Minggu, 20 April 2014 - 19 Jumadil Akhir 1435 H 20:19:17 WIB
RAKYAT SUMBAR

Dirut PDAM Akui Kesalahan

Padang Ekspres • Sabtu, 26/11/2011 12:54 WIB • (rm) • 379 klik

Pasaman, Padek—Direktur PDAM Kabupaten Pasaman, Gamles mengakui tingginya tagihan rekening PDAM beberapa bulan terakhir di Lubuksikaping akibat kesalahan input data. Akibatnya, pelanggan membayar tidak sesuai volume air yang dipakai sehingga pelanggan dirugikan.


Gamles mengaku sudah menerima keluhan masyarakat Mauh, Lubuksikaping. Tingginya tagihan rekening air pelanggan atas nama Roslaini, akibat pelanggan bernama Roslaini ada tiga. Yakni Roslaini A, B dan C. Ini diketahui setelah petugas mengecek meteran pelanggan.  


Roslaini ternyata mengontrakkan rumahnya tiga petak, tapi nama pelanggannya tetap Roslaini. “Kalau ada keluhan pelanggan silakan melapor ke petugas PDAM. Nanti kami akan mencari solusi terbaiknya. Karena bagaimanapun juga PDAM akan berupaya melayani pelanggan semaksimal mungkin,” ujarnya.


Di Alai dan Teluk Embun, Lubuksikaping, pelanggan kaget karena tagihan melonjak. Dua daerah ini termasuk dataran tinggi, sehingga aliran air PDAM sering macet. Misalnya di waktu pagi hingga siang.


“Beginilah kondisi PDAM di Lubuksikaping. Jika ingin lancar dan jarang air mati, harus dipasang tower. Tapi untuk mendirikan tower itu mahal, dananya miliaran,” jelasnya.


Gamles menambahkan, seringnya air macet di dataran tinggi, karena perbaikan pipa di sejumlah titik yang rusak. Tapi biasanya, air tidak pernah satu bulan mati. “Satu jam saja ada pembongkaran atau perbaikan pipa yang daerahnya rendah, akan terganggu ke daerah ketinggian. Bahkan, agar stabil aliran air itu, bisa mencapai satu hari penuh,” katanya.


Terpisah, Anggota Badan Pengawas PDAM Pasaman, Rismainaldi menambahkan, agar tidak terjadi kekeliruan pencatatan, PDAM diminta memfungsikan kembali kartu pelanggan yang ditempel di setiap rumah pelanggan.


“Kalau berfungsi, kartu meteran pelanggan PDAM itu akan memudahkan pelanggan membayar jumlah tagihan yang akan dibayar. Artinya, pelanggan akan mengetahui berapa debit air yang dipakai  setiap bulannya. Pelanggan tahu berapa harus membawa uang ketika ingin membayar tagihan ke PDAM,” terang Rismainaldi. (rm)

[ Red/Redaksi_ILS ]

Komentar Berita
Minggu, 27/11/2011 - Jam 16:55 WIB
Seharusnya jangan hanya mengakui kesalahan saja tapi bagaimana mengembalikan uang dari pelanggan yang sudah diterima itu baru adil..apalagi didaerah saya dengan mesin meteran yang baru pembayaran rek.pdam terasa besar sekali karena cuma angin yang keluar tapi meteran tetap jalan....SEMUA PENCURI...


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Presiden Baru, Pesawat Baru

AKHIRNYA Indonesia memiliki pesawat kepresidenan. Pesawat jenis Boeing Business Jet 2 (BBJ2) 737-800 kebiru-biruan itu kini sudah parkir di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta. Momentum datangnya pesawat kepresidenan itu juga tepat, yakni saat Indonesia menghadapi suksesi kepemimpinan. Pesawat yang memiliki rentang sayap 35,79 meter, tinggi 12,50 meter, dan panjang 38 meter tersebut akan dinikmati presiden ketujuh Republik Indonesia.

TNKB Belum Tersedia

Direktorat Lalulintas Polda Sumbar minta maaf atas belum tersedianya Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB). Kalau nanti TNKB sudah dikirim dari Korlantas Mabes Polri, pemilik kendaraan bermotor tidak perlu lagi membeli, sehubungan sewaktu membayar pajak perpanjangan STNK dan kendaraan baru sudah dibayar. Sekaitan dengan hal tersebut seluruh anggota Polantas di Polda Sumbar tidak perlu mempermasalahkan ada TNKB yang mati.

Selasa, 15 April 2014

Caleg Cemas Dicurangi

Indak usah dicamehan lai, Pak.......................!

 

Apoteker masih Terabaikan

Jan lo sampai tebang pilih, Pak.......................................!

 

UN Dipantau CCTV

Tapi baa kok bisa juo siswa caliak kunci jawaban tu, Pak.....................!