Rabu, 16 April 2014 - 15 Jumadil Akhir 1435 H 12:17:15 WIB
METROPOLIS

Penuntut Umum Tetap pada Tuntutan

Dugaan Korupsi PLN Kuranji

Padang Ekspres • Jumat, 25/11/2011 11:22 WIB • (bis) • 390 klik

Khatib Sulaiman, Padek—Penuntut umum kasus korupsi harga tanah pembangunan Kantor PLN Rayon Kuranji tetap kekeuh pada tuntutan mereka pada sidang, 8 November lalu. Yakni,  terdakwa Sunaryo (panitia pengadaan tanah) dan Asrul (perantara/makelar) dituntut 2 tahun 3 bulan penjara.


“Terdakwa Asrul dan Sunaryo tidak dapat dibebaskan dari dakwaan,” kata salah seorang penuntut umum, Ikwan Ratsudy di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Padang, kemarin (24/11).


Di depan persidangan yang dipimpin majelis hakim yang diketuai Imam Syafei dan anggota Jon Effreddi dan M Takdir, Ikwan menegaskan, berdasar keterangan saksi dan terdakwa, serta barang bukti  di persidangan, penuntut umum mempunyai tugas untuk membuktikan terdakwa bersalah. “Dan ini telah kami tuangkan dalam surat tuntutan yang dibacakan pada 8 November lalu,” ungkap Ikwan.


Berita sebelumnya, penasihat hukum (PH) terdakwa menyatakan, tidak ditemukan mark up harga tanah yang menimbulkan kerugian bagi pihak PLN selaku pengguna dalam proses pengadaan tanah untuk pembangunan kantor PLN Rayon Kuranji tahun 2007 tersebut.


Penegasan itu dibuktikan tidak adanya tuntutan dari pihak PLN Sumbar serta tidak adanya temuan yang didapati dari kontrol internal (KI) dan satuan pengawasan intern (SPI) dari pihak PLN maupun temuan oleh pihak Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Sumbar yang berwenang melakukan audit dan menghitung kerugian negara sesuai penjelasan Pasal 32 Ayat 1 UU Nomor 31 Tahun 1999. (bis)

[ Red/Redaksi_ILS ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Presiden Baru, Pesawat Baru

AKHIRNYA Indonesia memiliki pesawat kepresidenan. Pesawat jenis Boeing Business Jet 2 (BBJ2) 737-800 kebiru-biruan itu kini sudah parkir di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta. Momentum datangnya pesawat kepresidenan itu juga tepat, yakni saat Indonesia menghadapi suksesi kepemimpinan. Pesawat yang memiliki rentang sayap 35,79 meter, tinggi 12,50 meter, dan panjang 38 meter tersebut akan dinikmati presiden ketujuh Republik Indonesia.

TNKB Belum Tersedia

Direktorat Lalulintas Polda Sumbar minta maaf atas belum tersedianya Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB). Kalau nanti TNKB sudah dikirim dari Korlantas Mabes Polri, pemilik kendaraan bermotor tidak perlu lagi membeli, sehubungan sewaktu membayar pajak perpanjangan STNK dan kendaraan baru sudah dibayar. Sekaitan dengan hal tersebut seluruh anggota Polantas di Polda Sumbar tidak perlu mempermasalahkan ada TNKB yang mati.

Selasa, 15 April 2014

Caleg Cemas Dicurangi

Indak usah dicamehan lai, Pak.......................!

 

Apoteker masih Terabaikan

Jan lo sampai tebang pilih, Pak.......................................!

 

UN Dipantau CCTV

Tapi baa kok bisa juo siswa caliak kunci jawaban tu, Pak.....................!