspres • Berita Peristiwa • Selasa, 14/02/2012 13:05 WIB • (fd) • 1042 klik

Bukittinggi, Padek—Tawuran pelajar nyaris terjadi antara siswa SMKN 1 versus SMK Muhamadiyah Bukittinggi, siang kemarin, (13/2). Namun berhasil diredam petugas dari Polres dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Tapi  perkelahian antar pelajar tersebut menyebabkan dua orang pelajar terkena pukulan dan lemparan batu.


Menurut informasi yang dihimpun Padang Ekspres, perkelahian yang berbuntut penyerangan ke SMKN 1 di picu  pertandingan futsal antar pelajar. Dalam pertandingan tersebut masing-masing tim sepakat bagi tim yang kalah membayar sewa tempat bermain. Namun kesepakatan tersebut tidak ditepati oleh salah satu tim. Sehingga berujung bentrok.


Siswa SMKN Muhammadiyah yang kalah, sesuai kesepakatan awal harus membayar sewa lapangan Rp 60 ribu. Namun mereka hanya mau mebayar Rp 40 ribu dan siswa SMKN 1 juga tidak mau menambah  sebesar Rp 20 ribu. Sehingga terjadilah kesalah pahaman.


Setelah hampir satu minggu, kesalahpahaman tersebut berlanjut. Sekitar 4 orang siswa yang diduga dari SMK Muhamadiyah memukul Sarif Palito dan Rido Sanu Saputra, kelas XI dan Kelas X siswa SMKN 1. Meski tidak terjadi luka serius namun terlihat bekas memar pukulan di bagian belakang kepalanya.  


Merasa tidak senang, siswa SMKN 1 berkumpul untuk melakukan penyerangan. Namun hal itu bisa diredam aparat Polres dan Sat Pol PP Bukittinggi.


Sementara Wakil Kepala Kurikulum SMKN 1 Bukittinggi, Amnur menyebutkan  kejadian tersebut telah ditangani pihak kemanan.
Salah seorang warga yang berada di tempat terjadi tawuran, Tarok Bukittinggi, Iwan menyebutkan ada empat orang pelajar berpakaian celana seragam pramuka dan baju bebas dari sekolah yang diduga dari SMK Muhadiyah datang menyerang ke SMKN 1 Bukittinggi. Meski sempat terjadi kontak fisik antara pelajar, namun petugas bersama masyarakat bisa meredamnya.


“Ya sempat terjadi kontak fisik dan saling lempar. Namun petugas keamanan dapat segera mengamankan kejadian. Kelihatannya ada pelajar yang kena lemaparan dan tendangan,” terangnya.


Sementara Kepala Kantor Satuan Polisi Pamong  Praja Kota Bukittinggi, Syafnir melalui Kasi Operasinya Reka Syahrul menjelaskan, terjadi pemukulan oleh pelajar yang diduga dari SMK Muhamadiyah terhadap siswa SMKN 1.”Kejadian itu berawal dari pertandingan futsal dari ara siswa kedua sekolah. Sebab terjadi kesalah pahaman dalam kesepakatan pembayaran sewa bagi yang kalah. Namun persoalan itu sudah ditangani Satpol PP dan Polres Bukittinggi untuk di proses secara hukum,”ungkap Reka.  


Reka menjelaskan, orang yang melakukan penyerangan dan pemukulan terhadap siswa SMKN 1 tersebut menurut pihak SMKN Muhamadiyah bukanlah siswa  mereka. ”Setelah kita komfirmasi kepihak SMK Muhamadiyah, orang yang melakukan pemukulan dengan ciri-ciri yang kita dapatkan, bukan siswa mereka,” terangnya. (fd)

[ Red/Redaksi_ILS ]

Komentar Berita
Dari : STM1BKT
Selasa, 14/02/2012 - Jam 13:31 WIB
Anak yang menyerang STM negri itu semua memang bukan berasal dari STM MHD .. tapi mereka kompak untuk menyerang STM1 ..
Dan kata mereka .. akan menunggu dalam 1 minggu ini supaya pilosi dan aparat yang terkait tidak lagi berjaga di sekitar STM .
jadi saya mohon untuk bapak mengkonfirmasi koemntar saya ini . untuk dalam 1 bulan ini selalu berjaga di sekitar KE2 smk . karna KAMI TIDAK DAPAT UJIAN DENGAN TENANG !


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Presiden Baru, Pesawat Baru

AKHIRNYA Indonesia memiliki pesawat kepresidenan. Pesawat jenis Boeing Business Jet 2 (BBJ2) 737-800 kebiru-biruan itu kini sudah parkir di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta. Momentum datangnya pesawat kepresidenan itu juga tepat, yakni saat Indonesia menghadapi suksesi kepemimpinan. Pesawat yang memiliki rentang sayap 35,79 meter, tinggi 12,50 meter, dan panjang 38 meter tersebut akan dinikmati presiden ketujuh Republik Indonesia.

TNKB Belum Tersedia

Direktorat Lalulintas Polda Sumbar minta maaf atas belum tersedianya Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB). Kalau nanti TNKB sudah dikirim dari Korlantas Mabes Polri, pemilik kendaraan bermotor tidak perlu lagi membeli, sehubungan sewaktu membayar pajak perpanjangan STNK dan kendaraan baru sudah dibayar. Sekaitan dengan hal tersebut seluruh anggota Polantas di Polda Sumbar tidak perlu mempermasalahkan ada TNKB yang mati.

Selasa, 15 April 2014

Caleg Cemas Dicurangi

Indak usah dicamehan lai, Pak.......................!

 

Apoteker masih Terabaikan

Jan lo sampai tebang pilih, Pak.......................................!

 

UN Dipantau CCTV

Tapi baa kok bisa juo siswa caliak kunci jawaban tu, Pak.....................!