Kamis, 23 Mei 2013 - 13 Rajab 1434 H 03:21:25 WIB
BERITA DAERAH

Kab. Lima Puluh Kota

Andaleh, Nagari Penghasil Ikan dan Anyaman Rotan (2)

Anggaran Perbaikan Jalan Raib Entah ke Mana

Padang Ekspres • Berita Pemerintahan • Selasa, 03/01/2012 14:14 WIB • Fajar R Vesky—Luak • 479 klik

Dilantik: Pengambilan sumpah Wali Nagari Andaleh Harmen Sastra, baru-baru ini. N

Nagari Andaleh, Kecamatan Luak, Kabupaten Limapuluh Kota, tidak hanya terkenal sebagai penghasil ikan dan anyaman rotan. Tapi juga dijuluki sebagai kawasan lumbung beras. Sayang, ribuan petaninya tetap kesulitan mendapatkan pupuk bersubsidi.


”Saat petani butuh, pupuk sering menghilang. Harganya juga sering tidak normal. Makanya, kami minta pihak berkompeten, agar menertibkan pendistribusian pupuk. Kemudian, kuota pupuk untuk Andaleh, mohon dipenuhi sesuai kebutuhan petani,” ujar Wali Nagari Andaleh Harmen Sastra, kemarin siang.


Selain persoalan pupuk, persoalan kawasan tadah hujan juga menjadi momok menakutkan bagi petani Andaleh. “Di nagari kami, terdapat lahan tadah hujan sebanyak 428 hektare. Lahan itu berada di Jorong Tarok, Kapalokoto dan kawasan Tabekburuak,” ujar Harmen.


Bersama para petani di Kapalokoto dan Tabekburuak, Harmen sangat berharap, lahan tadah hujan di nagarinya diberdayakan. Salah satunya, sebut  pria kelahiran 7 Juli 1975 itu, bisa dilakukan dengan melengkapi atau memperbaiki infrastuktur pendukung seperti irigasi.


 Nah, menyinggung soal irigasi, Harmen juga buka kartu. Menurutnya, di Andaleh terdapat sekitar 40 jaringan irigasi. Dari 40 jaringan itu, sebanyak 12 jaringan mengalami kerusakan. Rinciannya, 7 jaringan rusak berat dan 5 jaringan rusak ringan. Sedangkan 2 irigasi lainnya, sedang dalam proses perbaikan.


“Kedua irigasi itu adalah irigasi Bandar Tunggang di Jorong Tanjuangbaruah dan irigasi Bandadalam di Jorong Kampuangtangah. Keduanya, diperbaiki dengan memanfaatkan dana APBD Sumbar 2011. Kami berharap, tahun 2012, ada pula perbaikan dengan APBD Limapuluh Kota,” tutur Harmen.


 Sejalan dengan pertanian, warga Andaleh seperti disinggung pada tulisan sebelumnya juga terkenal rajin beternak ikan maupun memproduksi bibit ikan. Karena itupula, tahun 2010 lalu, Bupati Limapuluh Kota mengukuhkan Andaleh sebagai kawasan minapolitan atau kota ikan.


Hanya saja, infrastruktur jalan di kota ikan, belum seutuhnya bagus. Saat ini saja menurut Harmen Sastra, ada 3 ruas jalan di Andaleh yang rusak berat. Yakni, ruas jalan kabupaten dari Jorong Tanjuangbaruah ke Jorong Baliakbukik sepanjang 1,7 kilometer. “Kondisi jalan ini, sudah berlubang-lubang,” ucapnya.


Kemudian, ruas jalan dari Jorong Kapalokoto menuju Jorong Tabekburuak juga rusak berat sepanjang 1,2 kilometer. “Jalan dari Kapalokoto ke Tabekburuak ini, benar-benar hancur. Sangat sulit ditempuh kendaraan roda empat ataupun roda dua. Makanya, kami minta pemerintah memperbaiki,” ungkap Harmen.


Perbaikan juga diharapkan pada jalan yang menghubungkan Jorong Baliakbukik, Andaleh dengan Nagari Taram, Kecamatan Harau sepanjang 1,4 kilometer. Tahun 2010 lalu, lanjutan pembangunan jalan ini sudah sempat dianggarkan. Tapi sampai sekarang, belum ada realisasi.


“Entah kemana raibnya. Padahal jalan tersebut sangat dibutuhkan, baik oleh warga Andeh, maupun warga nagari Taram. Jalan itu juga menjadi alternatif, untuk menghindari meluapnya Batang Sinama. Kami mohon, kepada bupati dan ketua DPRD, agar dapat memperhatikan kondisi jalan ini,” harap Harmen.


Sekilas Andaleh
Nagari Andaleh memiliki luas 2.725 hektare. Penduduknya mencapai 4.731 jiwa. Mereka tersebar pada 8 jorong atau setingkat desa dan dusun di pulau Jawa. Masing-masing jorong dipimpin seorang kepala jorong yang membantu tugas-tugas Harmen Sastra, sebagai wali nagari.


8 kepala jorong itu, Kepala Jorong Tarok Joni Firdaus, Kepala Jorong Tabekburuak Armen, Kepala Jorong Koto Syafnil, Kepala Jorong Kampuangtangah Saherman Bena, Kepala Jorong Galogandang Hendra Iswara, Kepala Jorong Pincuran Gadang Menhaldi, dan Kepala Jorong Tanjuang Baruah Efendi.


Mereka, selalu berkordinasi dengan Sekretaris Nagari Andaleh Dedi Sunardi, Kaur Pembangunan Zulmairas Rifai, Kaur Pemerintahan Menda Suspen, Kaur Administrasi dan Keuangan Yulia Hesti. Tidak itu saja, para kepala jorong bersama aparatur nagari juga bersinergi dengan lembaga nagari yang ada.


Seperti Bamus yang dipimpin Zulhidayah, KAN yang dipimpin HE SH Datuak Indo Marajo, LPM yang dipimpin M Ardoni, pemuda yang dipimpin Yodi Oktaveri, dan PKK yang dipimpin Teti Muharni. Kemudian, aparatur nagari Andaleh juga rajin membangun komunikasi dengan sejumlah tokoh masyarakat.


Diantaranya, mantan anggota DPRD Asrul Aziz Dt Karongkong Kayo, Bustamam HB, Seprianto Chaniago, Hardinata Syam, Desembri P Chaniago, Gitrif Yunus,dan sejumlah politisi dari Andaleh. Khusus untuk politisi, Andaleh memang dikenal sebagai gudangnya politisi di Limapuluh Kota. Hanya saja, belakangan peran itu agak sedikit luntur.


Andaleh memiliki 3 lembaga PAUD, 2 TK, 8 SD, 1 SMP, dan 1 SMK, untuk mendukung program wajib belajar 12 tahun bagi warganya. Sedangkan untuk kegiataan keagaman, Andaleh memiliki 6 Masjid, 17 mushalla,dan 8 MDA/TPA. Kendala paling krusial adalah, honor guru TPA/MDa yang dibayar.


 Bidang kesehatan, Nagari Andaleh memiliki 8 Posyandu, 8 Poskesjor, 1 Poskesri. Pelayanan kesehatan cukup baik di Andaleh. Sedangkan warga yang sudah memperoleh jaminan kesehatan, seperti Jamkesmas, Jamkesda dan Jamkesnag, baru 992 jiwa. (***)

[ Red/Redaksi_ILS ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Kebangkitan, Manufacturing Optimisme

BERBICARA kebangkitan nasional di hari-hari seperti sekarang mungkin segera tergelincir ke arah pesimisme. Derasnya arus informasi memungkinkan manusia Indonesia menerima informasi jenis apa pun. Tetapi, kecenderungan ”naluriah” manusia selalu suka mengerumuni insiden. Karena itulah, jalanan kadang macet berat ketika ada kecelakaan, sekalipun orang yang celaka sudah minggir.

Bikin Depo Gas di Padang

Karikatur: Ferdie

Kepada Yth Manager Pertamina unit pema­saran gas Sumbar, kami masyarakat sebagai pemakai gas elpiji untuk rumah tangga, café, retoran, hotel dan industri rumah tangga  mengusulkan kepada PT Pertamina unit pemasaran gas Sumbar untuk membuat DPG di Kota Padang (seperti DPO BBM yang telah ada di Bungus Teluk Kabung. Dimana selama ini para distributor gas elpiji mengisi gas di Pekanbaru/Dumai Riau yang membutuhkan cost yang mahal dan tinggi.

Rabu, 22 Mei 2013

Pelapor Bisa Ajukan Praperadilan

Jaan patah samangaik .................!

 

Disdik Siapkan PPDB Online

Lai dijamin ndak adoh titipan lai..............?

 

Lelang Proyek Gedung Parkir Dipertanyakan

Ado lo tacium baun busuk tu................................?