Rabu, 23 April 2014 - 22 Jumadil Akhir 1435 H 21:23:54 WIB
NASIONAL

Jaksa ”Pemeras” Ditangkap Massa

Padang Ekspres • Sabtu, 04/02/2012 11:09 WIB • (aga/jpnn) • 262 klik

Jakarta, Padek—Ketegasan Kejaksaan Agung (Kejagung) dalam menindak para jaksa nakal kembali diuji. Seorang jaksa dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Batam bernama Jufrizal, ditangkap massa gara-gara kedapatan mengambil uang hasil pemerasan sebesar Rp 200 juta. Namun begitu, Kejagung tak kunjung menindak.


Alih-alih mengganjar sanksi, Jaksa Agung Muda Pengawasan (JAM Was) Marwan Effendy membela yang bersangkutan. Alasannya, Jufrizal sedang mengambil data dalam rangka penyelidikan. ”Dia saat itu sedang meminta data. Mungkin orang dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) ketakutan dan direkayasa seolah memeras,” kata Marwan usai Shalat Jumat, di Kejagung kemarin (3/2.)


Peristiwa itu bermula ketika Jufrizal mendatangi bundaran kantor Otorita Batam, Batam Center pada Kamis (2/2) lalu untuk menemui Suratno, pegawai Dinas Pekerjaan Umum (PU), dan kontraktor bernama Ali Akbar. Tempat tersebut merupakan lokasi penyerahan duit yang sudah disepakati.


Rupanya penyerahan duit itu sudah diendus beberapa rekan Suratno dan Ali yang mengamati dari jauh. Kepolisian setempat mengungkapkan, usai menerima duit di Batam Center, Jufrizal dikejar massa anggota ormas rekan Suratno dan Ali. Mereka hendak menangkap dan menyerahkannya kepada polisi. Jufrizal kabur dengan pengawalan sejumlah orang yang diduga oknum jaksa. Saat terpojok, Jufrizal disebutkan sempat mengacungkan senjata.


Marwan membela jaksa Jufrizal. Jufrizal memang mengatakan meminta duit. Tapi, itu hanya untuk menakut-nakuti. Jika akhirnya duit diserahkan, jaksa tersebut akan menangkap keduanya. ”Dia (Jufrizal) nggak tahu bahwa ada uang di situ. Niatnya memang mengambil data,” kata mantan Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur itu.


Mantan Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (JAM Pidsus) itu menambahkan, pihaknya belum bisa memutuskan sanksi untuk Jufrizal. Alasannya, informasi kejadian masih simpang siur. Dia juga masih menunggu laporan tertulis dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepulauan Riau sebagai atasan Kejati Batam.


Jajaran JAM Was sedang disorot karena kurang tegas mengganjar sanksi untuk para jaksa nakal. Ketua Komisi Kejaksaan (Komjak) Halius Hosein bahkan sampai harus meminta berulang-ulang agar jaksa nakal dipidanakan. Marwan selalu menolak dengan alasan tidak adanya alat bukti yang cukup. Kasus yang terakhir adalah pada pemerasan yang dilakukan Kepala Kejaksaan Negeri Takalar Rakhmat Haryanto.


”Masalahnya itu orang (Halius Hosein, red.) nggak mengerti soal pembuktian. Itu kan baru keterangan satu saksi unus testis nullus testis (satu saksi bukan dianggap saksi.). Kalau mau dihukum dengan cara itu, silakan saja,” katanya. (aga/jpnn)

[ Red/Redaksi_ILS ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Lokomotif tanpa Gerbong

KEPUTUSAN Ketua Umum Partai Persatuan Pem­ba­ngu­nan (PPP) Suryadharma Ali (SDA) berkoalisi dengan Partai Gerindra tanpa syarat, ternyata berbuntut panjang.

Belum Terima Elpiji

YTH bapak Wali Kota Padang yang baru. Kami warga RW 6, Guo Kuranji sampai sekarang belum menerima paket gas elpiji 3 Kg. Tolong di percepat karena minyak tanah harganya sudah naik.

Rabu ,23 April 2014

18 Caleg Incumbent Lolos

Agiah lo kesempatan yang baru-baru ko lai...........................!

 

Kepsek Pemukul Siswa jadi Tersangka

Proses sesuai hukum, Pak polisi...................................!

 

DPRD Pessel Diisi Wajah Baru

Lah tibo lo masonyo mah..............................!