Kamis, 17 April 2014 - 16 Jumadil Akhir 1435 H 13:41:29 WIB
BERITA DAERAH

Kab. Agam

Menelusuri Nagari Gadut, Tilatangkamang

Maksimalkan Potensi Pertanian dan Peternakan

Padang Ekspres • Berita Sumber Daya Alam • Selasa, 12/04/2011 11:36 WIB • (mg7) • 651 klik

Separoh areal Nagari Gadut terdapat lahan pertanian kering dengan komoditi yang beraneka ragam sebagai penunjang perekonomian masyarakat. Umumnya, mata pencariaan penduduk sebagian besar petani, berjualan, berternak dan industri rumah tangga.


“Ubi kayu yang ditanam masyarakat Gadut hasilnya lebih dikenal dengan keripik sanjai. Mulai tahun 2009 melalui badan usaha milik nagari kita telah mencoba mengubah pola ini, yang selama ini memakai sistem petik jual dan diupayakan menjadi petik olah dengan membuat sentra makanan Nagari Gadut sesuai dengan Perna Nagari No 5/2008,” kata Wali Nagari Gadut, Dahrial Malin Saidi, kepada Padang Ekspres, belum lama ini.


Sejak tahun 2009, sebut Dahrial, Nagari Gadut sudah membudayakan tanaman kakao selain ubi kayu. Komoditi ini sudah menjadi produk unggulan di setiap jorong. “Malah, setiap jorong ini dilakukan pemetaan komoditi tanaman seperti tanaman ubi kayu, ubi jalar, sayur-sayuran, jagung, dan tanaman bumbu masak,” katanya.
Di samping pertanian, sebut Dahrial, nagari ini memiliki enam unit komoditi peternakan unggas dengan jumlah ayam petelur 159 ekor dan ayam pedaging 500 ekor per bulan. Di Jorong Kambing VII, misalnya, ditambah dengan ternak ayam kampung. Di mana, 90 persen kepala keluarga beternak ayam kampung yang diperkirakan lebih kurang 20 ribu ekor ayam kampung dan itik 10 ribu ekor. “Dari usaha unggas ini telah menyerap tenaga kerja 50 orang,” ungkapnya.


Untuk ternak kecil seperti kambing dan kelinci di Nagari Gadut hanya sekadar kegiatan tambahan. Namun sejak 2009 sudah ada satu kelompok tani yang bidang usahanya kambing dan kelinci, dengan penghasilan lumayan.


“Untuk ternak besar seperti sapi, Nagari Gadut boleh dikatakan sentra penggemukan sapi, tersebar 1.500 ekor sapi digemukkan masyarakat. Terbukti tiap tahunnya juara kontes pengemukan sapi,” ucapnya.
Ketua Lembaga Pemberdayaan Nagari Gadut AZ TWK Rajo Sikumbang menjelaskan kiat dalam pemberantasan kemiskinan melalui dana bergulir BMT, Kelompok Usaha Bersama dan koperasi. Sejak tahun 2008 berdasar pendataan September telah terdapat penurunan angka kemiskinan dari 574 rumah tangga miskin (RTM) menjadi 400 rumah tangga miskin RTM.


Langkah dan kiat yang dilakukan nagari, sebut AZ TWK, santunan fakir miskin di TKPK masjid. Sejak 2008 hingga kini sudah dibagikan Rp46 juta ke RTM di Masjid Jamiatul Abrar.
Sementara, santunan anak yatim, setiap masjid dan mushala yang ada di Nagari mempunyai celengan anak yatim yang dibagikan setiap awal tahun ajaran baru dan hari raya. Selama tahun 2008 sudah Rp36 juta yang dibagikan.


“Untuk bedah rumah dilakukan secara swadaya Rp105 juta salah satu RTM di Sungai Talang. Diberikan lengkap dengan peralatan rumah,” tukasnya. (mg7)

[ Red/Redaksi_ILS ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Presiden Baru, Pesawat Baru

AKHIRNYA Indonesia memiliki pesawat kepresidenan. Pesawat jenis Boeing Business Jet 2 (BBJ2) 737-800 kebiru-biruan itu kini sudah parkir di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta. Momentum datangnya pesawat kepresidenan itu juga tepat, yakni saat Indonesia menghadapi suksesi kepemimpinan. Pesawat yang memiliki rentang sayap 35,79 meter, tinggi 12,50 meter, dan panjang 38 meter tersebut akan dinikmati presiden ketujuh Republik Indonesia.

TNKB Belum Tersedia

Direktorat Lalulintas Polda Sumbar minta maaf atas belum tersedianya Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB). Kalau nanti TNKB sudah dikirim dari Korlantas Mabes Polri, pemilik kendaraan bermotor tidak perlu lagi membeli, sehubungan sewaktu membayar pajak perpanjangan STNK dan kendaraan baru sudah dibayar. Sekaitan dengan hal tersebut seluruh anggota Polantas di Polda Sumbar tidak perlu mempermasalahkan ada TNKB yang mati.

Selasa, 15 April 2014

Caleg Cemas Dicurangi

Indak usah dicamehan lai, Pak.......................!

 

Apoteker masih Terabaikan

Jan lo sampai tebang pilih, Pak.......................................!

 

UN Dipantau CCTV

Tapi baa kok bisa juo siswa caliak kunci jawaban tu, Pak.....................!