Minggu, 20 April 2014 - 19 Jumadil Akhir 1435 H 10:12:09 WIB
RAKYAT SUMBAR

Haji Nonkuota Dinilai Ilegal

Padang Ekspres • Selasa, 01/11/2011 11:48 WIB • (mg8) • 241 klik

Padang, Padek—Ratusan jamaah haji nonkuota sejak beberapa hari lalu telantar di Arab Saudi. Mereka kata Kepala Bidang Haji, Zakat dan Wakaf Kantor Wilayah Kementerian Agama Sumbar, Japeri Jarap tidak terdaftar didata pemerintah.

Makanya, pemerintah tidak bertanggung jawab terhadap jamaah tersebut. ”Itu permasalahan sudah lama. Status mereka ilegal, karena tidak mengantongi izin pemerintah,” katanya kepada Padang Ekspres, Senin (31/10) tadi malam. Kehadiran mereka di tanah suci kata Japeri hanya akan membebani kedutaan Republik Indonesia di sana.  


Dari seratusan jamaah tersebut, Japeri belum mendapat kabar ada tidaknya jamaah asal Sumbar. ”Saya harap tidak adalah, karena sejak lama kami sudah sosialisasikan kepada masyarakat untuk mendaftar haji melalui lembaga resmi pemerintah,” sebutnya.

Keberangkatan jamaah nonkuota itu, katanya, disponsori pihak-pihak yang berusaha mengeruk keuntungan selama musim haji. Makanya, kata Japeri, ada sanksi tegas kepada pihak-pihak yang melakukan penyelundupan itu. ”Tentu akan diproses, dan diselesaikan melalui jalur hukum,” katanya.


Sementara itu, satu jamaah Embarkasi Padang wafat di tanah suci, Jumat (28/10) lalu. Yaitu, Jamaan Bin Marah, 71, asal Balai Gadang Bawah Bungo, Limapuluh Kota yang wafat di Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPHI) Mekkah. Ia meninggal akibat gagal sistem pencernaan (profuse bleeding). Jenazahnya dimakamkan di Syara, Mekkah, tempat pemakaman khusus jamaah haji. (mg8)     

[ Red/Redaksi_ILS ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Presiden Baru, Pesawat Baru

AKHIRNYA Indonesia memiliki pesawat kepresidenan. Pesawat jenis Boeing Business Jet 2 (BBJ2) 737-800 kebiru-biruan itu kini sudah parkir di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta. Momentum datangnya pesawat kepresidenan itu juga tepat, yakni saat Indonesia menghadapi suksesi kepemimpinan. Pesawat yang memiliki rentang sayap 35,79 meter, tinggi 12,50 meter, dan panjang 38 meter tersebut akan dinikmati presiden ketujuh Republik Indonesia.

TNKB Belum Tersedia

Direktorat Lalulintas Polda Sumbar minta maaf atas belum tersedianya Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB). Kalau nanti TNKB sudah dikirim dari Korlantas Mabes Polri, pemilik kendaraan bermotor tidak perlu lagi membeli, sehubungan sewaktu membayar pajak perpanjangan STNK dan kendaraan baru sudah dibayar. Sekaitan dengan hal tersebut seluruh anggota Polantas di Polda Sumbar tidak perlu mempermasalahkan ada TNKB yang mati.

Selasa, 15 April 2014

Caleg Cemas Dicurangi

Indak usah dicamehan lai, Pak.......................!

 

Apoteker masih Terabaikan

Jan lo sampai tebang pilih, Pak.......................................!

 

UN Dipantau CCTV

Tapi baa kok bisa juo siswa caliak kunci jawaban tu, Pak.....................!