Senin, 21 April 2014 - 20 Jumadil Akhir 1435 H 16:36:08 WIB
METROPOLIS

Kisah Qorry Tegar Maulana, Korban Selamat Kecelakaan KA

Jadi Tontonan di Tengah Kerumunan

Padang Ekspres • Rabu, 11/01/2012 09:43 WIB • (mg6) • 2022 klik

MASIH DIRAWAT: Qorry Tegar Maulana, masih dirawat di ruang TC RSUP M Djamil, kem

Qorry Tegar Maulana, 14, korban terjatuh dari kereta api wisata Sibinuang, Minggu (8/1), masih terbaring lemah di Trauma Center (TC) RSUP M Djamil Padang. Di balik peristiwa itu, ada sosok “malaikat” membopong tubuhnya di antara ratusan mata yang “menonton” peristiwa itu. Seperti apa ceritanya?


Di ruangan TC berukuran 8x4 meter itu, Qorry Tegar Maulana tengah tertidur pulas didampingi ibunya Yusnieti, 46.
 Tangan Tegar terpasang infus dan kepala diperban. Anak baru gede itu baru usai menjalani tindakan debridement (pembersihan luka, bila ada jaringan yang mati digunting dan disatukan kembali, red). Sedangkan paha kirinya, baru saja dioperasi plastik karena luka sobek.


Kepada Padang Ekspres, ibunya Yusnieti menceritakan di balik kecelakaan maut pada Minggu (8/1). Dalam kondisi terkapar tak berdaya di jalan, Tegar merasakan ada tangan “malaikat” yang menyelamatkannya.


Cukup lama Tegar tergeletak di jalan. Padahal, samar-samar dia melihat kerumunan orang. Ketika kejadian, ratusan warga hanya “menonton” penderitaan Tegar.


“Bukannya membantu, kerumunan orang malah memfoto-foto Tegar dan menonton,” ujar Yusnieti,
seperti yang diceritakan Tegar kepadanya.


Dalam sakit yang teramat sangat itu,  tiba-tiba ada seorang lelaki muda membopongnya. Pemuda itu tidak peduli badannya bersimbah darah Tegar pada sore itu. Bersama rekannya, lelaki itu membawa Tegar ke Rumah Sakit Ibnu Sina Padang dengan motor.


“Padahal, di lokasi kejadian itu banyak orang yang hanya melihat penderitaan Tegar. Bahkan, Tegar sudah berusaha minta tolong dan menjerit kesakitan, tapi tidak ada yang membantunya,” tutur ibu empat anak itu kepada Padang Ekspres.


Sungguh pedih hati wanita berusia 46 tahun itu, mendengar cerita anaknya. Bencana bagi seseorang, tontonan bagi orang lain. Dia tidak habis pikir betapa kurangnya rasa kepedulian masyarakat terhadap sesama manusia yang mengalami musibah.


“Apa mereka tidak merasakan jika anggota keluarganya mengalami hal serupa, dibiarkan orang begitu saja, “ sesal Yusnieti.
Yusnieti mengatakan, pria berusia 25 tahun yang dianggap “malaikat” itu, telah datang membesuk Tegar.

“Dia sudah datang Senin (9/1) membesuk Tegar, tapi saya lupa namanya. Dia tinggal di Aurduri,” kata Yusnieti seraya mengucapkan terima kasih pada pemuda yang menolong anaknya. (mg6)

[ Red/Redaksi_ILS ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Selesaikan Pemilu, Jangan Terlena Koalisi

LUPAKAN sejenak hiruk pikuk isu koalisi partai politik. Proses pemilihan umum legislatif 2014 masih berlangsung. Komisi Pemilihan Umum (KPU) belum menyelesaikan rekapitulasi suara. Rencananya, KPU menetapkan hasil rekapitulasi suara pada 7 Mei 2014. Proses tersebut pun harus terus dikawal. Sebab, itulah yang nanti menjadi pijakan untuk proses berikutnya, yakni pengisian pejabat DPR dan pemilihan umum presiden (pilpres). Hasil penghitungan cepat memang bisa menjadi pedoman awal. Namun, bukan itu yang berlaku secara nasional.

Perbaiki Layanan RS Ahmad Muchtar

YTH bapak pimpinan Rumah Sakit Ahmad Muchtar Bukittinggi. Apa begitu pelayanannya, adik saya masuk rumah sakit pagi jam 9 dan pulang jam 4 sore tapi siangnya tidak dikasih makan. Padahal kami bayar cash. Tolong dijelaskan.

Senin, 21 April 2014

Jadilah Konsumen Cerdas

Parhatian bana kalau ka mambali-bali tuh. Jan sampai takicuah pulo........................................................!

 

Kadis dan Kabid DKP jadi Tersangka

Itulah Pak, jan buang sampah jo sambarangan.......................................!

 

Caleg Nasdem Dilaporkan Money Politic

 Lah ka salasai pemilu ko, banyak nan saliang malapor mah..........................!