Kamis, 24 April 2014 - 23 Jumadil Akhir 1435 H 10:15:52 WIB
RAKYAT SUMBAR

Minimalisir Kecurangan UN Pendistribusian Soal Sesuai Jadwal

Padang Ekspres • Sabtu, 16/04/2011 11:45 WIB • (e/a/mr) • 307 klik

Pembantu Rektor III Unand, Nofesar Jamarun menjelaskan, lima paket tersebut sudah sangat membantu mengurangi kecurangan UN tahun ini. Dari pengamatannya, dengan jumlah siswa perlokal 20 orang, berarti soal yang sama hanya pada empat siswa.


Dengan soal yang berbeda itu, tingkat kecurangan bisa mencapai nol persen, karena kiri dan kanan serta depan dan belakang siswa soalnya tidak sama. Hal ini akan lebih terlaksana jika duduk siswa tersebut jarang dan pengawas pun betul-betul mengawas.


”Bagaimana siswa menyontek kalau soal itu ada lima paket. Soal teman sebelahnya pasti beda dan akan sulit siswa memastikan teman mana yang soalnya sama dengan dirinya,” imbuhnya.
Pria yang juga sebagai koordinator penyebaran soal UN tahun ini mengimbau seluruh siswa jangan percaya dengan kunci jawaban yang biasanya beredar dikala UN akan berlangsung.


Dia menjelaskan dengan lima paket soal itu, sangat menutup kemungkinan oknum yang tidak bertanggung jawab menjawab soal. Dan siswa yang memiliki kunci jawaban juga akan kebingungan, paket mana yang akan dia dapatkan.


Tidak itu saja, ketentuan yang telah disepakati tim pengawas UN, sebelum ujian berlangsung seluruh siswa harus mengisi kode soal dan data lainnya. Dengan begitu tidak ada kesempatan siswa membuat kode yang sama dengan teman sebelahnya itu.


Seperti diketahui, tahun lalu, soal UN hanya dua paket. Berarti, meskipun kiri dan kanan siswa itu tidak sama tapi disampingnya pasti sama soal tersebut. Dengan mengangkat lembaran jawaban, akan terlihat oleh siswa sebelahnya dan bisa menyalinnya dengan aman.


Sudah Tepat
Dihubungi terpisah, pengamat pendidikan Prayitno menjelaskan langkah pembuatan soal dengan lima paket memang sudah tepat.
Menurutnya siswa akan kesulitan untuk melihat kiri dan kanan karena soalnya tidak akan sama.


Tidak itu saja, siswa akan kesulitan menerima kunci jawaban jika mereka mendapatkan kunci jawaban yang beredar. Dengan demikian, langkah Disdik untuk mengurangi kecurangan UN bisa dilaksanakan.
“Kalau masih ada siswa yang dapat menyontek jawaban temannya berarti ada dua kemungkinan. Pertama siswa itu yang kreatif, atau yang kedua pengawasnya yang lengah,” ujar Prayitno. “Siswa jangan berharap mendapatkan contekan dari teman atau kunci jawaban. Lebih baik percaya sama diri sendiri,” ingat pengajar pada Universitas Negeri Padang (UNP) itu.
Hal senada juga diungkapan Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Padang, Bambang Sutrisno. Menurut Bambang, dengan soal lima paket ini memang sudah kecil kemungkinan peserta UN ini menyontek. Sedangkan untuk mepercayai kunci jawaban tentunya siswa tidak bisa menerka paket soal mana yang dia dapatkan.


DPD Ikut Awasi UN
Sementara itu, untuk mengawasi jalannya UN, seluruh anggota komite III Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI turun ke daerah pemilihannya masing-masing. Anggota parlemen non partai ini kan memantau pelaksanaan UN dan mengawasi  segala kecurangan yang mungkin terjadi.


Di Sumatera Barat, anggota DPD yang “pulang kampung” melaksanakan tugas tersebut adalah Emma Yohana. Dia adalah anggota DPD komite tiga yang tugasnya mengurus bidang pendidikan dan agama.
Ketika ditemui pada acara temu ramah dengan tokoh masyarakat di kantor camat Padang Selatan kemarin, anggota alumni IAIN Imam Bonjol itu mengatakan, UN adalah salah satu prioritas anggota DPD dalam menjalankan fungsi pengawasannya.


Ada beberapa hal yang menarik perhatiannya dalam mengkaji masalah UN ini. Dia berharap kepala daerah dan kepala dinas pendidikan tidak memberikan target kepada kepala sekolah dan guru, agar siswa tempat kepala sekolah dan guru mengabdi lulus sebanyak-banyaknya.


“Adanya target itu akan membuat guru dan kepala sekolah jadi terbebani, sehingga akhirnya menghalalkan segala cara untuk meluluskan siswanya,” ingatnya.
Ketua Yayasan Citra Al-Madina ini menegaskan yang harus dilakukan sekarang adalah bagaimana semua pihak, mulai dari pemerintah, orangtua dan guru mendorong anak agar memiliki kualitas dan melaksanakan ujian dengan sungguh-sungguh. “Jangan jadikan UN itu sebagai sesuatu yang menakutkan dan beban bagi anak-anak,” ujarnya.


Distribusi Soal
Sementara itu, Pendistribusian soal UN untuk provinsi Sumbar telah dilakukan sejak Minggu (10/4) lalu ke Pulau Mentawai. Sementara soal untuk kabupaten/kota lainnya akan dikirimkan sesuai standar operasional prosedur yang telah ditetapkan Kemendikans, yakni pada H-3 pelaksanaan UN SMA sederajat.


Ketua Pelaksana UN 2011 Sumbar, Muliardi, mengatakan hingga Jumat (15/4) telah didistribusikan soal UN hingga ke 11 kabupaten di Sumbar. Memang pendistribusian itu dilakukan lebih cepat untuk daerah yang jauh dari ibukota provinsi Sumbar, yakni Padang agar tidak terjadi keterlambatan datangnya soal UN.


Sementara untuk pendistribusian soal UN pada 7 Kota di Sumbar yakni Padang, Pariaman, Padangpariaman, Sawahlunto, Bukittinggi, Padangpanjang dan Solok akan didistribusikan pada H-2 pelaksanaan UN. Artinya, hari ini (16/4) diperkirakan semua soal telah terdistribusi dengan baik.


“Karena soal didistribusikan dengan ketat, melibatkan kepolisian juga. Makanya kami optimis UN 2011 akan berjalan jujur sama seperti tahun-tahun sebelumnya,” jelas Muliardi ditemui di ruangannya, Jumat (15/4).


Pendistribusian soal UN 2011 dari kabupaten/kota ke kecamatan, akan dilakukan pada H-1 pelaksanaan UN SMA/MA/SMK. Sementara pendistribusian ke sekolah penyelanggara dilakukan pada pagi hari sebelum UN SMA/MA/SMK berlangsung.


Dalam pendistribusian soal ke Kabupaten/Kota, dikawal ketat oleh pihak kepolisian dan juga disaksikan oleh Pengawas Pelaksanaan UN 2011 Sumbar dari pihak Universitas Andalas. Hingga kemarin, sudah 12 kabupaten yang telah menerima distribusi soal UN 2011 yakni Kabupaten Solok, Solok Selatan, Padangpariaman, Pesisir Selatan, Agam, Tanahdatar, Limapuluh Kota, Pasaman, Pasaman Barat, Sijunjung dan Dharmasraya.


Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Sumbar, Burhasman Bur berharap tak ada kisruh soal pelaksanaan UN di Sumbar. Jikalau ada kabar soal kebocoran soal, itu dianggapnya sebagai kabar angin. Sebab, tak ada bukti yang kongkrit membuktikan terjadi kecurangan UN tahun ajaran 2009/2010 lalu.  (e/a/mr)

[ Red/Redaksi_ILS ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Lokomotif tanpa Gerbong

KEPUTUSAN Ketua Umum Partai Persatuan Pem­ba­ngu­nan (PPP) Suryadharma Ali (SDA) berkoalisi dengan Partai Gerindra tanpa syarat, ternyata berbuntut panjang.

Belum Terima Elpiji

YTH bapak Wali Kota Padang yang baru. Kami warga RW 6, Guo Kuranji sampai sekarang belum menerima paket gas elpiji 3 Kg. Tolong di percepat karena minyak tanah harganya sudah naik.

Rabu ,23 April 2014

18 Caleg Incumbent Lolos

Agiah lo kesempatan yang baru-baru ko lai...........................!

 

Kepsek Pemukul Siswa jadi Tersangka

Proses sesuai hukum, Pak polisi...................................!

 

DPRD Pessel Diisi Wajah Baru

Lah tibo lo masonyo mah..............................!