Jum'at, 18 April 2014 - 17 Jumadil Akhir 1435 H 04:22:59 WIB
RAKYAT SUMBAR

Melirik Unit Ramah Anak di Padusunan

Anak Pariaman tak Takut lagi ke Puskesmas

Padang Ekspres • Rabu, 30/11/2011 14:13 WIB • ZIKRINIATI ZN — Pariaman • 335 klik

Anak-anak adalah kelompok rawan korban kekerasan, pelecehan dan diskriminasi. Jika hak-hak hidup mereka tak dilindungi, negeri ini akan kehilangan generasi di masa mendatang.

 

BONUS demografi Indonesia pada 2020-2050, bisa berbuah petaka bagi Kota Pariaman bila tidak menyiapkan generasi berkualitas sejak sekarang. Tidak terpenuhinya hak-hak hidup anak, tumbuh menjadi generasi yang akan menjadi beban daerah.


Nasib generasi mendatang, ditentukan bagaimana generasi sekarang memperlakukan anak-anak di usia emas. Salah urus, bisa berakibat fatal. Di sinilah peran penting posyandu, dan puskesmas.  


Menyikapi itu, Puskesmas Padusunan Kota Pariaman membangun ruang Unit Ramah Anak. Di ruangan ini, juga ada ruangan Pojok ASI dan Unit Pemulihan Gizi. Unit yang baru diresmikan tiga minggu lalu ini, menjadi ruangan favorit anak-anak di Pariaman, khususnya anak Padusunan.


Di ruangan ini, banyak permainan edukatif yang bisa dimainkan anak, mulai dari balok, lego, bola plastik warna-warni hingga puzzle aneka hewan.  Sedangkan di dinding ruangan, dipenuhi poster pesan-pesan kesehatan yang dikemas semenarik mungkin sehingga mengundang anak untuk bertanya.


Kehadiran unit yang tergabung dengan pelayanan kesehatan anak ini sangat membantu orangtua yang ingin memeriksakan kesehatan dan tumbuh kembang anak.


“Awalnya, sulit sekali membujuk si kecil mau ke puskesmas karena takut disuntik.
Setelah saya bilang di puskesmas banyak mainan, baru dia menurut. Sampai di puskesmas, eh malah ndak mau pulang,” ujar Teti, warga Koto Marapak Padusunan kepada Padang Ekspres di puskesmas, kemarin.


Saat itu, Teti tengah menunggu resep obat anaknya di Unit Ramah Anak Puskesmas Padusunan. Anak Teti yang berusia enam tahun itu, terserang infeksi saluran pernafasan atas (ISPA) sejak lima hari lalu. Awalnya, Teti mengatasi penyakit anaknya dengan obat-obat di warung. Namun karena tak kunjung sembuh, ia membawa anaknya ke puskesmas.


Ternyata di Unit Ramah Anak, Teti tidak hanya dapat mengobati anaknya, tetapi juga mendapatkan penjelasan dari tenaga medis tentang tumbuh kembang anaknya. Oleh tenaga medis, dia sarankan memperbaiki pola makan anaknya. “Idealnya, seusia anak saya, berat badan 18 kg. Sedangkan berat badan anaknya, 14 kg,” tuturnya.


Meski senang dengan tambahan pelayanan Unit Ramah Anak ini, namun Teti berharap Pemko Pariaman menambah fasilitas lainnya. Salah satunya, toilet. “Dari sekian banyak toilet, hanya dua berfungsi. Yang lainnya rusak,” ujar ibu tiga anak itu.


Di sebelah ruangan Unit Ramah Anak, terdapat ruangan pojok ASI. Pasien yang membawa bayi, tidak perlu lagi menyusui anak di ruang tunggu, tetapi bisa memanfaatkan ruangan ini. Di dalam ruangan ini, pasien juga bisa mendapatkan pengetahuan tentang pentingnya ASI eksklusif.


Sementara untuk ibu hamil, ruangan ini dapat digunakan untuk mendapatkan pengetahuan tentang cara menyusui yang baik, dan perawatan puting susu sehingga memberikan ASI eksklusif untuk bayinya usai melahirkan nanti.


Fasilitas lain adalah ruang pemulihan gizi. Di ruangan ini, para orangtua mendapatkan penyuluhan tentang pola makan anak. Layanan ini terintegrasi dengan unit ramah anak.


Data Dinas Kesehatan Kota Pariaman mencatat angka gizi kurang di Pariaman tahun 2011adalah  0,1persen dari 8.000 balita.
“Pariaman telah ditetapkan sebagai Kota Layak Anak (KLA). Karena itu, Pemko Pariaman harus bisa melindungi dan memenuhi hak-hak anak yang terencana secara menyeluruh (holistik) dan berkelanjutan (sustainable),” Kepala Dinas Kesehatan Pariaman, Yanra Fery.


Salah seorang tim tenaga medis Unit Ramah Anak Puskesmas Padusunan, Badriayah mengungkapkan, sejak adanya Unit Ramah Anak ini, terjadi peningkatan kunjungan pasien di Puskesmas Padusunan. Jika sebelumnya rata-rata kunjungan pasien 10 orang sehari, kini naik 20 orang sehari.


“Mereka yang dulunya mengatasi penyakit anaknya dengan obat-obatan kampung, kini sudah mulai melirik puskesmas untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. Begitu juga warga lain, banyak yang memilih berobat ke Puskesmas Padusunan, karena mendengar adanya pelayanan khusus untuk anak,” pungkasnya. (***)

[ Red/Redaksi_ILS ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Presiden Baru, Pesawat Baru

AKHIRNYA Indonesia memiliki pesawat kepresidenan. Pesawat jenis Boeing Business Jet 2 (BBJ2) 737-800 kebiru-biruan itu kini sudah parkir di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta. Momentum datangnya pesawat kepresidenan itu juga tepat, yakni saat Indonesia menghadapi suksesi kepemimpinan. Pesawat yang memiliki rentang sayap 35,79 meter, tinggi 12,50 meter, dan panjang 38 meter tersebut akan dinikmati presiden ketujuh Republik Indonesia.

TNKB Belum Tersedia

Direktorat Lalulintas Polda Sumbar minta maaf atas belum tersedianya Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB). Kalau nanti TNKB sudah dikirim dari Korlantas Mabes Polri, pemilik kendaraan bermotor tidak perlu lagi membeli, sehubungan sewaktu membayar pajak perpanjangan STNK dan kendaraan baru sudah dibayar. Sekaitan dengan hal tersebut seluruh anggota Polantas di Polda Sumbar tidak perlu mempermasalahkan ada TNKB yang mati.

Selasa, 15 April 2014

Caleg Cemas Dicurangi

Indak usah dicamehan lai, Pak.......................!

 

Apoteker masih Terabaikan

Jan lo sampai tebang pilih, Pak.......................................!

 

UN Dipantau CCTV

Tapi baa kok bisa juo siswa caliak kunci jawaban tu, Pak.....................!