Rabu, 16 April 2014 - 15 Jumadil Akhir 1435 H 22:59:41 WIB
BERITA DAERAH

Kota Bukittinggi

Hewan Kurban Terbebas Anthrax

Perantau Padanglua Ambil Bagian

Padang Ekspres • Berita Pemerintahan • Selasa, 08/11/2011 12:46 WIB • (rul/rdo) • 272 klik

Bukittinggi, Padek—Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispertan) Kota Bukittinggi, masih menugaskan tim pemeriksa kesehatan hewan kurban sampai Rabu (9/11) besok, atau tiga hari (H+3) setelah hari raya Idul Adha 1432 Hijriyah.


Cukup lamanya jadwal tim pemeriksa kesehatan bertugas di lapangan memeriksa hewan kurban, sekaitan tidak semua masjid dan mushala yang melakukan pemotongan hewan usai shalat Idul Adha.


Alhamdulillah, dari pemeriksaan tim sebelumnya, belum ada ditemukan hewan kurban yang dipotong pengurus masjid dan mushala tersebut yang terinfeksi penyakit menular. Mudah-mudahan, ke depan tidak ada hewan kurban yang terinfeksi penyakit manular hingga pemotongan selesai,” ujar Kepala Dispertan Bukittinggi, Asnil Syarkawi kepada Padang Ekspres, Senin (7/11).


Menurut Asnil, sedikitnya tim kesehatan hewan kurban telah memeriksakan 700 ekor sapi dan 50 ekor kambing yang tersebar di masjid dan mushalla di Bukittinggi, sebelum pemotongan dilakukan.


Selain bertugas memeriksa hewan kurban, tim kesehatan juga menyosialisasikan pencegahan penyakit yang sering menyerang hewan ternak. Bahkan sebulan jelang Idul Adha 1432 H, pihak Dispertan menganjurkan warga membeli hewan kurban yang memiliki surat jalan ternak. Bahkan hewan yang dibeli di pasar ternak di luar Bukittinggi agar diminta surat pemeriksaan hewan dari petugas kesehatan setempat.


Dispertan pun telah memberikan pengetahuan ke masyarakat cara mengidentifikasi hewan terinfeksi penyakit, dengan memeriksa kuku, mulut dan kulit. ”Jika kuku sapi membiru dan menderita penyakit kulit, jangan dibeli,” tegas Asnil. Sebab, ciri-ciri hewan ternak seperti itu, kemungkinan besar mengidap penyakit. ”Alhamdulillah, saran itu dijalankan masyarakat sehingga tidak ditemukan hewan kurban yang terinfeksi penyakit berbahaya,” katanya lagi.


Diikuti 50 Perantau
Sementara itu, kendati diguyur hujan lebat, pemotongan sapi kurban di Nagari Padanglua, Kecamatan Banuhampu, Kabupaten Agam, Minggu (6/11) tetap berjalan lancar.


Peserta kurban bersama masyarakat tetap memadati lapangan Nagari Padanglua, tepatnya di depan Kantor Wali Nagari. Sebanyak 40 ekor sapi dipotong untuk dibagi-bagikan kepada seluruh masyarakat di Padanglua dan sekitarnya.    


Ketimbang tahun sebelumnya, pelaksanaan ibadah kurban di Nagari Padanglua, terlihat berbeda. Selain jumlah hewan kurban terbanyak, kali ini juga diikuti sekitar 50 orang perantau di Jakarta. Mereka sengaja pulang basamo, melihat perkembangan kampung dan menghimpun persoalan-persoalan di hadapi masyarakat di kampung. (rul/rdo)

 

[ Red/Redaksi_ILS ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Presiden Baru, Pesawat Baru

AKHIRNYA Indonesia memiliki pesawat kepresidenan. Pesawat jenis Boeing Business Jet 2 (BBJ2) 737-800 kebiru-biruan itu kini sudah parkir di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta. Momentum datangnya pesawat kepresidenan itu juga tepat, yakni saat Indonesia menghadapi suksesi kepemimpinan. Pesawat yang memiliki rentang sayap 35,79 meter, tinggi 12,50 meter, dan panjang 38 meter tersebut akan dinikmati presiden ketujuh Republik Indonesia.

TNKB Belum Tersedia

Direktorat Lalulintas Polda Sumbar minta maaf atas belum tersedianya Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB). Kalau nanti TNKB sudah dikirim dari Korlantas Mabes Polri, pemilik kendaraan bermotor tidak perlu lagi membeli, sehubungan sewaktu membayar pajak perpanjangan STNK dan kendaraan baru sudah dibayar. Sekaitan dengan hal tersebut seluruh anggota Polantas di Polda Sumbar tidak perlu mempermasalahkan ada TNKB yang mati.

Selasa, 15 April 2014

Caleg Cemas Dicurangi

Indak usah dicamehan lai, Pak.......................!

 

Apoteker masih Terabaikan

Jan lo sampai tebang pilih, Pak.......................................!

 

UN Dipantau CCTV

Tapi baa kok bisa juo siswa caliak kunci jawaban tu, Pak.....................!