Jum'at, 18 April 2014 - 17 Jumadil Akhir 1435 H 22:38:29 WIB
RAKYAT SUMBAR

Larangan Merokok

70 Persen Perokok Miskin

Padang Ekspres • Jumat, 22/04/2011 11:24 WIB • herry • 412 klik

Seminar Antimerokok: Anggota Lembaga Menanggulangi Masalah Merokok (LM3), Fuad B

Sawahlunto, Padek—Merokok menjadi salah satu penyebab kemiskinan keluarga. Berdasarkan survei Dinas Kesehatan Sawahlunto terhadap 7.472 orang responden perokok, tercatat 85,2 persen rumah tangga yang merokok.
Akibat rokok tersebut, terjadi kerugian Rp64 juta per hari. Parahnya lagi, para perokok di Kota Arang ini 70 persen berasal dari keluarga miskin atau warga yang penghasilannya di bawah Rp1 juta.
Kondisi memprihatinkan ini menyebabkan Wali Kota Sawahlunto, Amran Nur merasa prihatin dan mengeluarkan imbauan larangan merokok di tempat publik. Seperti rumah sakit, puskesmas dan polindes.


Ia juga mengaku prihatin dengan prilaku masyarakat yang menghabiskan mata pencahariannya untuk rokok. Karena itu, pihaknya melarang warga kota merokok karena bukan perbuatan mendidik. Ia juga meminta dinas terkait meningkatkan penyuluhan bahaya dan kerugian mengkonsumsi rokok.


Menurut Amran Nur, dilarangnya merokok pada tempat tertentu selain di lokasi rumah sakit, juga pada tempat-tempat proses belajar dan mengajar seperti di sekolah-sekolah. Mulai dari sekolah dasar (SD) hingga ke perguruan tinggi, dan perkantoran pemerintah.


Bagaimanakah dengan pejabat pemerintah yang merokok. “Kami tidak melarang orang merokok. Silakan saja merokok pada tempat tertentu. Yang tidak dibolehkan itu, berbaur antara perokok dengan orang yang tidak merokok (perokok pasif, red),” ulasnya.


“Ada empat kali lipat bahaya penyakit yang akan ditimbulkan oleh asap rokok tersebut kepada perokok pasif. Silakan merokok, tetapi pada lokasi yang sudah ditentukan,” kata Amran Nur.
Lokasi lainnya melalui imbauan wali kota ini, seperti di rumah-rumah ibadah, dalam ruang pertemuan rapat pemerintah dan kendaraan umum. Wako mengimbau segenap warganya, agar kepala keluarga yang merokok, supaya merokok ke luar rumah, sehingga asap rokok yang berbahaya itu tak dihirup perokok pasif, yaitu anak-anak dan istrinya. (*)

[ Red/Redaksi_ILS ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Presiden Baru, Pesawat Baru

AKHIRNYA Indonesia memiliki pesawat kepresidenan. Pesawat jenis Boeing Business Jet 2 (BBJ2) 737-800 kebiru-biruan itu kini sudah parkir di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta. Momentum datangnya pesawat kepresidenan itu juga tepat, yakni saat Indonesia menghadapi suksesi kepemimpinan. Pesawat yang memiliki rentang sayap 35,79 meter, tinggi 12,50 meter, dan panjang 38 meter tersebut akan dinikmati presiden ketujuh Republik Indonesia.

TNKB Belum Tersedia

Direktorat Lalulintas Polda Sumbar minta maaf atas belum tersedianya Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB). Kalau nanti TNKB sudah dikirim dari Korlantas Mabes Polri, pemilik kendaraan bermotor tidak perlu lagi membeli, sehubungan sewaktu membayar pajak perpanjangan STNK dan kendaraan baru sudah dibayar. Sekaitan dengan hal tersebut seluruh anggota Polantas di Polda Sumbar tidak perlu mempermasalahkan ada TNKB yang mati.

Selasa, 15 April 2014

Caleg Cemas Dicurangi

Indak usah dicamehan lai, Pak.......................!

 

Apoteker masih Terabaikan

Jan lo sampai tebang pilih, Pak.......................................!

 

UN Dipantau CCTV

Tapi baa kok bisa juo siswa caliak kunci jawaban tu, Pak.....................!