Kamis, 24 April 2014 - 23 Jumadil Akhir 1435 H 07:46:38 WIB
METROPOLIS

Melihat Pengelolaan Bank Sampah di Pegambiran

Bernilai Ekonomis, Lingkungan pun Bersih

Padang Ekspres • Jumat, 20/01/2012 12:01 WIB • Gusriyono, Pegambiran • 1267 klik

TINJAU BANK SAMPAH: Lurah Tanjung Priok, Jakarta Utara, Ade Himawan bersama tim

Hampir setiap kota memiliki permasalahan dengan sampah. Karena itu diperlukan solusi kreatif yang mampu mengurangi timbunan sampah-sampah tersebut. Salah satunya melalui bank sampah. Bagaimana pengelolaan bank sampah ini?


KEBERADAAN bank sampah sangat dibutuhkan di Padang. Apalagi, kota tercinta ini termasuk produktif memproduksi berton-ton sampah tiap harinya. Selain mengurangi tumpukan sampah, bank sampah juga mampu memberikan penghasilan dan menggerakkan ekonomi masyarakat.
Di Padang, ada tiga bank sampah yang dikelola secara swadaya melalui pembinaan Bapedalda Padang dari bantuan CSR (corporate social responsibility) PT Pelindo II.


“Makanya kita antusias mempromosikan dan menyosialisasikan bank sampah ini kepada masyarakat. Termasuk dalam pendanaannya, kami mengharapkan bantuan CSR dari BUMN, BUMD, dan perusahaan swasta di Padang,” kata Kepala Bapedalda Padang, Indang Dewata didampingi Kabid Penaatan Lingkungan, Helmi Hasan kepada Padang Ekspres, kemarin (19/1).


Dengan bank sampah, kata Indang, warga bisa disiplin mengelola sampah dan mendapatkan tambahan pemasukan dari sampah-sampah yang mereka kumpulkan.


Untuk Padang, Indang memperkirakan butuh 104 bank sampah yang dikelola pada tingkat kelurahan, RW, hingga RT. Saat ini sudah ada 3 bank sampah, yaitu Bank Sampah Sahabat Alam di Pegambiran, Bank Sampah Barokah Assalam di Cangkeh, dan Bank Sampah Hidayah di Bandarbuat. Ketiganya dibantu PT Pelindo II, masing-masingnya Rp 87.300.000 untuk Sahabat Alam, Rp 80.630.000 untuk Barokah Assalam, dan Rp 72.690.000 untuk Hidayah.


 Bank sampah tersebut telah diluncurkan pada 10 Januari lalu, dan sekarang sudah dimulai operasionalnya.
“Dengan adanya bank sampah ini, sasaran kita, terbangunnya sistem pengelolaan terpadu berbasis masyarakat. Kemudian terakomodirnya sampah yang selama ini tidak punya nilai. Serta, tidak menumpuknya sampah di TPA. Sebab, nantinya, sampah yang akan diangkut ke TPA itu, yang benar-benar tidak bisa direduksi atau daur ulang lagi,” ungkapnya.


Ditambahkan Helmi Hasan, produk-produk bank sampah ini akan dipamerkan di Plaza Andalas pada Februari nanti, sebagai bagian dari promosi dan sosialisasi kepada masyarakat.


Lurah Pegambiran, Mur Ikhwan mengungkapkan, program ini bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungan. Yaitu, membantu masyarakat untuk belajar memilah sampah organik dan nonorganik. Sampah nonorganik bisa ditabungkan ke bank sampah sementara sampah organik bisa dimanfaatkan untuk kompos. Dengan begitu, sampah memiliki nilai ekonomis.


Pengurus Bank Sampah Sahabat Alam di Pegambiran, Sugianto menuturkan, pengelolaannya akan dilakukan seperti manajemen perbankan. Bank sampah yang dijalankan 12 pengurus tersebut telah terdaftar dan berbadan hukum koperasi. Sedangkan tempat perkantoran dan produksinya sedang dibangun di atas tanah seluas 7.500 meter persegi milik pemerintah kota.


“Kita sudah mulai sosialisasikan ini sejak 2010 lalu. Sekarang sudah disebar formulir pendaftaran bagi yang ingin menjadi nasabah bank sampah di sekitar kelurahan Pegambiran. Di sini masyarakat yang menjadi nasabah bisa menabung pakai sampah, yang dikonversi ke rupiah berdasarkan berat dan jenisnya. Kalau ada nasabah yang mau kredit atau pinjam uang, bayarnya juga nanti pakai sampah,” kata Sugianto.


Sementara itu, Lurah Tanjung Priok, Jakarta Utara, Ade Himawan, yang datang mengunjungi bank sampah tersebut, mengungkapkan, pengelolaan bank sampah harus dilakukan dengan rapi dan layaknya sebuah bank profesional dipadu dengan kepedulian terhadap lingkungan.
Nasabah diberi buku tabungan sehingga penyetoran mereka akan tercatat dengan rapi.


Bahkan, bank sampah yang bisa memberikan kredit sehingga nasabah yang membutuhkan dapat mengajukan permohonan. Uniknya lagi, kredit tersebut nantinya dibayar dengan sampah, kredit pun tanpa bunga dan jaminan.


Bukan hanya itu, bank sampah juga bisa melayani nasabah yang ingin membayar listrik dengan memotong langsung dari saldo yang dimiliki oleh nasabah.


“Jadi, sampah itu kayak lagu, benci tapi rindu. Hendaknya, bank sampah tidak dijadikan hanya sebagai target dan program semata. Ada hal penting yang harus dicapai, perubahan pola pikir masyarakat tentang sampah, sehingga memiliki kepedulian terhadap lingkungan,” katanya.


Senior Manager Kemitraan dan Bina Lingkungan Pelindo II, Unggana, pun menyambut antusias pembentukan bank sampah di kelurahan ini. Menurutnya, bank sampah tersebut sangat membantu pemerintah dan perusahaan dalam membina dan menjaga lingkungan serta permukiman yang bebas sampah.(***)

[ Red/Redaksi_ILS ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Lokomotif tanpa Gerbong

KEPUTUSAN Ketua Umum Partai Persatuan Pem­ba­ngu­nan (PPP) Suryadharma Ali (SDA) berkoalisi dengan Partai Gerindra tanpa syarat, ternyata berbuntut panjang.

Belum Terima Elpiji

YTH bapak Wali Kota Padang yang baru. Kami warga RW 6, Guo Kuranji sampai sekarang belum menerima paket gas elpiji 3 Kg. Tolong di percepat karena minyak tanah harganya sudah naik.

Rabu ,23 April 2014

18 Caleg Incumbent Lolos

Agiah lo kesempatan yang baru-baru ko lai...........................!

 

Kepsek Pemukul Siswa jadi Tersangka

Proses sesuai hukum, Pak polisi...................................!

 

DPRD Pessel Diisi Wajah Baru

Lah tibo lo masonyo mah..............................!