Sabtu, 19 April 2014 - 18 Jumadil Akhir 1435 H 06:16:49 WIB
RAKYAT SUMBAR

Maigus: Saya Dibayar Al Haram

Padang Ekspres • Rabu, 23/11/2011 11:47 WIB • (di) • 471 klik

Padang, Padek—Dua nama baru, pejabat yang berangkat umrah dengan PT Al Haram Islamic Wisata dibeber jamaah. Keduanya, ketua Badan Amil Zakat (Bazda) Kota Padang, Maigus Nasir dan salah seorang staf Kemenag Limapuluh Kota.


“Mereka tidak hanya sendiri, istri mereka juga ikut,” kata salah seorang calon jamaah umroh (CJU), korban Al Haram itu berinisial Y kepada Padang Ekspres, kemarin (22/11).


Sebelumnya, Kepala Bidang Hazawa di Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Sumbar Japeri Jarap, dan Kabid Perhubungan Udara Dinas Perhubungan dan Kominfo Sumbar, Herry Zulman juga mengakui pergi umrah dengan PT Al Haram Islamic Wisata.


Sedangkan Gubernur Irwan Prayitno, yang juga berangkat bersama istri dalam rombongan Al Haram, mengaku berangkat dengan biaya sendiri.     Kabid Humas Polda Sumbar AKBP Kawedar membenarkan dua nama itu berangkat dengan jasa PT Al Haram. Untuk memastikan pejabat itu berangkat dengan gratis, penyidik masih mendalaminya. Dalam waktu dekat, masing-masing pejabat itu akan dimintai keterangan.


Saat ini, sebut Kawedar, penyidik masih memeriksa kedua tersangka, yakni Direktur PT Al Haram Islamic Wisata, Herman beserta istrinya Noviyanti.
Selain itu, Ketua Bazda Padang, Maigus Nasir, juga mengakui diberangkatkan PT Al Haram. Dia mengatakan, kepergiannya tidak gratis, tetapi dibayar PT Al Haram untuk memandu 90 jamaah umrah. Dia juga menerima bayaran sebagai pemandu 100 riyal per hari atau setara dengan Rp 450 ribu per hari.


“Saya diminta Herman (tersangka) untuk membimbing 90 jamaah yang diberangkatkan dua kloter. Kloter pertama 45 jamaah dan kloter kedua 45 jamaah. Saya ditugaskan membimbing memandu jamaah,” ujarnya.(di)

[ Red/Redaksi_ILS ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Presiden Baru, Pesawat Baru

AKHIRNYA Indonesia memiliki pesawat kepresidenan. Pesawat jenis Boeing Business Jet 2 (BBJ2) 737-800 kebiru-biruan itu kini sudah parkir di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta. Momentum datangnya pesawat kepresidenan itu juga tepat, yakni saat Indonesia menghadapi suksesi kepemimpinan. Pesawat yang memiliki rentang sayap 35,79 meter, tinggi 12,50 meter, dan panjang 38 meter tersebut akan dinikmati presiden ketujuh Republik Indonesia.

TNKB Belum Tersedia

Direktorat Lalulintas Polda Sumbar minta maaf atas belum tersedianya Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB). Kalau nanti TNKB sudah dikirim dari Korlantas Mabes Polri, pemilik kendaraan bermotor tidak perlu lagi membeli, sehubungan sewaktu membayar pajak perpanjangan STNK dan kendaraan baru sudah dibayar. Sekaitan dengan hal tersebut seluruh anggota Polantas di Polda Sumbar tidak perlu mempermasalahkan ada TNKB yang mati.

Selasa, 15 April 2014

Caleg Cemas Dicurangi

Indak usah dicamehan lai, Pak.......................!

 

Apoteker masih Terabaikan

Jan lo sampai tebang pilih, Pak.......................................!

 

UN Dipantau CCTV

Tapi baa kok bisa juo siswa caliak kunci jawaban tu, Pak.....................!