Senin, 21 April 2014 - 20 Jumadil Akhir 1435 H 21:41:37 WIB
EKONOMI BISNIS

BRI Syariah Masuk ke Pembiayaan Perumahan

Padang Ekspres • Jumat, 28/10/2011 11:44 WIB • (*) • 735 klik

BRI Syariah

PT BRI Syariah mencatat perolehan laba sebelum pajak hingga September 2011 sebesar Rp 23 miliar atau tumbuh sekitar 130 persen dari posisi akhir tahun 2010 yang sebesar Rp 10 miliar. "Kemarin kami masih investasi, akhir tahun mudah-mudahan (laba) mencapai Rp 50 miliar," ujar Direktur Utama BRI Syariah Ventje Rahardjo di Kantor Pusat BRI Syariah, Jakarta, Selasa, 25 Oktober 2011.


Menurutnya, kinerja BRI Syariah terus menunjukkan tren menggembirakan. Dari sisi pembiayaan per September 2011, perseroan mencatatkan outstanding telah mencapai Rp 7,9 triliun, tumbuh sekitar 60 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Sementara jumlah aset tercatat mencapai Rp 9,5 triliun.


Ia menjelaskan, untuk pembiayaan sendiri, pertumbuhannya merata di semua segmen. Rinciannya pembiayaan komersial dari Rp 1,5 triliun menjadi Rp 2,4 triliun, bisnis linkage dari Rp 1 triliun menjadi Rp 2 triliun, konsumen dari Rp 1,5 triliun menjadi Rp 3 triliun, retail dari Rp 700 miliar menjadi Rp 1,2 triliun serta pembiyaan usaha mikro dari Rp 490 miliar menjadi Rp 1,1 triliun. "Porsi ritel kita 75 persen dari total portofolio pembiayaan, konsumer, linkage, mikro, termasuk koperasi. Kita tetap arahkan ke ritel," ujarnya.


Dengan pertumbuhan pembiayaan yang mencapai 60 persen dalam satu tahunan, BRI Syariah mencatat perolehan laba sebelum pajak sebesar Rp 23 miliar sampai September 2011. Untuk 2011 ini, jumlah tabungan BRI Syariah ditargetkan mencapai Rp 2 triliun atau dua kali lipat dari capaian 2010 sebesar Rp 790 miliar. Sementara, total modal yang akan ditawarkan BRI Syariah meningkat sekitar Rp 3,7 triliun, dari Rp 5,5 triliun tahun lalu menjadi Rp 9,2 triliun.


Bidik Rumah
Di bagian lain, PT Bank BRI Syariah diajak bekerja sama oleh Kementerian Perumahan Rakyat mewujudkan kepemilikan rumah. Penandatanganan kerja sama tersebut telah dilakukan pada 17 Oktober lalu. Alhasil, BRI Syariah menjadi bank syariah umum pertama yang terlibat dalam pengadaan perumahan melalui Pembiayaan Pemilikan Rumah Sejahtera.


”Sebagai komitmen dari kesepahaman tersebut, yaitu mendorong penyaluran dana FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan), BRI Syariah merespons dengan memperkenalkan KPR Sejahtera BRI Syariah iB,” ujar Chief of Retail Banking Bank BRI Syariah Khairullah di Jakarta, Selasa (25/10).


FLPP sendiri, wujud nyata dari kerja sama bank dengan lembaga pemerintah ini. Menurut dia, produk KPR tersebut merupakan implementasi terdepan dari visi dan misi BRI Syariah yang fokus pada menengah-bawah. Selain itu, kerja sama ini juga sebagai upaya untuk mengatasi kesenjangan antara permintaan dan penawaran kebutuhan perumahan dan backlog perumahan sekitar 13,6 juta rumah per tahun.


Target BRI Syariah dalam menyalurkan pembiayaan ini lebih kurang 5.000 unit rumah. ”Peran kami sebagai sebuah bank ritel modern menjadi sangat penting dalam rangka mendukung tercapainya program pemerintah ini,” tambah Khairullah.


Dalam memberikan layanan KPR ini, BRI Syariah akan didukung oleh 100 unit kerja di seluruh Indonesia. Pagu pembiayaan KPR Sejahtera berada dalam rentang Rp 25 juta sampai Rp 80 juta. Sementara untuk KPR BRISyariah iB umum, pagu pembiayaan berkisar Rp 25 juta sampai Rp 3,5 miliar.


Berbagai kelebihan ditawarkan oleh produk KPR BRI Syariah iB. Jangka waktu fleksibel hingga 15 tahun, uang muka ringan serta angsuran tetap dan terjangkau menjadi sejumlah kelebihannya. Kepemilikan langsung menjadi hak nasabah pada saat kontrak perjanjian KPR BRISyariah iB ditandatangani.


Sebelumnya, BRI Syariah juga telah bekerja sama dengan Kemenpera dalam program subsidi uang muka (SUM). Dengan program ini, BRI Syariah telah menyalurkan pembiayaan ke lebih dari 100 unit rumah untuk masyarakat berpenghasilan menengah dan rendah. (*)

[ Red/Redaksi_ILS ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Selesaikan Pemilu, Jangan Terlena Koalisi

LUPAKAN sejenak hiruk pikuk isu koalisi partai politik. Proses pemilihan umum legislatif 2014 masih berlangsung. Komisi Pemilihan Umum (KPU) belum menyelesaikan rekapitulasi suara. Rencananya, KPU menetapkan hasil rekapitulasi suara pada 7 Mei 2014. Proses tersebut pun harus terus dikawal. Sebab, itulah yang nanti menjadi pijakan untuk proses berikutnya, yakni pengisian pejabat DPR dan pemilihan umum presiden (pilpres). Hasil penghitungan cepat memang bisa menjadi pedoman awal. Namun, bukan itu yang berlaku secara nasional.

Perbaiki Layanan RS Ahmad Muchtar

YTH bapak pimpinan Rumah Sakit Ahmad Muchtar Bukittinggi. Apa begitu pelayanannya, adik saya masuk rumah sakit pagi jam 9 dan pulang jam 4 sore tapi siangnya tidak dikasih makan. Padahal kami bayar cash. Tolong dijelaskan.

Senin, 21 April 2014

Jadilah Konsumen Cerdas

Parhatian bana kalau ka mambali-bali tuh. Jan sampai takicuah pulo........................................................!

 

Kadis dan Kabid DKP jadi Tersangka

Itulah Pak, jan buang sampah jo sambarangan.......................................!

 

Caleg Nasdem Dilaporkan Money Politic

 Lah ka salasai pemilu ko, banyak nan saliang malapor mah..........................!