Rabu, 22 Mei 2013 - 12 Rajab 1434 H 15:11:55 WIB
RAKYAT SUMBAR

2013, Guru Sertifikasi Dievaluasi

Padang Ekspres • Sabtu, 14/01/2012 13:08 WIB • (e) • 1445 klik

Padang, Padek—Tahun 2011, Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Universitas Negeri Padang (UNP) telah mensertifikasi 10.998 guru baik dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia maupun Kementerian Agama Indonesia.


Rayon 106 UNP ini memiliki wilayah kerja Provinsi Nanggore Aceh Darussalam, Bengkulu, Jambi, Riau, dan Sumbar. Dari jumlah itu, sebanyak 9.714 guru dari Sumbar yang telah lulus sertifikasi dan 73 guru yang tidak lulus serta 8 guru yang tidak ikut ujian ulang.


Kepala LPMP UNP, Jamaris Jamna menyampaikan yang tidak lulus sertifikasi, murni tidak menguasai materi yang telah disampaikan pemateri. Pola sertifikasi yang dilakukan selama ini telah dicoba dengan dua cara, yaitu sistem portofolio dan sistem Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG).


Sistem yang digunakan saat ini adalah PLPG. Dengan sistem ini, guru diberi bekal selama 10 hari berupa materi yang disediakan LPMP. Materi pelajaran ini disampaikan dosen yang memiliki latar belakang pendidikan dan pada akhir pelatihan, akan diuji apakah peserta PLPG ini berhak mendapatkan sertifikasi atau tidak.


“Guru yang tidak lulus ini murni tidak bisa menguasai materi yang disampaikan. Karena di ujung pembahasan dilakukan pengujian,” imbuhnya.
Tahun ini, LPMP UNP akan melakukan pembinaan 3.000 guru yang akan disertifikasi.

Meski telah lima tahun LPMP melakukan sertifikasi, namun belum ada evaluasi mengenai keberhasilan sertifikasi ini untuk meningkatkan mutu pendidikan. Tahun 2013 nanti, guru yang telah disertifikasi ini akan dievaluasi secara nasional.


Jamaris menambahkan, saat ini tengah dilatih asesor terdiri dosen, pengawas senior, dan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk dilatih agar bisa membantu mengevaluasi kinerja guru sertifikasi.


Meski belum ada penilaian kinerja guru sertifikasi secara nasional, masing-masing Dinas Pendidikan dapat melakukan evaluasi. Salah satu syarat yang bisa dilakukan, dari jumlah jam mengajar. Jika ada guru yang bersertifikasi tidak mencukupi jam mengajar 24 jam seminggu, bisa diajukan sertifikasinya dicabut.


Hingga saat ini, LPMP rayon 106 UNP belum menerima laporan dari masing-masing daerah berapa guru sertifikasi yang telah dicabut. (e)

[ Red/Redaksi_ILS ]

Komentar Berita
Dari : darwin
Senin, 02/04/2012 - Jam 22:23 WIB
setiap program seharusnya memang dieavaluasi apalagi program yang berkenaan dngan pendidikan yang akan menentukan masa depan negeriini.jangan lupa bro masih banyak guru yang berprestasi dan berdedikasi di republik ini!!!!!!jangan belagak seperti lembaga survei ente.punya data yang akurat nggak berapa perbandingan guru yang memang cuma ngabisin anggaran negara sama yang betul-betul berkompeten!!!!!!!!
Kamis, 19/01/2012 - Jam 14:43 WIB
guru yg sudah disertifikasi sekarang tuh cuma banyak menghabiskan anggaran negara......
kompetensi apa yg mereka punya........????
materi pelajaran aja banyak yn ngak tau.....
gimana cara ngajarnya.......
coba ada evaluasi lagi mengenai guru yg sudah di sertifikasi itu......
habis duit negara ....
mubazir....
ngak ada artinya....
wassalam...........
Senin, 16/01/2012 - Jam 07:25 WIB
memang sudah seharusnya di evaluasi guru yang sudah bersertifikasi untuk mengukur sejauh mana tngkat keberhasilannya.........


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Kebangkitan, Manufacturing Optimisme

BERBICARA kebangkitan nasional di hari-hari seperti sekarang mungkin segera tergelincir ke arah pesimisme. Derasnya arus informasi memungkinkan manusia Indonesia menerima informasi jenis apa pun. Tetapi, kecenderungan ”naluriah” manusia selalu suka mengerumuni insiden. Karena itulah, jalanan kadang macet berat ketika ada kecelakaan, sekalipun orang yang celaka sudah minggir.

Bikin Depo Gas di Padang

Karikatur: Ferdie

Kepada Yth Manager Pertamina unit pema­saran gas Sumbar, kami masyarakat sebagai pemakai gas elpiji untuk rumah tangga, café, retoran, hotel dan industri rumah tangga  mengusulkan kepada PT Pertamina unit pemasaran gas Sumbar untuk membuat DPG di Kota Padang (seperti DPO BBM yang telah ada di Bungus Teluk Kabung. Dimana selama ini para distributor gas elpiji mengisi gas di Pekanbaru/Dumai Riau yang membutuhkan cost yang mahal dan tinggi.

Rabu, 22 Mei 2013

Pelapor Bisa Ajukan Praperadilan

Jaan patah samangaik .................!

 

Disdik Siapkan PPDB Online

Lai dijamin ndak adoh titipan lai..............?

 

Lelang Proyek Gedung Parkir Dipertanyakan

Ado lo tacium baun busuk tu................................?