Senin, 21 April 2014 - 20 Jumadil Akhir 1435 H 09:01:14 WIB
PRO SUMBAR

Harga Karet Stabil, Petani Getah Bergairah

Padang Ekspres • Kamis, 15/12/2011 11:56 WIB • (ldy) • 769 klik

Pasaman, Padek—Perekonomian petani karet Pasaman mulai membaik. Hal ini terjadi sejak dua bulan terakhir ini, dimana harga karet yang merupakan hasil perkebunan sekitar 50 persen warga mulai berangsur stabil. Saat ini saja, harga karet di pasaran mencapai Rp 11 ribu per kilogramnya, sedangkan karet dengan kualitas harian, dijual seharga Rp 10.500 perkilogramnya.


“Saat ini perekonomian masyarakat petani karet mulai membaik, kini harga karet mulai stabil,” ujar Bolon, 21, salah seorang petani karet di Kecamatan Rao.


Menurut dia, sebagian besar penduduk Kecamatan Rao bekerja sebagai petani karet. Sejak harga karet mulai stabil, kehidupan masyarakat setempat sudah mulai membaik. Masyarakat sudah banyak yang berbelanja kebutuhan pokok ke Pasar Lubuksikaping yang berjarak lebih kurang 60 kilometer dari Rao.


Indikasi mulai membaiknya perekonomian masyarakat terlihat dengan sudah banyaknya warga di kecamatan ini yang membeli kendaraan baru seperti motor dan mobil. “Kehidupan petani karet saat harga stabil seperti saat ini mulai berubah total,” ujarnya.


Terpisah, Kepala Dinas Perkebunan Pasaman Nasrun mengatakan produksi karet per tahunnya mencapai 23 ribu ton. Tingkat produksi tertinggi berada di Kecamatan Mapat Tunggul dan Kecamatan Mapat Tunggul Selatan yang memiliki kebun karet yang sangat luas di Pasaman dibandingkan dengan kecamatan lainnya. “Tingginya produksi karet, saat ini sudah mulai diikuti dengan peningkatan mutu bahan olah karet (bokar) ekspor sehingga produksi karet di Pasaman ini mulai berkembang seperti saat ini,” jelasnya. (ldy)



[ Red/Redaksi_ILS ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Presiden Baru, Pesawat Baru

AKHIRNYA Indonesia memiliki pesawat kepresidenan. Pesawat jenis Boeing Business Jet 2 (BBJ2) 737-800 kebiru-biruan itu kini sudah parkir di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta. Momentum datangnya pesawat kepresidenan itu juga tepat, yakni saat Indonesia menghadapi suksesi kepemimpinan. Pesawat yang memiliki rentang sayap 35,79 meter, tinggi 12,50 meter, dan panjang 38 meter tersebut akan dinikmati presiden ketujuh Republik Indonesia.

TNKB Belum Tersedia

Direktorat Lalulintas Polda Sumbar minta maaf atas belum tersedianya Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB). Kalau nanti TNKB sudah dikirim dari Korlantas Mabes Polri, pemilik kendaraan bermotor tidak perlu lagi membeli, sehubungan sewaktu membayar pajak perpanjangan STNK dan kendaraan baru sudah dibayar. Sekaitan dengan hal tersebut seluruh anggota Polantas di Polda Sumbar tidak perlu mempermasalahkan ada TNKB yang mati.

Selasa, 15 April 2014

Caleg Cemas Dicurangi

Indak usah dicamehan lai, Pak.......................!

 

Apoteker masih Terabaikan

Jan lo sampai tebang pilih, Pak.......................................!

 

UN Dipantau CCTV

Tapi baa kok bisa juo siswa caliak kunci jawaban tu, Pak.....................!