Kamis, 17 April 2014 - 16 Jumadil Akhir 1435 H 05:31:46 WIB
RAKYAT SUMBAR

Kisah Taman di Puncak Gunung Padang

Padang Ekspres • Minggu, 23/10/2011 11:59 WIB • (tim galang) • 470 klik

Tempat wisata adalah salah satu lokasi yang diminati banyak orang. Berkunjung ke tempat wisata, tentunya akan menyegarkan pandangan dan me-refresh otak. Begitu juga dengan sebuah tempat wisata yang terkenal dengan legenda Siti Nurbaya. Ya, Gunung Padang menyimpan keindahan tersendiri. Tepat di puncak Gunung Padang, terdapat sebuah taman yang belum tertata dengan baik.


Sebelum memasuki kawasan taman, pengunjung akan merasakan banyaknya nilai historis di dalamnya, seperti meriam tua, benteng pertahanan peninggalan tentara jepang dan juga jalan setapak yang mengandung cerita sebagai tanda pengenalan sejarah. Semua dilakukan tentara Jepang untuk menghalangi musuh (penduduk pribumi) yang akan masuk ke tepian muara Pantai Padang. Di gunung ini juga tersimpan kisah, yaitu pernah adanya jasad Siti Nurbaya yang merupakan cerita yang legendaris di Sumatera Barat.


Sebagai taman yang masih asri yang terjadi melalui reduksi alam sepatutnya dapat dilestarikan serta menjadi suatu sumber perekonomian bagi daerah Sumatera Barat. Dengan begitu akan dapat meningkatkan pendapatan daerah sehingga meningkat juga taraf kesejahteraan masyarakat sekitar. Selain bernilai ekonomi, juga menyimpan berbagai sejarah yang perlu ditelusuri, dikembangkan dan dijaga keasliannya.


Bu Slamet, istri penjaga taman menjelaskan, lebih kurang sepuluh tahun dia dan suaminya menjadi penjaga dan bersih-bersih taman di Gunung Padang dan sampai sekarang taman ini masih belum ada perubahan yang lebih berarti. Bahkan, untuk biaya penjagaan taman tersebut Bu Slamet dan isinya tidak mendapatkan upah yang seberapa.


“Gaji yang diberikan pemerintah pun atas pekerjaan Bapak sangatlah minim per bulannya. Itu pun harus dipotong dengan biaya koperasi, sehingga gaji bersih yang diterima pun berkurang. Selain gaji pokok yang diharapkan, Ibu juga membantu bapak dalam menambah biaya untuk kebutuhan sehari-hari.kalau tunggu gaji saja mungkin tidak mencukupi,” ujarnya.


“Kadang omzet yang didapat dari pengunjung yang datang ke taman pun tidak menentu, tergantung banyaknya pengunjung yang datang,” tegasnya.


Mereka sangat berharap adanya perubahan yang berarti, yaitu dapat menjadi objek wisata yang banyak dikunjungi, dicari dan diminati wisatawan. Tentunya untuk mencapai harapan itu dibutuhkan uluran tangan semua pihak seperti pemerintah dan masyarakat. Selain itu, dibutuhkan juga orang yang benar-benar mengerti tentang penataan untuk mempercantik taman tersebut. (tim galang)

[ Red/Redaksi_ILS ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Presiden Baru, Pesawat Baru

AKHIRNYA Indonesia memiliki pesawat kepresidenan. Pesawat jenis Boeing Business Jet 2 (BBJ2) 737-800 kebiru-biruan itu kini sudah parkir di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta. Momentum datangnya pesawat kepresidenan itu juga tepat, yakni saat Indonesia menghadapi suksesi kepemimpinan. Pesawat yang memiliki rentang sayap 35,79 meter, tinggi 12,50 meter, dan panjang 38 meter tersebut akan dinikmati presiden ketujuh Republik Indonesia.

TNKB Belum Tersedia

Direktorat Lalulintas Polda Sumbar minta maaf atas belum tersedianya Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB). Kalau nanti TNKB sudah dikirim dari Korlantas Mabes Polri, pemilik kendaraan bermotor tidak perlu lagi membeli, sehubungan sewaktu membayar pajak perpanjangan STNK dan kendaraan baru sudah dibayar. Sekaitan dengan hal tersebut seluruh anggota Polantas di Polda Sumbar tidak perlu mempermasalahkan ada TNKB yang mati.

Selasa, 15 April 2014

Caleg Cemas Dicurangi

Indak usah dicamehan lai, Pak.......................!

 

Apoteker masih Terabaikan

Jan lo sampai tebang pilih, Pak.......................................!

 

UN Dipantau CCTV

Tapi baa kok bisa juo siswa caliak kunci jawaban tu, Pak.....................!