Jum'at, 18 April 2014 - 17 Jumadil Akhir 1435 H 04:24:26 WIB
PRO SUMBAR

”Demi Allah, Saya Dijebak”

Sidang Nurhayati Kahar, Aktivis yang Terjerat Narkoba

Padang Ekspres • Kamis, 22/09/2011 11:19 WIB • (nia) • 383 klik

Lika-liku Nurhayati Kahar sebagai aktivis di Kota Pariaman, menarik diikuti. Selain kini tengah menyiapkan buku otobiografi perjalanannya sebagai aktivis di penjara, Nurhayati Kahar mendapat banyak pelajaran tentang hukun di negeri ini selama menjalani persidangan.


Sidang kasus dugaan kepemilikan sabu seberat 0,3 gram pada aktivis perempuan Kota Pariaman, Nurhayati Kahar atau Yet, kemarin masuk dalam tahap pembelaan. Terdakwa meminta majelis hakim membebaskannya dari segala tuntutan, karena dirinya bukanlah pemakai atau pemilik narkoba.


Hal itu disampaikan Yet Kahar di hadapan hakim ketua, Inang Kasmawati yang dihadiri sejumlah anggota LSM dan kerabat terdakwa. Saat pembelaan, Yet dengan tegas menyatakan dirinya dijebak. Karena sebagai aktivis, ia mengaku banyak pihak yang merasa dirugikan kepentingannya oleh sikap kritisnya. Bahkan, jauh sebelum kasus ini, dirinya telah banyak “diintai” kasus.


“Demi Allah dan demi kedelapan anak saya, saya tidak pernah melakukan perbuatan seperti didakwakan jaksa kepada saya. Saya dijebak,” ujar Yet dengan nada bergetar menahan tangis di Pengadilan Negeri Pariaman, kemarin (21/9).


Hal serupa juga diungkapkan tim penasihat hukum terdakwa dari LBH Sumbar, Newton Nusantara. Ia menyatakan, berdasarkan fakta-fakta hukum di persidangan, terdakwa tidak mengetahui mengapa ada sabu dalam sakunya. Selama ini terdakwa bukanlah pemakai, pecandu atau pengedar narkotika.


“Itu terbukti dari tes urine dan keterangan saksi-saksi, tidak satu pun melihat dan mengetahui terdakwa sebagai pengguna. Bahkan, saksi dari kepolisian menyatakan terdakwa bukanlah target operasi polisi dalam kasus narkotika,” jelas Newton.


Karena itu, tim penasihat hukum meminta kepada majelis hakim membebaskan terdakwa dari segala tuntutan hukum serta mengeluarkan terdakwa dari tahanan. Memulihkan hak terdakwa dalam kemampuan kedudukan, harkat dan martabatnya. (nia)

[ Red/Redaksi_ILS ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Presiden Baru, Pesawat Baru

AKHIRNYA Indonesia memiliki pesawat kepresidenan. Pesawat jenis Boeing Business Jet 2 (BBJ2) 737-800 kebiru-biruan itu kini sudah parkir di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta. Momentum datangnya pesawat kepresidenan itu juga tepat, yakni saat Indonesia menghadapi suksesi kepemimpinan. Pesawat yang memiliki rentang sayap 35,79 meter, tinggi 12,50 meter, dan panjang 38 meter tersebut akan dinikmati presiden ketujuh Republik Indonesia.

TNKB Belum Tersedia

Direktorat Lalulintas Polda Sumbar minta maaf atas belum tersedianya Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB). Kalau nanti TNKB sudah dikirim dari Korlantas Mabes Polri, pemilik kendaraan bermotor tidak perlu lagi membeli, sehubungan sewaktu membayar pajak perpanjangan STNK dan kendaraan baru sudah dibayar. Sekaitan dengan hal tersebut seluruh anggota Polantas di Polda Sumbar tidak perlu mempermasalahkan ada TNKB yang mati.

Selasa, 15 April 2014

Caleg Cemas Dicurangi

Indak usah dicamehan lai, Pak.......................!

 

Apoteker masih Terabaikan

Jan lo sampai tebang pilih, Pak.......................................!

 

UN Dipantau CCTV

Tapi baa kok bisa juo siswa caliak kunci jawaban tu, Pak.....................!