Minggu, 20 April 2014 - 19 Jumadil Akhir 1435 H 22:52:05 WIB
BERITA DAERAH

Kota Bukittinggi

Komedi Putar Dibongkar Paksa

Padang Ekspres • Berita Peristiwa • Selasa, 17/01/2012 13:06 WIB • (rul/fd) • 475 klik

BONGKAR PAKSA: Petugas sedang membongkar permainan rakyat komedi putar di Taman

Bukittinggi, Padek—Permainan rakyat berupa komedi putar di objek wisata Taman Marga Satwa dan Budaya Kinantan (TMSBK) Bukittinggi, Senin (16/1) dibongkar tim yustisi yang terdiri dari Satpol PP, Denpom, TNI dan Polri serta Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) dan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Bukittinggi.


Cuma saja, pembongkaran itu dinilai tidak adil. Karena sebelumnya sudah ada kesepakatan bahwa komedi putar itu dibongkar apabila sudah ada lokasi pemindahan. ”Pembongkaran komedi putar itu dinilai sangat tidak adil. Pemko Bukittinggi telah ingkar janji,” kata pengelola komedi putar, Panut Pamuji Widodo.


Menurutnya, Sabtu (10/10/2011) lalu, sudah ada kesepakatan pemindahan di kawasan Benteng, ternyata tidak ada. Kesepakatan dengan wali kota di rumah dinasnya pada 10 Oktober 2011 lalu itu, juga dihadiri paguyuban Persatuan Perantau Jawa (Paperja), lahan untuk operasional selanjutnya di kawasan Benteng Bukittinggi.


Bahkan pengelola akan membongkar sendiri permainan rakyat tersebut, dan pemko menyediakan lahan untuk pemindahan di kawasan Benteng. Tetapi, dua hari setelah adanya kesepakatan, pengelola menghubungi lagi Kepala Dinas Pariwisata, Kaslim Burhan, untuk menanyakan dimana lokasi pemindahan di kawasan Benteng itu, tetapi tidak pernah diangkat.


Namun tiga bulan setelah itu, datang surat pembongkaran paksa tanggal 13 Januari 2012 yang berbunyi pembongkaran akan dilakukan tanggal 14 Januari 2012 yang akhirnya dilakukan Senin (16/1) dengan melibatkan tim Yustisi. PengeloIa menduga, pembongkaran paksa yang dilakukan itu bernuansa sentimen pribadi.


Karena surat dari Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumbar No.14/BKSDASUMBAR-I/2011 menyebutkan, pedagang yang ada di TMSBK dan permainan harus berjarak 50 meter dari kandang. ”Pedagang yang berjualan jaraknya lebih dekat dari kandang tidak di bongkar, kenapa komedi putar yang jaraknya jauh dari kandatang dibongkar?” ujar Widodo mempertanyakan.


Widodo mempertanyakan surat BKSDA Sumbar yang dijadikan sebagai alasan pembongkaran komedi putar tersebut. Karena menurutnya, pembongkaran komedi putar itu dinilai telah membunuh sumber ekonomi 18 kepala keluarga (KK) sebagai pekerja di komedi putar tersebut.


”Pembongkaran terkesan untuk mengalihkan sorotan masyarakat bahwa akhir-akhir ini binatang banyak yang mati di dalam kebun. Jadi, kami ini korban. Mereka yang tak becus memelihara binatang hingga banyak yang mati, kami yang dijadikan tumbal,” paparnya.


Terhadap banyaknya binatang yang mati, Widodo juga mempertanyakan, apakah selama ini pernah dilakukan pemeriksaan dari makanan hewan serta kesehatan hewan dan sebagainya. Sebab, sejak dirinya menjadi pegawai di TMSBK tahun 1978 lalu, alat permainan komedi putar sudah ada juga. Namun mengapa baru sekarang dilarang?


”Tetapi yang jelas, akibat pembongkaran komedi putar ini secara otomatis Pemko Bukittinggi telah menciptakan pengangguran 18 orang kepala keluarga yang anak-anak mereka masih dalam pendidikan. Selama ini, 18 orang KK itu menggantungkan hidup dan pendidikan anak-anak mereka dari hasil komedi putar ini,” jelasnya.


Widodo juga menyebut, komedi putar dikelolanya itu dilengkapi dengan surat izin dari wali kota sejak berdiri tahun 1997 lalu. Pembayaran retribusi tidak pernah menunggak, termasuk pajak dan sebagainya.


Kepala Satpol PP Bukittinggi, Syafnir, mengatakan, pembongkaran yang dilakukan Senin (16/1) kemarin itu, setelah tiga bulan surat pemberitahuan pembongkaran sendiri dikeluarkan Dinas Pariwisata, tetapi tidak dilakukan pengelola.


Terhadap lokasi pemindahan yang semula disebutkan di kawasan Benteng, menurut Kepala Dinas Pariwisata, Kaslim Burhan, bahwa taman Benteng tersebut di bawah pengawasan Cagar Budaya Sumbar dan belum ada izin dari Cagar Budaya untuk komedi putar di lokasi itu. (rul/fd)

[ Red/Redaksi_ILS ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Presiden Baru, Pesawat Baru

AKHIRNYA Indonesia memiliki pesawat kepresidenan. Pesawat jenis Boeing Business Jet 2 (BBJ2) 737-800 kebiru-biruan itu kini sudah parkir di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta. Momentum datangnya pesawat kepresidenan itu juga tepat, yakni saat Indonesia menghadapi suksesi kepemimpinan. Pesawat yang memiliki rentang sayap 35,79 meter, tinggi 12,50 meter, dan panjang 38 meter tersebut akan dinikmati presiden ketujuh Republik Indonesia.

TNKB Belum Tersedia

Direktorat Lalulintas Polda Sumbar minta maaf atas belum tersedianya Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB). Kalau nanti TNKB sudah dikirim dari Korlantas Mabes Polri, pemilik kendaraan bermotor tidak perlu lagi membeli, sehubungan sewaktu membayar pajak perpanjangan STNK dan kendaraan baru sudah dibayar. Sekaitan dengan hal tersebut seluruh anggota Polantas di Polda Sumbar tidak perlu mempermasalahkan ada TNKB yang mati.

Selasa, 15 April 2014

Caleg Cemas Dicurangi

Indak usah dicamehan lai, Pak.......................!

 

Apoteker masih Terabaikan

Jan lo sampai tebang pilih, Pak.......................................!

 

UN Dipantau CCTV

Tapi baa kok bisa juo siswa caliak kunci jawaban tu, Pak.....................!