Kamis, 24 April 2014 - 23 Jumadil Akhir 1435 H 10:17:39 WIB
METROPOLIS

Parade Naskah Teater Wisran Hadi

Malin Kundang yang tanpa Klimaks

Padang Ekspres • Selasa, 15/11/2011 12:27 WIB • Gusriyonoā€”Padang • 940 klik

MENANG DI 1977: Adegan dalam naskah Malin Kundang yang dipentaskan Teater Imaji

Berbagai tafsir bisa saja muncul dari Malin Kundang,  sosok melegenda di Minangkabau. Seperti dalam naskah teater yang ditulis Wisran Hadi, tentang tafsir kerinduan Malin Kundang pada sosok ayahnya. Naskah ini dipentaskan Teater Imaji dengan sutradara Muhammad Ibrahim Ilyas di Teater Utama Taman Budaya Sumbar, Senin (14/11) sore.

CERITA dimulai dengan pembacaan puisi terakhir dari seorang penyair yang kemudian berlaku seperti janang dalam randai. Penyair inilah yang menentukan lakon dan cerita Malin Kundang di atas panggung. Lalu mengalirlah cerita dalam dialog-dialog yang puitik antara perempuan dan laki-laki. Dia bisa saja ibu, ayah, Malin Kundang, atau istri Malin Kundang.


Penghadiran cerita serupa konsep randai ini, kata Muhammad Ibrahim Ilyas, sebagai pilihan untuk mengakali bagaimana naskah tersebut bisa dipentaskan secara utuh. Sebab, diakuinya, naskah Malin Kundang berat diusung ke atas panggung.


Di samping harus meliarkan imajinasi, naskah ini juga sangat sastrawi, dengan dialog-dialog puitik yang sulit terpemanai.
“Sebenarnya dengan tutup mata saja naskah ini sudah selesai dan dapat,” kata salah seorang penonton yang enggan disebut namanya.


Tentang tempo permainan, pementasan ini cenderung bergerak datar tanpa klimaks. Seharusnya ketika pencariannya pada sosok ayah tidak pernah ditemukan itu, Malin Kundang sudah sampai pada klimaks, namun itu tidak terjadi.    


Sebelumnya, pada Minggu (13/11) malam, Teater Kamus mementaskan Matrilini. Pementasan yang pada bagian awal cukup atraktif dengan penampilan breakdance sebagai permainan anak nagari dalam pesta perkawinan Matrilini itu, juga belum mampu mengakali kenakalan-kenakalan Wisran. Sebab, setelahnya tetap saja monoton.


Pementasan Senin (14/11) malam ditutup dengan Perantau Pulau Puti oleh Old Track Teater Padang, garapan sutradara Rizal Tanjung. Kemudian hari ini (15/11), dibuka dengan pementasan Uji Coba oleh Ranah Teater sutradara S Metron M, pukul 16.00 WIB.


Kemudian, dilanjutkan dengan Kemerdekaan oleh Teater Kuflet Padangpanjang, sutradara Sulaiman Junet, pada pukul 20.00 di Teater Utama Taman Budaya Sumbar. (no)

[ Red/Redaksi_ILS ]

Komentar Berita
Senin, 21/11/2011 - Jam 14:18 WIB
ceritainn donkk:)
Dari : DARUL FC
Rabu, 16/11/2011 - Jam 18:12 WIB
Bagaimana caranya untuk mendownload file berita P@deks ini dalam bentuk pdf...
mksi..
Redaksi : Di http://epaper.padangekspres.co.id/
Selasa, 15/11/2011 - Jam 18:46 WIB
seandainya naskah ini memang "dengan tutup mata saja sudah selesai dan dapat" atau tidak berat diusung diatas panggung, pasti pemainnya tidak kesulitan mewakili keliaran imajinasi wisran hadi, yang berusaha mengumbar fakta tentang adat yang dikatakannya mencekik hak manusia.


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Lokomotif tanpa Gerbong

KEPUTUSAN Ketua Umum Partai Persatuan Pem­ba­ngu­nan (PPP) Suryadharma Ali (SDA) berkoalisi dengan Partai Gerindra tanpa syarat, ternyata berbuntut panjang.

Belum Terima Elpiji

YTH bapak Wali Kota Padang yang baru. Kami warga RW 6, Guo Kuranji sampai sekarang belum menerima paket gas elpiji 3 Kg. Tolong di percepat karena minyak tanah harganya sudah naik.

Rabu ,23 April 2014

18 Caleg Incumbent Lolos

Agiah lo kesempatan yang baru-baru ko lai...........................!

 

Kepsek Pemukul Siswa jadi Tersangka

Proses sesuai hukum, Pak polisi...................................!

 

DPRD Pessel Diisi Wajah Baru

Lah tibo lo masonyo mah..............................!