Senin, 21 April 2014 - 20 Jumadil Akhir 1435 H 01:23:23 WIB
METROPOLIS

Kedua Penari Bugil Pakai Jilbab

Padang Ekspres • Jumat, 30/12/2011 09:24 WIB • (bis) • 4442 klik

SIDANG PERDANA: Penari bugil menutup muka dengan jilbab ketika digiring petugas

Khatib Sulaiman, Padek—Kasus penari bugil yang tertangkap di Fellas Café, tiga bulan lalu, disidangkan secara tertutup di Pengadilan Negeri Padang, kemarin. Dua terdakwa penari bugil itu masing-masing SS dan NA.


Selain kedua terdakwa, hakim juga memeriksa Kepala Kantor Pol PP Padang, Yadrison dan 7 anggotanya. Ketujuh personel Pol PP itu terlibat dalam penangkapan.


Menurut informasi dua sumber Padang Ekspres yang mengikuti persidangan, dalam kesaksiannya, Yadrison menyebutkan, ketika digerebek kedua terdakwa dalam kondisi bugil. Lalu, petugas menyuruhnya pakai baju dan langsung membawa mereka ke mobil.


Yadrison juga mengaku tidak tahu pasti siapa pria hidung belang yang menyewa kedua penari telanjang itu. Namun, kedua terdakwa membantah keterangan Yadrison tersebut. Terdakwa mengatakan, orang yang menyewanya ikut dibawa bersama mereka.


“Jika Pol PP bilang tidak tahu, itu bohong. Pria yang bersama kami di ruangan ada waktu penggerebekan, bahkan sempat berbicara dengan Pol PP. Mereka juga naik mobil. Tapi, saat di markas, Pol PP sudah tidak ada lagi,” jelas SS.


Yadrison menyebutkan, pengungkapan penari telanjang  berawal dari informasi seorang warga bernama Anto. “Anto mengatakan jika ada dugaan tontonan penari bugil di Fellas Cafe.


Mendapat informasi itu, personel Pol PP langsung turun ke TKP. Ternyata setelah sampai di TKP, informasi itu benar,” terang Yadrison.
Anto yang disebut-sebut sebagai kunci dari informasi awal penggerebekan ini mengundang tanda tanya dari majelis hakim, karena dalam dakwaan, penuntut umum Indah, Anto tidak dijadikan saksi. “Seharusnya Anto menjadi saksi, karena dia yang tahu informasi awal,” saran hakim ketua Asmar.


Pakai Jilbab
Usai sidang, kedua terdakwa, SS dan NA dibawa bersama tahanan lain dengan mobil tahanan dari LP Muaro Padang dan tiba di PN Padang sekitar pukul 10.49 WIB.


Keduanya mengenakan jilbab.  NA mengenakan jilbab berwarna putih dan SS jilbab coklat. Jilbab itu ditutupi ke wajahnya ketika mereka turun dari mobil tahanan menuju ruang tahanan PN Padang.


Mereka terus berusaha menghindar dari incaran kamera wartawan yang sudah menunggu dari pagi. Bahkan, ketika berada dalam ruang tahanan PN Padang, mereka terus menyembunyikan wajahnya dibalik jilbab.


Tak lama kemudian, kedua terdakwa dibawa petugas menuju ruang sidang II. Dia digabungkan dengan terdakwa kasus pidana lain sebelum menunggu jadwal sidangnya. Pintu ruang sidang II saat itu masih terlihat terbuka.


Di sisi lain, sejak pagi, puluhan anggota Pol PP terlihat di PN Padang, begitu juga pengunjung sidang yang lain. “Ikonyo penari telanjang tu. A jo gunonyo ditutuik-tutuikan muko tu lai,” kata seorang ibu-ibu.


Kasus penari striptis yang sempat menghebohkan Sumbar tiga bulan lalu, mengundang perhatian publik.
Masyarakat berusaha mengintip dari balik lubang kunci ruang sidang.


Dua penari bugil ditangkap Satpol PP Padang di Fellas Cafe and Resto pada 26 September lalu. Setelah itu mereka dilepaskan Satpol PP.
Kemudian sekitar 15 Oktober lalu mereka akhirnya ditangkap Polresta Padang. Mereka dijerat dengan UU Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi.


Kedua penari bugil itu SS dan NA ditangkap di dua tempat berbeda. SS ditangkap Sabtu (15/10) malam sekitar pukul 22.25 WIB di parkiran Hotel Pusako Buktitinggi.


Sementara NA dicokok polisi di tempat kosnya, belakang pool bus ALS, Kecamatan Lubukbegalung Minggu (16/10), sekitar pukul 02.00 dini hari. (bis)

[ Red/Redaksi_ILS ]

Komentar Berita
Dari : roy
Senin, 23/01/2012 - Jam 13:40 WIB
kurang ajar banget tuh orang


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Presiden Baru, Pesawat Baru

AKHIRNYA Indonesia memiliki pesawat kepresidenan. Pesawat jenis Boeing Business Jet 2 (BBJ2) 737-800 kebiru-biruan itu kini sudah parkir di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta. Momentum datangnya pesawat kepresidenan itu juga tepat, yakni saat Indonesia menghadapi suksesi kepemimpinan. Pesawat yang memiliki rentang sayap 35,79 meter, tinggi 12,50 meter, dan panjang 38 meter tersebut akan dinikmati presiden ketujuh Republik Indonesia.

TNKB Belum Tersedia

Direktorat Lalulintas Polda Sumbar minta maaf atas belum tersedianya Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB). Kalau nanti TNKB sudah dikirim dari Korlantas Mabes Polri, pemilik kendaraan bermotor tidak perlu lagi membeli, sehubungan sewaktu membayar pajak perpanjangan STNK dan kendaraan baru sudah dibayar. Sekaitan dengan hal tersebut seluruh anggota Polantas di Polda Sumbar tidak perlu mempermasalahkan ada TNKB yang mati.

Selasa, 15 April 2014

Caleg Cemas Dicurangi

Indak usah dicamehan lai, Pak.......................!

 

Apoteker masih Terabaikan

Jan lo sampai tebang pilih, Pak.......................................!

 

UN Dipantau CCTV

Tapi baa kok bisa juo siswa caliak kunci jawaban tu, Pak.....................!