Jum'at, 18 April 2014 - 17 Jumadil Akhir 1435 H 13:20:38 WIB
METROPOLIS

Dana BOS Triwulan IV Terlambat

Padang Ekspres • Selasa, 13/12/2011 12:41 WIB • (e) • 585 klik

Dana BOS

Tan Malaka, Padek—Penyaluran dana bantuan operasional sekolah (BOS) sebesar Rp 15 miliar untuk 529 SD dan SMP negeri dan swasta pada triwulan IV 2011, mengalami keterlambatan. Seharusnya, dana itu cair pada minggu kedua Oktober, namun baru turun akhir November. Dengan begitu, pada awal Desember, kepala sekolah dapat mengambilnya setelah melengkapi berkas persyaratan pencairan dana.


Pemerintah memberikan bantuan bagi murid SD Rp 400 ribu per murid per tahun, dan siswa SMP Rp 575 per siswa per tahun.
Meski terlambat, proses belajar mengajar di sekolah tidak terganggu karena kepala sekolah menyiasati keterlambatan itu dengan berbagai cara. Seperti di SMPN 13 Padang. Sekolah di kawasan Tabing ini tetap melaksanakan proses belajar mengajar seperti biasanya.


Kepala SMPN 13 Padang, Darmawi menjelaskan, sekolah telah mengambil kebijakan untuk mengutamakan PBM. Pengeluaran lain seperti pembelian alat tulis bisa ditunda terlebih dahulu.


“Guru diminta untuk tidak mengeluh dan memahami keadaan seperti ini, jadi siswa tidak merasa terganggu karena guru telah mengambil inisiatif untuk tetap mengajar,” ujarnya.


Hal yang sama diungkapkan Kepala SMPN 25 Padang, Dwifa. Sekolah telah sepakat mengutamakan PBM meski dana BOS ini terlambat. “Terlambatnya tidak begitu lama, jadi operasional sekolah tetap jalan,” imbuhnya.


Kabid Program Kajian Peningkatan Mutu Pendidikan (PKPMP) Disdik Padang, Magdalena menjelaskan, keterlambatan pencairan dana BOS triwulan IV sudah diberitahukan dari pusat dan telah disampaikan pada sekolah.

Dari keterangan pusat, keterlambatan ini disebabkan menunggu data terbaru siswa yang masuk pada tahun ajaran baru. Setelah data siswa baru diajukan, lalu pusat menganalisis dan baru bisa mencairkan dana. Sehinga, data siswa baru akan menjadi acuan berikutnya sampai siswa tersebut tamat.


“Sampai saat ini belum ada keluhan dan laporan kepala sekolah mempermasalahkan keterlambatan. Hal ini sudah dikasih tahu dan kepala sekolah bisa memahaminya,” ujarnya.


Walaupun terlambat, tidak ada penambahan waktu pencairan. Sebelum akhir Desember, semua dana harus dipergunakan dan dipertanggungjawabkan oleh sekolah. Jika tidak dipergunakan, secara otomatis dana tersebut akan kembali ke APBD. Disdik menargetkan pencairan dana BOS ini selesai pertengahan Desember dan laporannya masuk sebelum akhir Desember.


“Kepala sekolah harus menolkan rekening sebelum batas akhir. Jika terlambat dana tersebut tidak bisa digunakan,” imbuhnya.
Untuk pengawasan, selain Disdik, inspektorat baik daerah maupun pusat selalu mengevaluasi laporan yang diberikan sekolah melalui SPJ.

Jika dinilai bermasalah akan ditindak sesuai aturan. Sampai saat ini, Inspektorat maupun Disdik belum menemukan permasalahan seperti penyelewengan dana BOS di Padang. (e)

[ Red/Redaksi_ILS ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Presiden Baru, Pesawat Baru

AKHIRNYA Indonesia memiliki pesawat kepresidenan. Pesawat jenis Boeing Business Jet 2 (BBJ2) 737-800 kebiru-biruan itu kini sudah parkir di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta. Momentum datangnya pesawat kepresidenan itu juga tepat, yakni saat Indonesia menghadapi suksesi kepemimpinan. Pesawat yang memiliki rentang sayap 35,79 meter, tinggi 12,50 meter, dan panjang 38 meter tersebut akan dinikmati presiden ketujuh Republik Indonesia.

TNKB Belum Tersedia

Direktorat Lalulintas Polda Sumbar minta maaf atas belum tersedianya Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB). Kalau nanti TNKB sudah dikirim dari Korlantas Mabes Polri, pemilik kendaraan bermotor tidak perlu lagi membeli, sehubungan sewaktu membayar pajak perpanjangan STNK dan kendaraan baru sudah dibayar. Sekaitan dengan hal tersebut seluruh anggota Polantas di Polda Sumbar tidak perlu mempermasalahkan ada TNKB yang mati.

Selasa, 15 April 2014

Caleg Cemas Dicurangi

Indak usah dicamehan lai, Pak.......................!

 

Apoteker masih Terabaikan

Jan lo sampai tebang pilih, Pak.......................................!

 

UN Dipantau CCTV

Tapi baa kok bisa juo siswa caliak kunci jawaban tu, Pak.....................!