- 13:48 WIB
- 14:00 WIB
- 14:00 WIB
- 13:59 WIB
- 13:58 WIB
- 13:57 WIB
- 13:46 WIB
- 13:47 WIB
- 13:43 WIB
- 13:44 WIB
Kekerasan di SMK Pelayaran
Trauma, Siswa Yunior Berhenti Sekolah
Padang Ekspres • Selasa, 24/01/2012 12:45 WIB • (a/mg10) • 1538 klik
Aiapacah, Padek—Tindak kekerasan di dunia pendidikan masih saja terjadi. Beberapa siswa SMK Pelayaran memilih ke luar dari sekolah, karena trauma dipukuli senior. Bahkan, ada yang putus sekolah karena tidak ada lagi biaya pindah sekolah.
Seperti dialami Rian, Bima, dan Adri, mantan siswa kelas satu SMK Pelayaran Padang tahun masuk 2011. Sementara, Kepala SMK Pelayaran Sudirman menampik telah melakukan pembiaran terhadap kekerasan di sekolah.
“Kadang mereka menutup papan nama di seragam mereka. Kemudian dia menanyakan siapa namanya. Jika kita tidak tahu, mereka langsung memukul kita,” kata Fatmayenni, 46, ibu Rian sekaligus wali murid dari Bima kepada Padang Ekspres, kemarin.
Begitu juga Bima, mengaku pernah dipukuli di depan kelas dan di kamar mandi. “Siapa yang tidak hadir hari Sabtu, maju ke depan, kata senior. Lalu saya maju dan dipukuli bersama seorang teman lainnya,” cerita Bima.
Ketika itu, orangtua wali Bima sempat melaporkan kejadian ini ke pihak sekolah. Namun, pihak sekolah hanya menanggapi dengan surat perjanjian tanpa ada kebijakan untuk mengubah keadaan.
“Ketika itu sudah ada surat perdamaian dengan sekolah. Ternyata seminggu kemudian terjadi lagi. Akhirnya anak saya tidak mau lagi sekolah karena takut dipukuli,” kata Fatmayenni.
Yang paling parah dialami, Adri. Saat ini dia menjadi pengangguran. Tak tahan kekerasan yang dialaminya, dia memutuskan berhenti sekolah. “Sekarang, dia menganggur, mau masuk sekolah lagi, belum ada biaya. Duit masuk SMK yang banyak itu terbuang begitu saja,” ujar salah seorang kerabatnya.
Fatmayenni telah melaporkan kejadian ini ke Polresta Padang sejak September 2011 dengan nomor LP 1584/K/IX/2011-Resta.
“Seharusnya pihak sekolah juga memberi sanksi siswa senior itu. Kejadiannya berulang-ulang di sekolah, tapi tidak ada tindak lanjut dan ketegasan sekolah,” kata Fatmayenni.
Tak Ada Pembiaran
Menanggapi itu, Kepala SMK Pelayaran Sudirman menampik telah melakukan pembiaran adanya kekerasan di sekolah. “Kami sudah beri sanksi terhadap siswa yang melakukan kekerasan. Kami juga sudah sosialisasikan melalui guru-guru agar siswa tidak melakukan kekerasan terhadap juniornya,” kata Sudirman ketika dihubungi Padang Ekspres.
Kabid Pendidikan Menengah Disdik Jufril Siri ketika dikonfirmasi, menegaskan segera meninjau sekolah itu. “Kita akan cek. Kalau terbukti, akan kita benahi dan beri sanksi,” kata mantan Kepala SMAN 1 Padang ini.
Pengamat pendidikan dari UNP, Ali Zamar yang juga konselor pendidikan menegaskan, kasus ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut. “Mereka masih sekolah menengah, sedang di IPDN saja yang sudah perguruan tinggi perilaku itu harus dihentikan. Kalau terus terjadi, dikhawatirkan ada yang lupa diri dan memukul siswa yang bisa mengakibatkan kematian,” kata Pembantu Rektor III UNP ini.
Dia menjelaskan, masih banyak jenis hukuman lain yang lebih mendidik dan bisa menanamkan jiwa disiplin pada anak. Misalnya, dengan olahraga, membersihkan sampah, dan lainnya. “Kalau itu terus dibiarkan, maka akan timbul dendam pada anak. Ketika dia menjadi senior nanti, dia akan melakukan hal yang serupa,” kata pria berkaca mata ini. (a/mg10)
[ Red/Redaksi_ILS ]
Harapan Realistis di Piala Sudirman
PEREBUTAN lambang supremasi bulu tangkis dunia beregu campuran, Piala Sudirman, mulai berlangsung Minggu (19/5) di Kuala Lumpur, Malaysia. Tim-tim unggulan dengan mudah melewati hadangan pertama dengan mengalahkan rival-rivalnya secara meyakinkan. Tiongkok yang berada di grup 1 A secara meyakinkan menggilas India dengan skor telak 5-0. Begitu juga Denmark yang menjadi unggulan di grup 1 D menundukkan Singapura 4-1.
![]()
Kepada Yth Manager Pertamina unit pemasaran gas Sumbar, kami masyarakat sebagai pemakai gas elpiji untuk rumah tangga, café, retoran, hotel dan industri rumah tangga mengusulkan kepada PT Pertamina unit pemasaran gas Sumbar untuk membuat DPG di Kota Padang (seperti DPO BBM yang telah ada di Bungus Teluk Kabung. Dimana selama ini para distributor gas elpiji mengisi gas di Pekanbaru/Dumai Riau yang membutuhkan cost yang mahal dan tinggi.
Kesejahteraan Dokter Minim
Pi umumnyo dokter ko kayo ndak........?
Dana Bantuan tak Kunjung Turun
Juluak lah rami-rami .................................!
Lareh Sago Halaban Berjaya
Rakyaik lai sejahtera lo................................?