Minggu, 20 April 2014 - 19 Jumadil Akhir 1435 H 00:02:15 WIB
NASIONAL

Syamsul Maarif Terima Gelar Sangsako

Padang Ekspres • Minggu, 12/02/2012 10:33 WIB • (fas) • 585 klik

Dinilai Berjasa: Syamsul Maarif bersama istri, Hj Nanik Kadaryani foto bersama G

Depok, Padek—Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Syamsul Maarif dan istrinya, Hj Nanik Kadaryani menerima permohonan Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Kabupaten Padangpariaman dan LKAAM Kota Pariaman untuk diberi gelar Sangsako.


Untuk Syamsul Maarif, gelar sangsako yang diterimanya, Yang dipertuan Raja Maulana Pagar Alam. Sementara untuk Hj Nanik Kadaryani diberi gelar Puti Reno Anggun Suri.


“Saya dan ibu menerima lamaran ini dan siap untuk mempertanggung jawabkannya,” tegas Syamsul Maarif didampingi Nanik Kadaryani di kediamannya, Rafles Hill, kawasan Cibubur, Depok, Jabar, Sabtu (11/2).


Dengan pemberian gelar ini, lanjut Syamsul, tentunya akan mempertinggi komitmen aparatur di BNPB untuk lebih maksimal dalam menjalankan kewajiban penanggulangan bencana alam khususnya di Sumbar dan Indonesia umumnya.


Di tempat yang sama, Ketua LKAAM Padangpariaman yang juga Wakil Gubernur Sumbar, Muslim Kasim saat menyampaikan permohonan pemberian gelar sangsako mengatakan disepakatinya Syamsul Maarif untuk diberi gelar karena sosok Kepala BNPB itu sudah banyak berbuat untuk Sumbar, utamanya pascagempa 30 September 2009.


“Sosok Syamsul Maarif sudah tidak asing lagi di Sumbar dan sudah sangat banyak berbuat untuk rakyat Sumbar,” kata Muslim Kasim,
Mulai hari pertama bencana alam, tanggap darurat, hingga rehabilitasi, menurut Muslim Kasim, sosok Kepala BNPB selalu hadir pada kesempatan awal sebelum bantuan lainnya mengalir ke lokasi-lokasi bencana alam di Sumbar.


Ditegaskannya, pemberian gelar sangsako ini bukanlah lahir begitu saja atau rekayasa pihak-pihak tertentu saja. “Prosesnya sudah dimulai semenjak 2011 dan diputus 18 Januari 2012 lalu melalui rapat LKAAM provinsi yang dihadiri seluruh ketua LKAAM kabupaten/kota,” tegas mantan Bupati Padangpariaman itu.


Di tempat yang sama, Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno menyatakan apresiasi yang sangat luar biasa atas keputusan Syamsul Maarif dan ibu menerima gelar Sangsako Minangkabau ini.


“Keputusan itu bukti dari Syamsul Maarif yang tidak asing lagi dengan adat-istiadat dan budaya masyarakat Minangkabau yang terkenal demokratis dan egaliternya,” ujar Irwan.


Irwan memastikan pemberian gelar Sasangko ini bukan rekayasa pihak tertentu atau sekelompok orang saja. Ditegaskan gubernur, pemberian gelar ini sudah melalui prosedur adat yang ketat yang berlaku di Minangkabau.


Menurut Irwan, gelar Sangsako yang diterima Syamsul Maarif dan ibu adalah Sangsako XIII. “Gelar sejenis antara lain juga diberikan kepada Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono dan Ibu, Taufik Kiemas dan Ibu serta Sri Sultan Hamengkubuwono X”.


Turut hadir, ninik mamak dari tujuh tumpak sembilan lareh di Padangpariaman dan Kota Pariaman, Ketua LKAAM Sumbar, Bupati Padangpariaman Ali Mukhni, Wako Pariaman Mukhlis Rahman, Bupati Pessel, Nasrul Abit dan sejumlah bupati/ walikota.


Selain itu, hadir mantan Menko Kesra Azwar Anas, Syamsu Djalal, Fasli Jalal serta tokoh pers Sumbar Basril Djabar, Wiztian Yoetri dan Darlis Sofyan. Juga hadir, Wakil Pimpinan Umum Padang Ekspres, Sukri Umar. Acara melewakan direncanakan berlangsung April mendatang di Sumbar. (fas)

[ Red/Redaksi_ILS ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Presiden Baru, Pesawat Baru

AKHIRNYA Indonesia memiliki pesawat kepresidenan. Pesawat jenis Boeing Business Jet 2 (BBJ2) 737-800 kebiru-biruan itu kini sudah parkir di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta. Momentum datangnya pesawat kepresidenan itu juga tepat, yakni saat Indonesia menghadapi suksesi kepemimpinan. Pesawat yang memiliki rentang sayap 35,79 meter, tinggi 12,50 meter, dan panjang 38 meter tersebut akan dinikmati presiden ketujuh Republik Indonesia.

TNKB Belum Tersedia

Direktorat Lalulintas Polda Sumbar minta maaf atas belum tersedianya Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB). Kalau nanti TNKB sudah dikirim dari Korlantas Mabes Polri, pemilik kendaraan bermotor tidak perlu lagi membeli, sehubungan sewaktu membayar pajak perpanjangan STNK dan kendaraan baru sudah dibayar. Sekaitan dengan hal tersebut seluruh anggota Polantas di Polda Sumbar tidak perlu mempermasalahkan ada TNKB yang mati.

Selasa, 15 April 2014

Caleg Cemas Dicurangi

Indak usah dicamehan lai, Pak.......................!

 

Apoteker masih Terabaikan

Jan lo sampai tebang pilih, Pak.......................................!

 

UN Dipantau CCTV

Tapi baa kok bisa juo siswa caliak kunci jawaban tu, Pak.....................!