Selasa, 21 Mei 2013 - 11 Rajab 1434 H 18:22:38 WIB
METROPOLIS

Kekerasan di SMK Pelayaran

Trauma, Siswa Yunior Berhenti Sekolah

Padang Ekspres • Selasa, 24/01/2012 12:45 WIB • (a/mg10) • 1538 klik

Aiapacah, Padek—Tindak kekerasan di dunia pendidikan masih saja terjadi. Beberapa siswa SMK Pelayaran memilih ke luar dari sekolah, karena trauma dipukuli senior. Bahkan, ada yang putus sekolah karena tidak ada lagi biaya pindah sekolah.


Seperti dialami Rian, Bima, dan Adri, mantan siswa kelas satu SMK Pelayaran Padang tahun masuk 2011. Sementara, Kepala SMK Pelayaran Sudirman menampik telah melakukan pembiaran terhadap kekerasan di sekolah.


“Kadang mereka menutup papan nama di seragam mereka. Kemudian dia menanyakan siapa namanya. Jika kita tidak tahu, mereka langsung memukul kita,” kata Fatmayenni, 46, ibu Rian sekaligus wali murid dari Bima kepada Padang Ekspres, kemarin.


Begitu juga Bima, mengaku pernah dipukuli di depan kelas dan di kamar mandi. “Siapa yang tidak hadir hari Sabtu, maju ke depan, kata senior. Lalu saya maju dan dipukuli bersama seorang teman lainnya,” cerita Bima.


Ketika itu, orangtua wali Bima sempat melaporkan kejadian ini ke pihak sekolah. Namun, pihak sekolah hanya menanggapi dengan surat perjanjian tanpa ada kebijakan untuk mengubah keadaan.


“Ketika itu sudah ada surat perdamaian dengan sekolah. Ternyata seminggu kemudian terjadi lagi. Akhirnya anak saya tidak mau lagi sekolah karena takut dipukuli,” kata Fatmayenni.


Yang paling parah dialami, Adri. Saat ini dia menjadi pengangguran. Tak tahan kekerasan yang dialaminya, dia memutuskan berhenti sekolah. “Sekarang, dia menganggur, mau masuk sekolah lagi, belum ada biaya. Duit masuk SMK yang banyak itu terbuang begitu saja,” ujar salah seorang kerabatnya.


Fatmayenni telah melaporkan kejadian ini ke Polresta Padang sejak September 2011 dengan nomor LP 1584/K/IX/2011-Resta.
“Seharusnya pihak sekolah juga memberi sanksi siswa senior itu. Kejadiannya berulang-ulang di sekolah, tapi tidak ada tindak lanjut dan ketegasan sekolah,” kata Fatmayenni.


Tak Ada Pembiaran
Menanggapi itu, Kepala SMK Pelayaran Sudirman menampik telah melakukan pembiaran adanya kekerasan di sekolah. “Kami sudah beri sanksi terhadap siswa yang melakukan kekerasan. Kami juga sudah sosialisasikan melalui guru-guru agar siswa tidak melakukan kekerasan terhadap juniornya,” kata Sudirman ketika dihubungi Padang Ekspres.


Kabid Pendidikan Menengah Disdik Jufril Siri ketika dikonfirmasi, menegaskan segera meninjau sekolah itu. “Kita akan cek. Kalau terbukti, akan kita benahi dan beri sanksi,” kata mantan Kepala SMAN 1 Padang ini.


Pengamat pendidikan dari UNP, Ali Zamar yang juga konselor pendidikan menegaskan, kasus ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut. “Mereka masih sekolah menengah, sedang di IPDN saja yang sudah perguruan tinggi perilaku itu harus dihentikan. Kalau terus terjadi, dikhawatirkan ada yang lupa diri dan memukul siswa yang bisa mengakibatkan kematian,” kata Pembantu Rektor III UNP ini.


Dia menjelaskan, masih banyak jenis hukuman lain yang lebih mendidik dan bisa menanamkan jiwa disiplin pada anak. Misalnya, dengan olahraga, membersihkan sampah, dan lainnya. “Kalau itu terus dibiarkan, maka akan timbul dendam pada anak. Ketika dia menjadi senior nanti, dia akan melakukan hal yang serupa,” kata pria berkaca mata ini.  (a/mg10)

[ Red/Redaksi_ILS ]

Komentar Berita
Dari : ripai
Selasa, 14/02/2012 - Jam 13:51 WIB
setuju aturan yang penuh disiplin
Dari : ronny
Rabu, 25/01/2012 - Jam 16:14 WIB
Tindakan kedisiplin yg terjadi di SMK Pelayaran Padang belum seberapa bila dibandingkan dgn kedisiplinan yg terjadi di lapangan kerja sebagai seorang pelaut. Jadi bagus lah buat bima n semua taruna yg ga kuat sekolah di SMK Pelayaran untuk drop out sbb nanti mereka akan menghadapi kedisiplinan yg lebih keras.
Dari : deril
Rabu, 25/01/2012 - Jam 12:38 WIB
untuk jadi seorang pelaut dibutuhkan kedisiplinan yang tinggi, klau dia tidak hadir disaat disuruh datang kemudian diberi sanksi disiplin lantas mengadu ke polisi mau jadi apa sekolah itu? kalu merasa tidak sanggup untuk mengikuti pelajaran kemudian dia keluar dari sekolah apakah kita harus melaporkan sekolah ke polisi?
kalau kita tidak mampu mengikuti sistem sekolah yang penuh disiplin lantas memilih menganggur apakah kita juga akan menyalahkan sekolah?
Rabu, 25/01/2012 - Jam 11:46 WIB
saya alumni dr spm padang thn 1995/1996 nama riko adia katrian angkatan k 3,saya skrg krj di prshn pelayaran nasional pt.habco primatama sebagai nakhoda di TB.Bahar 77.tanggapan saya mengenai kekerasan itu,adalah wajar dlm membentuk manusia yg di siplin tinggi,unt persiapan bekal nanti klu sdh krj di kapal.di tampar di tendang sdh makanan kami dl wkt sklh,skrg lht lah hasil dr disiplin yg keras itu,byk para alumni yg berhsl/dipercaya sm prshn pelayaran baik dalam maupun luar negri.unt itu hrsnya koran2 di pdg hrs memberitakan yg berimbang,hingga msyrkt tau,maksud dan tujuan disiplin yg keras di sekolah pelayaran..trmksh
Dari : popeye
Selasa, 24/01/2012 - Jam 22:29 WIB
pesan saya kalau kalian tidak mau di didik untuk disiplin jangan masuk ke SPM Padang..sklh aja di SMU biasa...klw kalian masuk ke SPM padang qamu harus ikut peraturan yg berlaku...klw masalah didikan untuk hukuman memungut sampah..olah raga..itu hukuman anak TK..bukan hukuman seorang Taruna... yang kamu hadapi di tengah laut nanti hukum alam..lebih kejam dari hukuman senior kamu...jadi,,semua itu pasti ada sebab mangapa senior melakukan hukuman fisik...buat junior2 yg masih aktif di SPM padang kalian pikirkan orang tua kalian kasian sm orang tua kalian...lanjutkan perjuangan kalian...jangan berhenti di tengah jalan...semoga kalian menjadi pelaut yg handal...untuk pihak sklh tlng bersikap bijak sana...jangan kalian ikuti teman kalian yg 3 orang ini...mental banci...jalesveva jayamahe...


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Harapan Realistis di Piala Sudirman

PEREBUTAN lambang supremasi bulu tangkis dunia beregu campuran, Piala Sudirman, mulai berlangsung Minggu (19/5) di Kuala Lumpur, Malaysia. Tim-tim unggulan dengan mudah melewati hadangan pertama dengan mengalahkan rival-rivalnya secara meyakinkan. Tiongkok yang berada di grup 1 A secara meyakinkan menggilas India dengan skor telak 5-0. Begitu juga Denmark yang menjadi unggulan di grup 1 D menundukkan Singapura 4-1.

Bikin Depo Gas di Padang

Karikatur: Ferdie

Kepada Yth Manager Pertamina unit pema­saran gas Sumbar, kami masyarakat sebagai pemakai gas elpiji untuk rumah tangga, café, retoran, hotel dan industri rumah tangga  mengusulkan kepada PT Pertamina unit pemasaran gas Sumbar untuk membuat DPG di Kota Padang (seperti DPO BBM yang telah ada di Bungus Teluk Kabung. Dimana selama ini para distributor gas elpiji mengisi gas di Pekanbaru/Dumai Riau yang membutuhkan cost yang mahal dan tinggi.

Selasa, 21 Mei 2013

Kesejahteraan Dokter Minim

Pi umumnyo dokter ko kayo ndak........?

 

Dana Bantuan tak Kunjung Turun

Juluak lah rami-rami .................................!

 

Lareh Sago Halaban Berjaya

Rakyaik lai sejahtera lo................................?