Jum'at, 25 April 2014 - 24 Jumadil Akhir 1435 H 09:47:45 WIB
METROPOLIS

Penyandang Cacat Dituntut Kreatif dan Mandiri

Padang Ekspres • Rabu, 07/12/2011 12:54 WIB • (ayu/mg16) • 317 klik

M Yamin, Padek—DPRD Padang meminta Pemko memberikan perhatian pada penyandang cacat. Sebab, dalam APBD Padang belum ada pengusulan anggaran khusus untuk mereka.


”Pemko sering lupa mengalokasikan anggaran untuk orang cacat. Seharusnya, Pemko juga mengakomodir para penyandang cacat ini. Orang cacat harus mendapat perlakuan sama. Saya melihat masih ada diskriminasi bagi penyandang cacat,” ujar anggota DPRD Komisi IV DPRD, Ilham Maulana, kemarin (6/11).


Dia menyebutkan, Pemko harus memperluas kesempatan kerja untuk penyandang cacat. Dengan begitu, ada jaminan hidup yang lebih baik untuk penyandang cacat. Sejauh ini, tak satu pun fasilitas  umum mengakomodir kebutuhan penyandang cacat.


Di tempat terpisah, Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja  Hariadi Dahlan mengklaim sudah memberikan perhatian pada penyandang cacat. Bahkan, Pemko  juga telah mengangkat penyandang cacat menjadi pegawai negeri sipil. “Tak cuma itu, jika penyandang cacat memiliki prestasi, Pemko juga menyekolahkannya ke jenjang pendidikan lebih tinggi,” katanya.


Data di Dinas Sosial dan Tenaga Kerja  (Dinsosnaker) Padang, jumlah penyandang cacat di Padang 100 orang. Mereka telah diberikan pelatihan berupa pijat serta pelatihan musik. Dengan adanya keterampilan itu, para penyandang cacat bisa meningkatkan taraf  hidupnya.


”Silakan cek ke kantor saya. Di sana ada penyandang cacat berlatih musik. Kalau ada orang nikah dan mengundang mereka menyanyi, jasa mereka dapat dimanfaatkan,” katanya.


Mantan Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) ini mengatakan, penyandang cacat harus mengubah sudut pandangnya dan bisa mandiri. Dengan kemandirian tersebut, penyandang cacat bisa menghidupi diri dan tak perlu harus meminta-minta di jalan.


“Terus terang saya kurang suka dengan penyandang cacat  meminta di jalan yang menjadikan kekurangan fisiknya sebagai alasan  untuk meminta. Harusnya para penyandang cacat itu menjadi kekurangsempurnaannya menjadi motivasi, bukan malah sebaliknya. Jika ada  penyandang cacat yang ingin mengembangkan potensi  dirinya akan kami bantu,” kata Hariadi.


Secara terpisah, Wakil Wali Kota Padang Mahyeldi Ansharullah juga menyebutkan perhatian Pemko terhadap penyandang cacat sudah optimal. Tak pernah melakukan diskriminasi dalam hal memperoleh kesempatan kerja dan pendidikan. 

Sebutnya, pada tiga satuan kerja perangkat daerah (SKPD), Dinas Sosial, Dinas  Pemuda dan Olahraga serta Dinas Pendidikan, telah diinstruksikan agar tetap memberikan prioritas terhadap penyandang cacat. “Saya sudah pesankan itu,” kata Mahyeldi.


Pada tahun depan, Pemko telah membuat kebijakan, setiap fasilitas umum yang dibangun harus  dilengkapi sarana bagi penyandang cacat.  (ayu/mg16)

[ Red/Redaksi_ILS ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Kacamata Kuda KPK

KRITIK dan pujian selalu datang bersamaan setiap kali Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuat ”kejutan” baru. Termasuk ketika menetapkan mantan Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Hadi Poernomo sebagai ter­sangka dalam kasus pajak yang terjadi pada 2004.

Belum Terima Elpiji

YTH bapak Wali Kota Padang yang baru. Kami warga RW 6, Guo Kuranji sampai sekarang belum menerima paket gas elpiji 3 Kg. Tolong di percepat karena minyak tanah harganya sudah naik.

Kamis ,24 April 2014

Tunggu SK Mendagri

Lai ndak ka ta undur lo tu Pak, dek KPK lah manyasar Mendagri lo..........!

 

14 Warga Digigit Anjing Gila

Iah gawat mah pak,lai aman Pak..................................................?

 

UN SLTP, Padang Target Jawara

semoga lah pak, asa ndak pakai jimat se.....................................!