Minggu, 20 April 2014 - 19 Jumadil Akhir 1435 H 22:51:09 WIB
PRO SUMBAR

ABS-SBK belum Mampu Ubah Prilaku

Padang Ekspres • Senin, 23/01/2012 13:36 WIB • (mg15) • 216 klik

Painan, Padek—Implementasi filosofi adat basandi syara, syara basandi kitabullah (ABS-SBK) belum sepenuhnya mampu mengubah prilaku masyarakat. Karena itu perlu pendekatan, baik secara teoritis maupun secara empiris.


“Padahal ABS-SBK adalah karakteristik dan jati diri utama masyarakat Minangkabau yang seyogyanya mampu meningkatkan pemahaman dan pengamalan nilai-nilai budaya yang bersumber pada syara,”.ujar  Bupati Pesisir Selatan Nasrul Abit kemarin.


Implementasinya  terlihat pembangunan keagamaan terkonsentrasi pada lahan keagamaan yang sempit sehingga ranah kaffah belum terjangkau secara maksimal, seperti pada ranah ekonomi dan budaya.Mestinya ada upaya k earah tersebut, agar tidak semakin terpuruknya  moralitas  masyarakat, terutama generasi muda, kembali galakkan budaya ke surau, galang ninik mamak untuk bisa mengendalikan kemenakannya ke arah yang lebih baik.


“Untuk itu pemerintah Kabupaten Pessel telah mengimplementasikan ABS-SBK dengan adanya beberapa kegiatan” ujarnya
Antara lain pesatren kilat pada bulan Ramadhan, didikan Subuh, uji baca Al Quran  bagi siswa yang melanjutkan pendidikan ke SMP dan calon pengantin serta bantuan bagi guru mengaji.


Kalau ini selalu  bisa dilakukan maka Kabupaten Pesisir Selatan sudah mampu  menjadikan penduduknya lebih religius dan berbudaya. Namun ternyata, hal itu belum mampu menjadikan sebagian besar penduduk memahami dan mengamalkan ajaran agama secara baik dalam kehidupan individu, kelompok, dan bermasyarakat.


“Sepertinya  keseriusan dalam pemecahan masalah ini secara sistematik, komprehensif dan konsisten maka semua keinginan tersebut bisa terlaksana,” akhinya. (mg15)

[ Red/Redaksi_ILS ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Presiden Baru, Pesawat Baru

AKHIRNYA Indonesia memiliki pesawat kepresidenan. Pesawat jenis Boeing Business Jet 2 (BBJ2) 737-800 kebiru-biruan itu kini sudah parkir di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta. Momentum datangnya pesawat kepresidenan itu juga tepat, yakni saat Indonesia menghadapi suksesi kepemimpinan. Pesawat yang memiliki rentang sayap 35,79 meter, tinggi 12,50 meter, dan panjang 38 meter tersebut akan dinikmati presiden ketujuh Republik Indonesia.

TNKB Belum Tersedia

Direktorat Lalulintas Polda Sumbar minta maaf atas belum tersedianya Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB). Kalau nanti TNKB sudah dikirim dari Korlantas Mabes Polri, pemilik kendaraan bermotor tidak perlu lagi membeli, sehubungan sewaktu membayar pajak perpanjangan STNK dan kendaraan baru sudah dibayar. Sekaitan dengan hal tersebut seluruh anggota Polantas di Polda Sumbar tidak perlu mempermasalahkan ada TNKB yang mati.

Selasa, 15 April 2014

Caleg Cemas Dicurangi

Indak usah dicamehan lai, Pak.......................!

 

Apoteker masih Terabaikan

Jan lo sampai tebang pilih, Pak.......................................!

 

UN Dipantau CCTV

Tapi baa kok bisa juo siswa caliak kunci jawaban tu, Pak.....................!