Kamis, 17 April 2014 - 16 Jumadil Akhir 1435 H 22:25:45 WIB
PRO SUMBAR

Bisnis di Balik Olahraga Buru Babi

Padang Ekspres • Minggu, 15/01/2012 11:15 WIB • Willian/Hijrah • 3476 klik

Olahraga buru babi juga dijadikan sebagai bisnis sampingan. Yakni menjadi penyed

Sisi lain dari olahraga buru babi ini, memang tidak terlepas dari harga-harga anjing yang kadang terasa tidak wajar untuk harga seekor binatang. Namun, dalam paburuan, jika anjingnya hebat, tangguh, dan mampu membuat seekor babi tidak berkutik, maka harganya akan sangat tinggi, bahkan bisa mencapai ratusan juta rupiah.


Karena dalam olahraga ini berpotensi menghasilkan rupiah, ada orang yang menjadikannya bisnis sampingan. Yaitu, menjadi penyedia anjing-anjing impor yang bermutu dan membanggakan di paburuan.


Husni, 29, merupakan salah seorang yang melakukan bisnis ini. Katanya, dia masih orang baru dalam bisnis ini. Ia mengatakan, bisnis jual beli ini hanya ia lakukan sebagai bisnis sampingan. Sebenarnya profesi tetapnya adalah sebagai penjual buah-buahan. Ia membawa buah dari Pulau jawa dan dijual di Padang.


Karena ia sering bolak balik  Jawa padang, maka ia memutuskan sekalian membawa hewan pemburu ini ke Padang dengan truknya. Husni mampu membawa hewan pemburu sekali sebulan.  Hal ini terus ia lakukan karena ia memang sering bolak balik dari Jawa ke Padang. Katanya, jual beli hewan pemburu memang menjajikan untung yang besar.


“Umumnya peburu di Sumbar adalah orang-orang yang suka memiliki peliharaan bagus. Mahalnya peliharaan seakan menjadi kebanggaan tersendiri. Walaupun tidak terang-terangan, tapi ada tersirat adu gengsi dari peliharaan yang dimiliki,” ujarnya.


Dia menceritakan, binatang pemburu ini tidak ia dapatkan secara gratis di Pulau Jawa. Walau harganya tidak mahal, Husni harus mengeluarkan uang  membeli hewan tersebut. “Harganya tidak mahal, jadi saya bisa membawa dalam jumlah yang banyak,” ujarnya.  


Setiap pulang dari Jawa, Husni membawa sekitar 25 ekor hewan tersebut ke Padang. dan berbagai tipe hewannya. Misalnya jenis Herder, Buldog, Golden River, Nero, Root Weeler, teril, dan yang paling banyak yang ia bawa adalah, jenis hewan kampung yang ada di sana.


Untuk mendapatkan anjing bagus, di Jawa dia harus mengunjungi banyak tempat. Ia tidak mau salah pilih dalam mencari hewan tersebut. Jika salah pilih, maka hewan akan lama lakunya, atau tidak laku sama sekali.

Akibatnya, dia harus merawat dan memberi makan dalam jangka waktu yang lama. Kalau itu sudah terjadi, tidak jarang penjual hewan ini harus memberikannya secara gratis pada orang yang bersedia menerima.


Menurutnya, hewan yang bagus mempunyai ciri-ciri tertentu. Hal tersebut sudah diketahui oleh seluruh orang yang sudah biasa berburu babi. Untuk mendapatkan anjing dengan ciri-ciri yang disukai peburu, dia bahkan harus ke beberapa daerah yang ada di Jawa. Misalnya, Garut, Sumedang, Bandung, Semarang,  Jakarta, dan daerah-daerah lainnya yang ada di Pulau Jawa.


Hewan pemburu yang ia beli, bukan saja hewan yang belum terlatih dalam berburu, tapi ia juga membeli hewan yang masih belum mempunyai kemampuan, dan siapa yang berminat nantinya, tentunya mereka harus melatihnya terlebih dahulu dalam dunia perburuan. Hewan yang sudah terlatih atau telah pandai berburu, ia beli di daerah yang juga mempunyai budaya buru babi.


Harga hewan pun yang ia beli dari pulau jawa bervariasi, misalnya saja, harga hewan yang belum pandai berburu, ia beli dengan harga Rp300-700 ribu setiap satu ekor tergantung jenis anjingnya. Itu baru modal awalnya, dan nantinya hewan tersebut akan dibawa ke Padang dan dijual dengan harga yang tinggi. Misalnya saja ia mampu menjual dengan harga Rp1 juta hingga mencapai Rp2 juta per ekornya.


Sedangkan untuk anjing yang telah mahir dan telah cakap dalam berburu modal awalnya mencapai Rp1,5 juta hingga Rp  juta. Anjing ini nantinya akan dijual dengan harga yang tinggi pula.


Dalam bisnis jula beli hewan pemburu, Husni mampu mendapatkan untung yang banyak. Keuntungan bisa mencapai lebih dari 15 juta, tergantung pandai-pandai dalam penjualan.


Husni mengakui, kalau hewan pemburu yang ia bawa, cepat lakunya. Karena banyak pecinta olahraga buru babi yang datang dan membeli kepadanya. Mereka yang datang tentu merupakan pecinta olahraga buru babi.

Disebutkannya, para pembeli yang datang pun tidak segan-segan dalam membeli hewan yang ia bawa. Jika ia hewan yang ia bawa disebutkan harganya, maka ada yang lansung mambayar tunai. Namun ada juga yang melakukan tawar menawar. Selain itu hewan yang ia bawa, bisa laku terjual hanya dalam dua hari saja. (willian/hijrah)

[ Red/Redaksi_ILS ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Presiden Baru, Pesawat Baru

AKHIRNYA Indonesia memiliki pesawat kepresidenan. Pesawat jenis Boeing Business Jet 2 (BBJ2) 737-800 kebiru-biruan itu kini sudah parkir di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta. Momentum datangnya pesawat kepresidenan itu juga tepat, yakni saat Indonesia menghadapi suksesi kepemimpinan. Pesawat yang memiliki rentang sayap 35,79 meter, tinggi 12,50 meter, dan panjang 38 meter tersebut akan dinikmati presiden ketujuh Republik Indonesia.

TNKB Belum Tersedia

Direktorat Lalulintas Polda Sumbar minta maaf atas belum tersedianya Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB). Kalau nanti TNKB sudah dikirim dari Korlantas Mabes Polri, pemilik kendaraan bermotor tidak perlu lagi membeli, sehubungan sewaktu membayar pajak perpanjangan STNK dan kendaraan baru sudah dibayar. Sekaitan dengan hal tersebut seluruh anggota Polantas di Polda Sumbar tidak perlu mempermasalahkan ada TNKB yang mati.

Selasa, 15 April 2014

Caleg Cemas Dicurangi

Indak usah dicamehan lai, Pak.......................!

 

Apoteker masih Terabaikan

Jan lo sampai tebang pilih, Pak.......................................!

 

UN Dipantau CCTV

Tapi baa kok bisa juo siswa caliak kunci jawaban tu, Pak.....................!