Rabu, 16 April 2014 - 15 Jumadil Akhir 1435 H 17:22:49 WIB
RAKYAT SUMBAR

Harga Cengkeh Menurun Tajam

Padang Ekspres • Selasa, 20/12/2011 12:50 WIB • (mg15) • 1139 klik

Painan, Padek—Harga komoditi pertanian yang menjadi andalan bagi masyarakat Pesisir Selatan seperti cengkeh, kakao, karet, pinang mengalami penurunan tajam di pasaran. Tanaman cengkeh kering, harganya turun dari Rp 200.000/kg menjadi Rp 72.000. Ini diduga karena kurangnya permintaan pasar.


Meski murah, masyarakat terpaksa menjualnya karena tuntutan ekonomi  keluarga. Sedangkan pedagang pengumpul terus memburu cengkeh sampai ke pelosok perkampungan Pessel.   Petani  berharap betul harga komoditi musiman ini terus naik di pasaran.


“Kalau bisa, para pedagang pengumpul  tidak mengeruk keuntungan besar dengan membeli cengkeh masyarakat dengan harga  murah, menjualnya dengan harga mahal,” kata Malin, petani di Tarusan, kepada Padang Ekspres, kemarin (19/12).


Dia mengungkapkan,  jika harga cengkeh tinggi dapat meringankan beban petani  dan ekonomi masyarakat semakin membaik, meskipun panennya musiman. Dari penjualan cengkeh tersebut, petani dapat mengembangkan usaha lain yang mendatangkan hasil.


Seperti diketahui, komoditi cengkeh, salah satu andalan ekonomi masyarakat Pessel. Beberapa tahun lalu, Pessel dikenal sebagai daerah produksi cengkeh. Namun  saat ini, sudah banyak cengkeh milik petani yang sudah mati akibat berbagai penyakit  tanaman.


Salah seorang pedagang pengumpul di Pasar Tarusan, Junir  mengatakan, harga cengkeh  sangat tergantung permintaan pasar. “Bila permintaan tinggi dan persediaan sedikit, jelas harga cengkeh naik di pasaran. Begitupun sebaliknya,” ucapnya. (mg15)   

[ Red/Redaksi_ILS ]

Komentar Berita
Dari : jubal
Senin, 09/01/2012 - Jam 20:04 WIB
naiknya turunnya harga cengkeh tergantung pada permintaan pasar,misalnya cengkeh sudah akan habis atau langkah apakah harga cengkeh akan naik atau turun lagi?


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Presiden Baru, Pesawat Baru

AKHIRNYA Indonesia memiliki pesawat kepresidenan. Pesawat jenis Boeing Business Jet 2 (BBJ2) 737-800 kebiru-biruan itu kini sudah parkir di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta. Momentum datangnya pesawat kepresidenan itu juga tepat, yakni saat Indonesia menghadapi suksesi kepemimpinan. Pesawat yang memiliki rentang sayap 35,79 meter, tinggi 12,50 meter, dan panjang 38 meter tersebut akan dinikmati presiden ketujuh Republik Indonesia.

TNKB Belum Tersedia

Direktorat Lalulintas Polda Sumbar minta maaf atas belum tersedianya Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB). Kalau nanti TNKB sudah dikirim dari Korlantas Mabes Polri, pemilik kendaraan bermotor tidak perlu lagi membeli, sehubungan sewaktu membayar pajak perpanjangan STNK dan kendaraan baru sudah dibayar. Sekaitan dengan hal tersebut seluruh anggota Polantas di Polda Sumbar tidak perlu mempermasalahkan ada TNKB yang mati.

Selasa, 15 April 2014

Caleg Cemas Dicurangi

Indak usah dicamehan lai, Pak.......................!

 

Apoteker masih Terabaikan

Jan lo sampai tebang pilih, Pak.......................................!

 

UN Dipantau CCTV

Tapi baa kok bisa juo siswa caliak kunci jawaban tu, Pak.....................!