Rabu, 23 April 2014 - 22 Jumadil Akhir 1435 H 17:23:07 WIB
INTERNASIONAL

Try Sutrisno yang Tetap Bugar Memasuki Usia 77

Tak Mau Urus Politik, Khawatir Malah Ngrepotin

Padang Ekspres • Kamis, 02/02/2012 12:10 WIB • (***) • 809 klik

Tetap Bugar: Try Sutrisno bersama Presiden SBY, di Istana Negara Jakarta, bebera

Karir Try Sutrisno sangat cemerlang pada era Orde Baru. Yakni, mencapai kursi RI 2. Di awal reformasi Try sempat aktif di parpol. Sekarang apa?

 


HAMPIR setengah jam Try Sutrisno berdiri di podium. Dia berbicara panjang lebar menanggapi isu amandemen kelima yang tengah hangat bergulir. Kata-katanya runtut, penuh improvisasi di luar materi tertulis yang telah disiapkan.


”Walaupun disebut bentuk NKRI, kenyataannya bentuk negara hasil perubahan sudah dirancang menuju negara federal,” kata Try yang didaulat menjadi salah seorang pembicara dalam acara pekan konstitusi di Sekretariat International Conference of Islamic Scholar (ICIS), Jalan Dempo, Pegangsaan, Jakarta Pusat, Senin (30/1).


Untuk seseorang yang pada 15 November tahun ini genap berusia 77 tahun, kondisi Try memang terlihat sangat prima. Bahkan, setelah moderator menutup diskusi, dia masih terlihat asyik berdiskusi dengan sejumlah koleganya sambil berdiri. Tak kurang dari 20 menit dia larut dalam pembicaraan. ”Alhamdulillah. Doanya ya,” kata Try kepada JPNN yang menyentil soal kondisi fisiknya itu.


Ketika rezim Orba runtuh dan masuk ke era reformasi, nama Try seolah meredup. Meskipun tidak sampai tenggelam sama sekali, setidaknya sudah tidak ”seterang” saat dia masih menjadi Wapres. Tidak seperti sejumlah purnawirawan jenderal lain yang terus aktif berkiprah di dunia politik, Try rupanya menarik diri.


Sekitar pertengahan 1998, Try memang pernah tercatat aktif dalam Gerakan Keadilan dan Persatuan Bangsa (GKPB). Sejumlah nama ikut bergabung. Di antaranya, Siswono Yudhohusodo, Sarwono Kusumaatmaja, dan Hayono Isman. Menyongsong Pemilu 1999, gerbong Try di GKPB mendorong terbentuknya parpol baru. Akhirnya, terbentuklah Partai Keadilan dan Persatuan (PKP) pada 15 Januari 1999 dengan Edi Sudradjat menjabat ketua umum dan Hayono Isman menjadi sekretaris jenderal.


Setelah itu, kiprah Try di dunia politik praktis tak terdengar. ”Saya nggak menghilang kok. Ada di rumah,” candanya, lantas tertawa. Pria kelahiran Surabaya, Jawa Timur, itu menuturkan bahwa dirinya sempat menjadi ketua umum Persatuan Purnawirawan ABRI (Pepabri) dan ketua Dewan Pembina Pepabri. ”Sekarang saya juga aktif di pendidikan. Ibu (istri, red) ada sekolah Krida Nusantara di Bandung. Saya sebagai penasihat,” cerita Try.


Mengapa tidak terus aktif di parpol seperti sejumlah purnawirawan jenderal yang lain? ”Saya ini wis tua, Dik. Energi nggak ada. Buat apa saya terjun? Nanti malah ngerepotin. Saya ingin menjadi orangtua yang betul-betul bisa memakai ’ketuaan’ saya.

Kalau ada yang datang ke rumah, mari ngobrol. Begitu saja. Kalau disuruh aktif, saya ini sudah nggak kuat, sudah lanjut lah,” jawab alumnus Akabri angkatan 1959 itu. (***)

[ Red/Redaksi_ILS ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Lokomotif tanpa Gerbong

KEPUTUSAN Ketua Umum Partai Persatuan Pem­ba­ngu­nan (PPP) Suryadharma Ali (SDA) berkoalisi dengan Partai Gerindra tanpa syarat, ternyata berbuntut panjang.

Belum Terima Elpiji

YTH bapak Wali Kota Padang yang baru. Kami warga RW 6, Guo Kuranji sampai sekarang belum menerima paket gas elpiji 3 Kg. Tolong di percepat karena minyak tanah harganya sudah naik.

Rabu ,23 April 2014

18 Caleg Incumbent Lolos

Agiah lo kesempatan yang baru-baru ko lai...........................!

 

Kepsek Pemukul Siswa jadi Tersangka

Proses sesuai hukum, Pak polisi...................................!

 

DPRD Pessel Diisi Wajah Baru

Lah tibo lo masonyo mah..............................!