Sabtu, 19 April 2014 - 18 Jumadil Akhir 1435 H 04:11:45 WIB
RAKYAT SUMBAR

10 PNS Disanksi, 2 Guru Dipecat

Padang Ekspres • Rabu, 30/11/2011 13:55 WIB • (x/yo) • 499 klik

Sijunjung, Padek—Upacara Hari Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) di Lapangan M Yamin, Muaro, ditandai dengan pengumuman 10 pegawai indisipliner. Mereka ditampilkan di tengah lapangan upacara. Empat di antaranya diberikan hukuman disiplin berat, enam lainnya hukuman sedang.


Dari empat PNS yang kena sanksi disiplin berat, dua di antaranya diberhentikan dengan hormat. Dua PNS itu; Hernita, guru SDN 2 Sijunjung, kesalahan tidak masuk kerja tanpa alasan yang sah selama 46 hari dan Salmon, guru SDN 27 Kamang.


Dua orang lainnya, mendapat sanksi penurunan pangkat setingkat lebih rendah dari sebelumnya. Keduanya; Nurhayati, PNS di Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Nagari Sijunjung dan Ramlis, guru SDN 1 Palaluar.


Sedangkan 6 pegawai yang mendapatkan sanksi disiplin sedang, yakni Afridas, Kasi Kesra Kantor Camat Sumpurkudus, dengan kesalahan pemotongan honor guru TPQ/TPSQ di Kecamatan Sumpurkudus.


Kemudian Joharman, Kasi Keselamatan, Pencegahan, dan Penanganan Lalu lintas di Dinas Perhubungan Informasi dan Komunikasi (Inforkom), atas kesalahan pemalsuan percetakan dokumen berita acara pelanggaran lalu lintas dan angkutan di Dishub.


Lalu Azwar, Kepala Seksi Pengawas Pemerintah di Inspektorat Sijunjung, dan Perisman, Kasi Kesehatan Masyarakat Veteriner di Dinas Peternakan dan Perikanan Sijunjung, terlibat kasus perjudian.


Sedangkan Suardi, Kasubid Mutasi Pegawai di Badan Kepegawaian Daerah Sijunjung, terlibat tindak pidana penganiayaan, dan Darman, pegawai Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi, terlibat pelanggaran asusila. Sanksinya berupa mutasi.


Pemberian Reward
Selain pemberian punish, bagi pegawai berprestasi diberikan reward. Di tempat yang sama, juga diumumkan pegawai teladan, guru, dan pelajar berprestasi di olahraga.


Banyaknya kasus pelanggaran yang dilakukan PNS Sijunjung, ditanggapi Ketua Komisi III DPRD, Asriben Datuak Rajo Pahlawan.
“Kami berharap hukuman ini dapat memberikan efek jera bagi pegawai agar tidak melakukan kesalahan. Para pegawai seharusnya menjadi contoh kepada masyarakat,” kata Asriben.


Tak Ada Bendera
Secara terpisah, upacara peringatan Hari Korpri di halaman Kantor Bupati Pessel, tanpa kibaran bendera merah putih. Ini dikarenakan tali pengerek bendera, menyangkut di tiang.


Insiden ini kontan membuat Bupati Pessel, Nasrul Abit selaku pembina upacara, kecewa. Dalam amanatnya, dia berulang kali menegaskan agar insiden ini jangan terulang kembali.


Upacara Hari Korpri kemarin disejalankan dengan upacara Hari Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dan Hari Guru. Upacara diikuti seluruh pegawai, termasuk guru. Selain itu, hadir unsur muspida. Kabag Kesbangpol Linmas Setkab Pesisir Selatan, Muskamal menegaskan, sebelumnya persiapan upacara telah dilakukan maksimal. “Ini insiden yang tidak disengaja,” jelasnya. (x/yo)

[ Red/Redaksi_ILS ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Presiden Baru, Pesawat Baru

AKHIRNYA Indonesia memiliki pesawat kepresidenan. Pesawat jenis Boeing Business Jet 2 (BBJ2) 737-800 kebiru-biruan itu kini sudah parkir di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta. Momentum datangnya pesawat kepresidenan itu juga tepat, yakni saat Indonesia menghadapi suksesi kepemimpinan. Pesawat yang memiliki rentang sayap 35,79 meter, tinggi 12,50 meter, dan panjang 38 meter tersebut akan dinikmati presiden ketujuh Republik Indonesia.

TNKB Belum Tersedia

Direktorat Lalulintas Polda Sumbar minta maaf atas belum tersedianya Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB). Kalau nanti TNKB sudah dikirim dari Korlantas Mabes Polri, pemilik kendaraan bermotor tidak perlu lagi membeli, sehubungan sewaktu membayar pajak perpanjangan STNK dan kendaraan baru sudah dibayar. Sekaitan dengan hal tersebut seluruh anggota Polantas di Polda Sumbar tidak perlu mempermasalahkan ada TNKB yang mati.

Selasa, 15 April 2014

Caleg Cemas Dicurangi

Indak usah dicamehan lai, Pak.......................!

 

Apoteker masih Terabaikan

Jan lo sampai tebang pilih, Pak.......................................!

 

UN Dipantau CCTV

Tapi baa kok bisa juo siswa caliak kunci jawaban tu, Pak.....................!