Rabu, 16 April 2014 - 15 Jumadil Akhir 1435 H 22:59:38 WIB
METROPOLIS

Mengintip SDN 12 Sungaisapih, yang Belajar di Kelas Darurat

”Korankan ya Kak, Perbaiki Sekolah Kami”

Padang Ekspres • Kamis, 05/01/2012 09:47 WIB • Gusti Ayu Gayatri • 441 klik

MEMPRIHATINKAN: Murid SDN 12 Sungaisapih belajar di tengah kondisi kelas berlant

Semangat murid-murid SDN 12 Sungaisapih, kecamatan Kuranji, patut diacungi jempol. Semangat mereka menuntut ilmu di tengah kondisi bangunan kelas yang memprihatinkan, tak pernah kendor. Sudah dua tahun 4 bulan, tunas bangsa itu belajar di kelas darurat. Bagaimana kisahnya?


Matahari mulai beranjak naik. Di sebuah bangunan darurat, puluhan murid SDN 12 sedang belajar di 3 lokal darurat. Masing-masing murid kelas  II, III dan IV.


Kendati beratap seng, dinding sekolah hanya terbuat dari triplek tipis. Jika gerimis, tempias air masuk ke ruangan. Kalau hujan lebat, ruangan berlantaikan tanah itu langsung banjir.


Mujur, siang kemarin cuaca cerah. Namun begitu, giliran terik matahari membuat suasana belajar tak nyaman. Keringat  bercucuran di tubuh anak didik dan guru. Baju pun bersimbah peluh.


Fadila, salah seorang murid, mewakili teman-temannya, sangat berharap sekolahnya dibangun layaknya bangunan SD lain. “Panas sekali, Kak. Basah baju sama peluh,” kata Fadila saat keluar main.


Dia berharap bangunan sekolah segera diperbaiki, sehingga dapat belajar dengan nyaman.  
Harapan yang sama dilontarkan Annajmi Putri, murid lainnya. “Betul-betul panas, Kak.  Anna nggak kuat kalau nggak dikipas-kipas. Keluarkan di koran ya kak, minta pemerintah perbaiki sekolah kami,” harap Anna.


Curhat anak-anak itu disampaikan pada Padang Ekspres saat kunjungan Komisi IV DPRD Padang ke sekolah mereka.
Kepala SDN  12 Sungaisapih, Desniati  mengatakan, usulan perbaikan bangunan kelas telah lama diajukannya ke Dinas Pendidikan. “Saya tak tahu apa alasannya sampai sekarang belum juga diperbaiki,” katanya.


Jumlah muridnya 323 murid. “Kasihan anak-anak belajar di kelas darurat itu. Mereka  kepanasan dan kebanjiran,”  ungkap Desniati.
Kabid TK & SD Dinas Pendidikan, Musdek yang ikut dalam kunjungan itu, berjanji tiga kelas itu akan diperbaiki. Pihaknya sudah menyiapkan anggaran Rp 400 juta. Selain dari APBD, juga dibantu melalui dana alokasi khusus (DAK) pendidikan.


Anggota Komisi IV Azwar Siry meminta Disdik memenuhi janjinya itu. “Kepada kepala sekolah, segera melakukan pendekatan dengan masyarakat sekitar agar pembangunan sekolah tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari,” pinta Azwar. (***)

[ Red/Redaksi_ILS ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Presiden Baru, Pesawat Baru

AKHIRNYA Indonesia memiliki pesawat kepresidenan. Pesawat jenis Boeing Business Jet 2 (BBJ2) 737-800 kebiru-biruan itu kini sudah parkir di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta. Momentum datangnya pesawat kepresidenan itu juga tepat, yakni saat Indonesia menghadapi suksesi kepemimpinan. Pesawat yang memiliki rentang sayap 35,79 meter, tinggi 12,50 meter, dan panjang 38 meter tersebut akan dinikmati presiden ketujuh Republik Indonesia.

TNKB Belum Tersedia

Direktorat Lalulintas Polda Sumbar minta maaf atas belum tersedianya Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB). Kalau nanti TNKB sudah dikirim dari Korlantas Mabes Polri, pemilik kendaraan bermotor tidak perlu lagi membeli, sehubungan sewaktu membayar pajak perpanjangan STNK dan kendaraan baru sudah dibayar. Sekaitan dengan hal tersebut seluruh anggota Polantas di Polda Sumbar tidak perlu mempermasalahkan ada TNKB yang mati.

Selasa, 15 April 2014

Caleg Cemas Dicurangi

Indak usah dicamehan lai, Pak.......................!

 

Apoteker masih Terabaikan

Jan lo sampai tebang pilih, Pak.......................................!

 

UN Dipantau CCTV

Tapi baa kok bisa juo siswa caliak kunci jawaban tu, Pak.....................!