Kamis, 17 April 2014 - 16 Jumadil Akhir 1435 H 02:59:15 WIB
PRO SUMBAR

Melirik Usaha Keluarga ”Lotek Puskud”

Sukses Berkat Jalankan Tiga Wasiat Bapak

Padang Ekspres • Minggu, 06/11/2011 11:16 WIB • Gusti Ayu Gayatri • 1595 klik

(*)

Siapa yang tak mengenal kelezatan lotek Puskud, rasa bumbunya yang menyajikan manis pedas, membuat usaha keluarga yang  dirintis Yusrizal Datuak Singorajo sejak 1985 lalu tetap bertahan, di tengah gempuran makanan siap yang kian menjamur di Kota Padang. Berbekal resep rahasia warisan keluarga, lotek Puskud ini mampu mencuri perhatian pecinta makanan di Kota Padang. Berawal dari satu tempat usaha, kini lotek Puskud telah memiliki empat cabang di tempat berbeda.

Seorang wanita di jalan Jhoni Anwar terlihat asyik mengulek bumbu kacang, tangannya begitu telaten menyiapkan racikan bumbu lotek. Dengan ramah, wanita itu melayani pembeli, yang datang satu persatu membeli lotek di kedai miliknya. Silih berganti orang yang masuk ke kedainya, untuk mencicipi rasa lotek yang telah diracik. Kepada Padang Ekspres, wanita itu memperkenalkan namanya Yulia Santi, akrab dipanggil Santi.


Ia bercerita, sejak 1994 lalu, ia telah berjualan lotek. Untuk racikan bumbu lotek, ia mendapatkan resep rahasia dari orangtua laki-lakinya, Yusrizal Datuak Singorajo. Usaha lotek sudah menjadi usaha warisan keluarganya. Tahun 1985 lalu, orangtuanya Yusrizal membuka usaha lotek ini. Semasa orangtuanya masih lajang, orangtuanya sempat merantau ke Medan. Di sana, orangtuanya mendapatkan tambatan hati gadis asal Pulau  Jawa. Dari gadis itulah, bapaknya mendapat ilmu meracik bumbu lotek.


“Bapak saya sangat menyukai  lotek, namun rasa lotek yang dibuat gadis tambatan hati bapak, rasanya manis. Pulang merantau, bapak saya  pulang ke Padang. Setelah sampai di Padang, bapak menikah,” ucapnya.


Setelah menikah, bapak bekerja serabutan mulai dari menjual es cendol hingga menjadi kuli bangunan. Namun pekerjaan itu, tak mampu menopang kehidupan keluarganya. Setelah mencoba melakoni sejumlah pekerjaan, orangtuanya teringat akan racikan lotek, mantan kekasihnya, asal Pulau Jawa, lalu bapaknya memutuskan untuk membuka  usaha lotek di Kota Padang. Bapaknya melakukan kombinasi perpaduan dua rasa, yakni  rasa manis dan pedas.


“Orang Padang kan tak suka manis, makanya bapak mencoba memadukan dua rasa itu. Ternyata banyak masyarakat yang menyukai lotek buatan bapak. Tahun 1985 lalu, bapak menyewa tempat usaha di Jalan Jakarta, kawasan Asratek, Ulakkarang. Karena kelezatan lotek bapaknya,  banyak masyarakat yang tertarik dan menjadi langganan. Bahkan dalam satu hari, pernah bapaknya mendapatkan order sebanyak 1.000 lotek,”  ucapnya.


Dari usaha lotek itulah, bapaknya berhasil membangun empat unit rumah. Bapaknya menyiapkan satu rumah untuk satu orang anak.  “Alhamdulillah, usaha bapak maju, tak pernah berhutang untuk membuat rumah atau memodali usahanya. Bapak, orangnya pekerja keras, makanya bapak sukses,” ucapnya.


Sebelum meninggal, bapak mengajarkan membuat racikan lotek. ”Untuk bumbu lotek, tak bisa dilakukan secara sembarangan. Harus tepat takarannya, kalau tidak rasanya akan tidak enak. Bapak baru bisa melepas saya untuk membuka usaha sendiri, setelah  cita rasa racikan bumbu saya sama dengan bapak,” sebutnya.


Wanita kelahiran 18 Agustus 1979 ini menambahkan, setelah ia dinilai lulus dalam meracik bumbu, orangtuanya lalu mengajarkan adiknya  meracik bumbu lotek.  
Santi menyebutkan usaha loteknya dibuka pukul 07.00 WIB sampai pukul 18.00 WIB. Saat merintis usahanya, ia menjual mobil pick-up miliknya seharga Rp16 juta.

Bermodalkan uang itulah ia merintis usahanya tersebut. Awalnya, ia hanya mendapatkan keuntungan sehari sebanyak Rp200 ribu, namun setelah banyak pelanggan yang tahu, dengan lotek yang dibuatnya, pelanggan pun mulai banyak yang datang ke tempat  usahanya. Praktis, keuntungan yang didapatnya pun juga bertambah.


“Jika biasanya hanya Rp200 ribu, kini penghasilan saya bisa mencapai Rp2,5 juta per hari. Saya juga punya cabang di Akper Mercubuana Siteba. Usaha lotek itu dikelola suami saya. Meski baru dua minggu, Alhamdulillah penghasilan yang didapatkan dari usaha itu, juga cukup besar,”  tuturnya.
Dari usaha loteknya, ia telah dapat membeli satu unit rumah, 1 petak tanah, 4 sepeda motor dan satu mobil. Ia mengaku tak menyesalkan telah meninggalkan bangku kuliahnya karena ia telah menikmati buah kerjakerasnya.


Sebelum meninggal, bapaknya telah memberikan tiga tips agar usaha yang dikelola kian sukses. Tiga kunci sukses itu ramah, rasa dan kebersihan makanan. Salah memilih racikan bumbu, akan mempengaruhi  rasa lotek yang dijualnya. Untuk kacang, kencur dan gula aren didatangkan langsung dari Pasaman. Alasan ia lebih memilih kacang, kencur dan gula aren dari Pasaman karena kualitas bahannya jauh lebih baik.


”Di setiap cabang, rasanya sama dan tak berbeda,”  ucapnya.
Santi mengaku kerap mendapatkan tawaran dari orang lain untuk join usaha. Namun, ia masih ragu dengan tawaran kerja sama tersebut. Ia  belum yakin, tawaran kerjasama tersebut akan membuat usaha lotek Puskud yang telah menjadi warisan turun –temurun keluarganya itu dapat  berkembang lebih baik.


“Saya lebih memilih menjalankan usaha ini sekeluarga saja. Saya berencana akan mempatenkan usaha lotek ini. Usaha ini tentunya sangat besar artinya bagi saya. Selain menopang  kehidupan keluarga saya, tapi juga warisan usaha keluarga yang harus saya pertahankan,” ucapnya.


Perempuan berambut lurus sebahu itu melanjutkan ceritanya, orangtuanya tak meninggalkan harta berlimpah untuk anak-anaknya, selain 1 unit  rumah untuk anak-anaknya. Bumbu racikan lotek yang ditinggalkan orangtuanya itu, merupakan harta paling berharga yang tak ternilai harganya. Dengan bumbu rahasia racikan bapaknya itu, dapat menopang kehidupan keluarganya.


“Kepandaian meracik bumbu inilah harta yang paling berharga yang ditinggalkan orangtua saya. Dengan ini, saya bisa menghidupi keluarga. Nama  Puskud sendiri adalah pemberian pelanggan karena lokasinya di depan Puskud, Jalan Jakarta Ulakkarang. Ternyata nama yang diberikan pelanggan   itu membawa hoki buat saya,” jelasnya.


Salah seorang pelanggan lotek Puskud, Helsi mengaku sangat menyukai kelezatan resep lotek Puskud. Karena racikan bumbunya berbeda  dengan lotek kebanyakan. Katanya, ia pernah menikmati lotek dari penjual lotek yang lain, namun cita rasa bumbunya berbeda dengan yang dijual lotek Puskud.


“Rasanya beda  saja, kalau yang lain memiliki satu rasa saja, yakni kalau tidak pedas, ya rasanya manis. Kalau lotek Puskud rasanya antara rasa manis dan pedas. Kuah kacangnya beda dengan kuah kacang lotek yang dijual penjual lainnya. Telah banyak saya mencoba lotek yang lain, namun  lotek Puskud punya ciri khas tersendiri,” ucapnya. (***)

[ Red/Redaksi_ILS ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Presiden Baru, Pesawat Baru

AKHIRNYA Indonesia memiliki pesawat kepresidenan. Pesawat jenis Boeing Business Jet 2 (BBJ2) 737-800 kebiru-biruan itu kini sudah parkir di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta. Momentum datangnya pesawat kepresidenan itu juga tepat, yakni saat Indonesia menghadapi suksesi kepemimpinan. Pesawat yang memiliki rentang sayap 35,79 meter, tinggi 12,50 meter, dan panjang 38 meter tersebut akan dinikmati presiden ketujuh Republik Indonesia.

TNKB Belum Tersedia

Direktorat Lalulintas Polda Sumbar minta maaf atas belum tersedianya Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB). Kalau nanti TNKB sudah dikirim dari Korlantas Mabes Polri, pemilik kendaraan bermotor tidak perlu lagi membeli, sehubungan sewaktu membayar pajak perpanjangan STNK dan kendaraan baru sudah dibayar. Sekaitan dengan hal tersebut seluruh anggota Polantas di Polda Sumbar tidak perlu mempermasalahkan ada TNKB yang mati.

Selasa, 15 April 2014

Caleg Cemas Dicurangi

Indak usah dicamehan lai, Pak.......................!

 

Apoteker masih Terabaikan

Jan lo sampai tebang pilih, Pak.......................................!

 

UN Dipantau CCTV

Tapi baa kok bisa juo siswa caliak kunci jawaban tu, Pak.....................!