Sabtu, 19 April 2014 - 18 Jumadil Akhir 1435 H 14:02:42 WIB
BERITA DAERAH

Kota Bukittinggi

Kemenag RI Terbitkan NRG 224 Guru

Padang Ekspres • Berita Pendidikan • Jumat, 30/12/2011 14:25 WIB • (rul) • 1855 klik

PERTAMA DI SUMBAR: Kepala Kemenag Kota Bukittinggi, M Nasir, menyerahkan sekalig

Bukittinggi, Padek—Setidaknya, 192  guru Pegawai Negeri Sipil (PNS) termasuk 32 guru honorer di lingkungan Kementrian Agama (Kemenag)  Kota Bukittinggi dapat tersenyum lega. Sebab, selain memiliki sertifikat pendidik, keabsahan mereka juga ditandai dengan pemberian Nomor Registrasi Guru (NRG) berupa ID Card yang diterbitkan Kemenag RI.


NRG itu, sebagai salah satu syarat untuk pencairan dana tunjangan sertifikasi. “Di Sumatera Barat, baru Bukittinggi para guru sertifikasi di lingkungan Kemenag yang memiliki NRG,” kata Kepala Kemenag Kota Bukittinggi, M Nasir, pada penyerahan dan  penyematan NRG kepada guru sertifikasi di aula MAN 1 Model, Gulai Bancah Bukittinggi, Kamis (29/12).


Dengan dipasangkannya tanda NRG yang dicetak Kemenag pusat dalam bentuk ID Card tersebut, ke depan para guru sertifikasi tidak mendapat kendala lagi dalam urusan menerima tunjangan sertifikasi.


Pernyataan M Nasir tersebut disambut gembira Kepala MAN 1 Model  Refinel, kepala MAN 2, Aguslir, kepala MTSN 1, Aisyah. Begitu juga dengan Kepala MTsN 2, Irsyad, pengawas, Hasrat Amin serta ratusan guru lainnya. Hingga saat ini di Kota Bukittinggi tercatat 362 guru PNS yang berada di bawah Kemenag, baik yang mengajar di sekolah umum maupun sekolah keagamaan seperti MTSN MAN dan Ponpes serta 46 guru honorer.


Sementara yang lulus sertifikasi mencapai 192 guru PNS dan 32 guru honor. Guru PNS akan menerima tunjangan sebesar satu kali gaji pokok sesuai pangkat, golongan dan masa kerja perbulan. Sedangkan guru honorer yang telah mengabdi selama lima tahun dan belum masuk daftar inpasing, menerima tunjangan sertifikasi Rp1,5 juta perbulan.


Guru honor yang mengabdi selama 12 tahun lebih dan telah  masuk daftar inpasing, menerima tunjangan setara dengan guru PNS golongan III/a. Namun sebagian guru belum menerima tunjangan, karena belum terbitnya NRG sebagai salah satu syarat pencairan dana tunjangan. Namun dengan terbitnya NRG itu, diharapkan tunjangan sudah dapat dicairkan.


Untuk itu, para guru diharapkan dapat meningkatkan kinerja, bukan karena tunjangan, akan tetapi keikhlasan. Sebab jika berorientasi pada uang di sisi yang Maha Kuasa takkan mendapat kan pahala.


”Peningkatan kinerja dalam mengabdi sebagai guru yang dilandasi keikhlalan dalam upaya melahirkan lulusan berkualitas mutlak dilakukan. Apalagi bagi para guru yang telah lulus sertifikasi serta menerima tunjangan, ke depan kinerja kembali akan dinilai tim ahli dari Kemenag,  maupui tim yang telah dibentuk Kemendiknas,” jelasnya. (rul)

[ Red/Redaksi_ILS ]

Komentar Berita
Dari : farul abdi
Senin, 23/01/2012 - Jam 14:17 WIB
gmna cara daftar jadi guru sertifikasi
Sabtu, 07/01/2012 - Jam 20:43 WIB
NRG untuk daerah indramayu kapan ?


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Presiden Baru, Pesawat Baru

AKHIRNYA Indonesia memiliki pesawat kepresidenan. Pesawat jenis Boeing Business Jet 2 (BBJ2) 737-800 kebiru-biruan itu kini sudah parkir di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta. Momentum datangnya pesawat kepresidenan itu juga tepat, yakni saat Indonesia menghadapi suksesi kepemimpinan. Pesawat yang memiliki rentang sayap 35,79 meter, tinggi 12,50 meter, dan panjang 38 meter tersebut akan dinikmati presiden ketujuh Republik Indonesia.

TNKB Belum Tersedia

Direktorat Lalulintas Polda Sumbar minta maaf atas belum tersedianya Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB). Kalau nanti TNKB sudah dikirim dari Korlantas Mabes Polri, pemilik kendaraan bermotor tidak perlu lagi membeli, sehubungan sewaktu membayar pajak perpanjangan STNK dan kendaraan baru sudah dibayar. Sekaitan dengan hal tersebut seluruh anggota Polantas di Polda Sumbar tidak perlu mempermasalahkan ada TNKB yang mati.

Selasa, 15 April 2014

Caleg Cemas Dicurangi

Indak usah dicamehan lai, Pak.......................!

 

Apoteker masih Terabaikan

Jan lo sampai tebang pilih, Pak.......................................!

 

UN Dipantau CCTV

Tapi baa kok bisa juo siswa caliak kunci jawaban tu, Pak.....................!