- 14:22 WIB
- 14:21 WIB
- 14:21 WIB
- 14:17 WIB
- 14:19 WIB
- 14:18 WIB
- 14:17 WIB
- 14:16 WIB
- 14:16 WIB
- 13:30 WIB
Daerah Perlu Insentif Petani
Padang Ekspres • Senin, 13/02/2012 12:08 WIB • (rdo) • 314 klik
Jakarta, Padek—Anggota Komisi IV DPR RI Hermanto meminta daerah perlu mengambil kebijakan pemberian insentif bagi petani. Hal ini akan memberikan dorongan sebagai jaminan atas ketahanan pangan yang tengan krisis. Di samping itu, kebijakan insentif merupakan keberpihakan kepada para petani sehingga kesejahteraan mereka menjadi meningkat.
Hermanto mengemukakan itu saat rapat dengar pendapat (RDP) dengan Dirut Perum Bulog, Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian beserta tujuh gubernur (Jateng, Jatim, Jabar, Sumut, Lampung, Sumsel, Sulsel) yang surplus beras, beberapa waktu lalu.
Lebih lanjut legislator PKS Dapil II Sumbar ini menambahkan, kenaikan HPP (Harga Pembelian Pemerintah) perlu dikaji lebih spesifik agar menetapkan harga keseimbangan yang menguntungkan bagi petani, tetapi tidak memicu gejolak inflasi sehingga dapat menekan impor beras.
”Kalau kita ingin memberikan kesejahteraan petani, maka akan lebih tepat sasaran kalau pemerintah memberikan insentif kepada petani by name by adress. Hal ini akan lebih tepat sasaran,” sebutnya.
Hermanto memberikan apresiasi kepada para gubernur yang telah berhasil surplus beras. ”Kalau dijumlahkan dari tujuh provinsi yang surplus beras ada sekitar 13 juta ton. Persoalannya, beras sebanyak itu di mana keberadaannya? Apakah di petani, tengkulak atau Bulog? Kalau sebagian besar beras adanya ditengkulak, maka Bulog jelas akan kesulitan,” paparnya.
Ia menyarankan untuk mendukung target surplus beras 10 juta ton, maka pemerintah perlu mengatasi alih fungsi lahan, kelangkaan pupuk, penyediaan sarana dan prasarana pertanian, penyediaan bibit baru dan mempercepat pencetakan sawah baru. (rdo)
[ Red/Redaksi_ILS ]
DARAH sudah muncrat. Demonstrasi yang mengiringi kenaikan harga BBM telah mengakibatkan beberapa orang dari kalangan pendemo, polisi, dan wartawan luka. Ini tentu menyedihkan. Yang lebih menyedihkan, mengapa bangsa kita tak jua bisa lepas dari ”ritual menyakitkan” seperti ini. Dari waktu ke waktu, selalu terjadi trilogi maut: kenaikan harga BBM-pertengkaran politik-demo keras. Ketika para pemangku kepentingan sibuk bertikai, harga barang lain sudah menyelinap naik.
Assalamualaikum wr wb, yth pimpinan RS M Djamil, sekadar masukan demi memajukan M Djamil. Kami baru pulang dari Jakarta dan HD kebetulan di RSCM Pusat kami rasakan disana layanan sangat bagus, perawatnya ramah-ramah, mereka diajarkan ilmu psikologi untuk melayani pasien tidak seperti di M Djamil yang perawatnya tidak familiar, terutama yang berinisial D, amat kasar mulutnya sama pasien. Jadi kalau masih tetap begini pelayanan M Djamil kami yakin tidak akan dapat untuk menjadi status layanan internasional. Semoga para pimpinan memperhatikannya. Wasaallam pasien HD, Selasa-Jumat CC Ibu kepala Dinkes Sumbar
Siswa Luar Serbu Padang
Batambah macet Padang mah.....................................!
Angin Ribut Landa Solok
Hati-hati beko talendo..........................!
Hanya 67 Persen Nikmati Air Bersih
Lai ndak sakik diare salabiahnyo tu..........................................?