Sabtu, 19 April 2014 - 18 Jumadil Akhir 1435 H 16:51:24 WIB
NASIONAL

Rekrut CPNS, Fokus Wilayah Timur

Padang Ekspres • Senin, 31/10/2011 15:21 WIB • (esy/jpnn) • 252 klik

Jakarta, Padek—Pemerintah pusat kembali mengingatkan pemerintah daerah yang ingin mengadakan penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) untuk formasi yang dikecualikan dalam moratorium.

Bila usulan kebutuhan tenaga medis, pendidik, dan kebutuhan pegawai yang mendesak lainnya yang disertai analisis jabatan serta beban kerja (Anjab) tidak dimasukkan hingga awal 2012, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PAN-RB) tidak memberikan formasi pada daerah bersangkutan. Itu berarti, daerah tidak bisa melaksanakan penerimaan CPNS tahun depan.


Batasan waktu ini dianggap penting lantaran pusat memerlukan waktu untuk memverifikasi usulan yang diajukan pemda. Deputi SDM bidang Aparatur Kemen PAN-RB, Ramli Naibaho menjelaskan, kebijakan ini merupakan bagian dari reformasi birokrasi di bidang SDM. ”Ini bagian dari reformasi birokrasi. Kalau daerah memang butuh pegawai (medis, pendidik, dan kebutuhan mendesak), harus bergerak cepat. Kalau tidak memasukkannya hingga 2012, berarti tidak bisa melaksanakan penerimaan CPNS,” tutur Ramli, Sabtu (29/10).


Satu hal lagi yang diingatkan pusat, bahwa walaupun usulan sudah dimasukkan tapi alokasi dana APBD daerah bersangkutan di atas 50 persennya untuk belanja pegawai, tetap tidak akan mendapatkan formasi CPNS. Formasi hanya diberikan pada daerah yang belanja pegawainya di bawah 50 persen.


”Kita tidak akan memberikan formasi pada daerah yang belanja pegawainya di atas 50 persen. Begitu juga yang prosentasenya mepet mendekati 50 persen (contohnya 49,9 persen). Karena kalau tetap dikasih, daerah bersangkutan yang akan kewalahan mempetakan anggarannya,” terang mantan pejabat di Badan Kepegawai Negara (BKN) ini. Dia menambahkan, rata-rata daerah di Jawa dan Bali, belanja pegawainya sudah sesak sehingga pemerintah kini lebih fokus ke bagian timur Indonesia. Terutama wilayah Maluku, Papua, dan Papua Barat.

”Kalau ingin jadi PNS, melamar saja di wilayah-wilayah tersebut. Di daerah tersebut diberikan formasi lebih karena masih kurang aparaturnya,” saran Ramli. (esy/jpnn)

[ Red/Redaksi_ILS ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Presiden Baru, Pesawat Baru

AKHIRNYA Indonesia memiliki pesawat kepresidenan. Pesawat jenis Boeing Business Jet 2 (BBJ2) 737-800 kebiru-biruan itu kini sudah parkir di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta. Momentum datangnya pesawat kepresidenan itu juga tepat, yakni saat Indonesia menghadapi suksesi kepemimpinan. Pesawat yang memiliki rentang sayap 35,79 meter, tinggi 12,50 meter, dan panjang 38 meter tersebut akan dinikmati presiden ketujuh Republik Indonesia.

TNKB Belum Tersedia

Direktorat Lalulintas Polda Sumbar minta maaf atas belum tersedianya Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB). Kalau nanti TNKB sudah dikirim dari Korlantas Mabes Polri, pemilik kendaraan bermotor tidak perlu lagi membeli, sehubungan sewaktu membayar pajak perpanjangan STNK dan kendaraan baru sudah dibayar. Sekaitan dengan hal tersebut seluruh anggota Polantas di Polda Sumbar tidak perlu mempermasalahkan ada TNKB yang mati.

Selasa, 15 April 2014

Caleg Cemas Dicurangi

Indak usah dicamehan lai, Pak.......................!

 

Apoteker masih Terabaikan

Jan lo sampai tebang pilih, Pak.......................................!

 

UN Dipantau CCTV

Tapi baa kok bisa juo siswa caliak kunci jawaban tu, Pak.....................!