Minggu, 20 April 2014 - 19 Jumadil Akhir 1435 H 22:52:27 WIB
METROPOLIS

Keluarga Korban Hajar Pembunuh

Padang Ekspres • Jumat, 08/04/2011 10:32 WIB • (kd) • 714 klik

Diamankan polisi: Ade Saputra (kiri) dilindungi polisi dari amukan keluarga Sisk

M Yamin, Padek—Ade Saputra alias Ucok, 21, nyaris babak belur dihajar keluarga korban saat rekonstruksi pembunuhan, di Gedung Tuah Sakato Mapolresta Padang kemarin (7/4). Ade yang ditetapkan sebagai tersangka pembunuh siswi STKIP Gunungpangilun bernama Siska, 21, pada pukul 12.00 WIB, Sabtu (12/3) lalu, untung bisa diselamatkan polisi.


Beberapa orang anggota polisi membawa lari tersangka dan kembali memasukkannya ke dalam sel tahanan Mapolresta Padang.
Saat rekonstruksi berlangsung, puluhan keluarga korban terlihat berkumpul di lokasi rekonstruski.
Semula, reka ulang berjalan lancar. Sebanyak 22 adegan diperagakan tersangka. Termasuk, saat ia melakukan pembunuhan pada mantan pacarnya di kawasan Mansiro, Pincurantujuh, Kecamatan Kuranji.


Emosi keluarga korban terpancing, setelah tersangka mengakui, ia memukul korban dengan besi pembuka kelapa. Saat diperkosa, korban masih dalam keadaan pingsan hingga akhirnya dihabisi dengan menusuk kepala dan bagian rusuk korban.
Usai rekonstruksi pada pukul 12.00 WIB, tersangka berjalan ke luar gedung menuju ke sel tahanan. Saat itulah tersangka yang dikawal beberapa polisi langsung dipukuli keluarga korban.


Melihat adegan sadis pembunuhan itu, Zaharudin, 46, meyakini aksi korban telah direncanakan. Untuk itu, pamar korban berharap polisi memberikan hukuman setimpal. Dalam rekonstruksi tersebut, tersangka juga mengambil cincin dan kalung emas korban yang dijual di Pasar Siteba. Selanjutnya, korban dibuang ke selokan di samping Surau Tuo.


Rekonstruksi dilakukan di Gedung Tuah Sakato Mapolresta Padang karena takut aksi balasan dari keluarga korban. “Kami takut nantinya keluarga korban murka, dan berniat menghabisi tersangka,” ujar Kapolsekta Kuranji AKP Wianarno, di sela-sela rekonstruksi, kemarin (7/4).


Belum Terima Berkas
Dua jaksa penuntut umum (JPU), Syilfia Andriati dan Mulyana Safitri ikut menyaksikan adegan reka ulang itu. “Kami belum menerima limpahan berkas dari polisi. Kami hanya melihat tahap rekonstruksi sehingga nantinya, saat berkas dan tersangka diserahkan pada kami, kami telah mengerti seluk beluk kasus tersebut,” ujar Syilfia pada Padang Ekspres kemarin (7/4).


Di tempat yang sama, Kapolsek Kuranji AKP Winarno mengatakan, tersangka dan berkas perkara akan diserahkan dalam dua hari ke depan.
Penasihat Hukum (PH) tersangka, Businis, mengatakan, saat ini ia baru ditunjuk polisi menjadi PH tersangka, karena tingginya ancaman hukuman kepada tersangka. “Kalau nantinya keluarga tersangka mencari PH baru, saya hanya sampai di sini. Nantinya, seluruh hasil rekonstruksi itu akan saya serahkan kepada PH tersangka yang baru,” pungkasnya. (kd)

[ Red/ ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Presiden Baru, Pesawat Baru

AKHIRNYA Indonesia memiliki pesawat kepresidenan. Pesawat jenis Boeing Business Jet 2 (BBJ2) 737-800 kebiru-biruan itu kini sudah parkir di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta. Momentum datangnya pesawat kepresidenan itu juga tepat, yakni saat Indonesia menghadapi suksesi kepemimpinan. Pesawat yang memiliki rentang sayap 35,79 meter, tinggi 12,50 meter, dan panjang 38 meter tersebut akan dinikmati presiden ketujuh Republik Indonesia.

TNKB Belum Tersedia

Direktorat Lalulintas Polda Sumbar minta maaf atas belum tersedianya Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB). Kalau nanti TNKB sudah dikirim dari Korlantas Mabes Polri, pemilik kendaraan bermotor tidak perlu lagi membeli, sehubungan sewaktu membayar pajak perpanjangan STNK dan kendaraan baru sudah dibayar. Sekaitan dengan hal tersebut seluruh anggota Polantas di Polda Sumbar tidak perlu mempermasalahkan ada TNKB yang mati.

Selasa, 15 April 2014

Caleg Cemas Dicurangi

Indak usah dicamehan lai, Pak.......................!

 

Apoteker masih Terabaikan

Jan lo sampai tebang pilih, Pak.......................................!

 

UN Dipantau CCTV

Tapi baa kok bisa juo siswa caliak kunci jawaban tu, Pak.....................!