Sabtu, 19 April 2014 - 18 Jumadil Akhir 1435 H 16:51:44 WIB
BERITA DAERAH

Kota Bukittinggi

Naik Haji, Tunggu 9 Tahun

Padang Ekspres • Berita Pemerintahan • Sabtu, 07/01/2012 13:05 WIB • (rul) • 665 klik

Bukittinggi, Padek—Keinginan untuk menunaikan ibadah haji ke tanah suci, makin meningkat. Faktanya, apabila mendaftar tahun ini, calon haji harus menunggu selama sembilan tahun lagi diberangkatkan.


Kepala Seksi Haji dan Umroh Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Bukittinggi, Khamidir Tengku Nan Elok, menyarankan agar calon yang mendaftar itu berusia di bawah usia 60 tahun.


Menurutnya, dari daftar tunggu calon haji (Calhaj) yang diperoleh dari Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag Provinsi Sumatera Barat, terhitung dari tahun 2012 sampai 2021 dari perkiraan keberangkatan haji kuota Sumbar mencapai 4.647 orang. Calhaj tahun 2012 terdaftar 33.304 orang dan mengalami kenaikan di tahun 2013 dengan jumlah 37.952.


Tahun 2014 menjadi 42.600, tahun 2015 menjadi 47.248, tahun 2016 menjadi 51.896 orang. Sedangkan pada tahun 2017 naik lagi menjadi 56.544 orang serta bahkan di tahun 2018 menjadi 61.192. Berikut tahun 2019 menjadi 65.840, tahun 2020 menjadi 70.488 dan tahun 2021 naik dengan jumlah calhaj mencapai 75.136 orang.


Dari jumlah calhaj sebanyak 75.136 orang pada tahun 2021 itu, merupakan calhaj yang mendaftarkan diri untuk naik haji di tahun ini. Sementara ari jumlah daftar tunggu tahun 2012 mencapai 33.304 orang itu, calhaj Bukittinggi yang akan diberangkatkan ke Tanah Suci tahun ini berjumlah 350 orang sesuai dengan kuota.


”Para calon jamaah haji itu semuanya telah membayar setoran awal. Karena saat akan diberangkatkan ke Mekkah, mereka harus melunasi ongkos naik haji (ONH) di bank penerima setoran biaya perjalanan ibadah haji (BPS-BPIH) yang telah diakui pemerintah. Calhaj Bukittinggi dalam melaksanakan ibadah haji selalu didampingi tenaga medis.


Untuk konsumsi jemaah, juga telah diatur panitia haji di Arab Saudi. Di Madinah, Arafah dan Mina diberi nasi kotak, di Mekkah calhaj memasak sendiri.  Agar calhaj tidak mengalami kendala mulai dari keberangkatan, saat melaksanakan ibadah dan kepulangan kembali ke Tanah Air, Kemenag juga menyiapkan petugas pendamping dan panitia. (rul)

[ Red/Redaksi_ILS ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Presiden Baru, Pesawat Baru

AKHIRNYA Indonesia memiliki pesawat kepresidenan. Pesawat jenis Boeing Business Jet 2 (BBJ2) 737-800 kebiru-biruan itu kini sudah parkir di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta. Momentum datangnya pesawat kepresidenan itu juga tepat, yakni saat Indonesia menghadapi suksesi kepemimpinan. Pesawat yang memiliki rentang sayap 35,79 meter, tinggi 12,50 meter, dan panjang 38 meter tersebut akan dinikmati presiden ketujuh Republik Indonesia.

TNKB Belum Tersedia

Direktorat Lalulintas Polda Sumbar minta maaf atas belum tersedianya Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB). Kalau nanti TNKB sudah dikirim dari Korlantas Mabes Polri, pemilik kendaraan bermotor tidak perlu lagi membeli, sehubungan sewaktu membayar pajak perpanjangan STNK dan kendaraan baru sudah dibayar. Sekaitan dengan hal tersebut seluruh anggota Polantas di Polda Sumbar tidak perlu mempermasalahkan ada TNKB yang mati.

Selasa, 15 April 2014

Caleg Cemas Dicurangi

Indak usah dicamehan lai, Pak.......................!

 

Apoteker masih Terabaikan

Jan lo sampai tebang pilih, Pak.......................................!

 

UN Dipantau CCTV

Tapi baa kok bisa juo siswa caliak kunci jawaban tu, Pak.....................!